Tim nasional Basket dan PR Ke arah Kwalifikasi FIBA Asia Cup Windows Dua

Posted on

Tim nasional basket Indonesia memandang Kwalifikasi FIBA Asia Cup Windows ke-2 dengan kerja keras. Mereka punyai segudang pekerjaan yang perlu dituntaskan saat sebelum batasan waktu 16 November.
Pekerjaan rumah yang perlu dirampungkan itu diantaranya paspor dua pemain naturalisasi, posisi pemain lokal Brandon, sampai tim nasional yang harus menang atas Thailand.

Dijumpai, sesudah sah jadi Masyarakat Negara Indonesia (WNI) dan sudah kantongi Kartu Sinyal Warga (KTP) dan Kartu Keluarga, Brandon Jawato dan Lester Prosper harus menanti paspor yang belum selesai.

Paspor ditujukan untuk lengkapi dokumen registrasi entry by name pemain yang tampil di kwalifikasi FIBA Asia Cup windows dua di Manama, Bahrain. Deadlinenya Senin (16/11).

“KTP dan KK telah jadi tempo hari, paspor yang belum tetapi telah photo. Berarti tinggal bikin saja, tetap kami kejar lagi. Tetapi jika ingin turuti hari kerja Senin sudah seharusnya jadi,” kata manager Tim nasional basket Fareza Maulana

Berkenaan dengan itu, Tim nasional basket masih tetap menanti berita dari FIBA berkaitan posisi Brandon. Dia diinginkan dapat perkuat team dengan posisi selaku pemain lokal bukannya naturalisasi.

Jawato kenyataannya memiliki darah Amerika Serikat-Indonesia. Ayah pemain berposisi forward itu berawal dari Bali

Saat itu, sama ketentuan FIBA cuman diperkenankan satu pemain naturalisasi yang bermain dan satu slot itu akan dipakai untuk Prosper. Karena itu, Tim nasional benar-benar mengharap hal tersebut menjadi alasan FIBA.

“Sampai pagi hari barusan kami lagi komunikasi dengan FIBA berkaitan masalah Brandon (Jawato) dan mereka masih on proses. Ketetapannya Senin minggu kedepan. FIBA kan di Swiss beda berapakah jam sama kita, jadi cukup memberikan keuntungan untuk kami untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan,” ucapnya.

Seandainya itu seluruh usai on time, rupanya jalan Tim nasional basket untuk dapat tampil di FIBA Asia Cup 2021 belum seutuhnya lega. Mereka harus dapat menang atas Thailand pada laga yang berjalan 28 November bila tidak mau terjerumus di status buncit Group A.

Selaku kisah, dua team paling atas dari tiap-tiap group mendapatkan ticket langsung ke perputaran final FIBA Asia Cup 2021. Sesaat rangking ke-3 akan mengikut kwalifikasi kelanjutan.

Sekarang ini, Indonesia ada di rangking tiga, di bawah Korea dan Filipina. Tim Rajko Toroman belum benar-benar kantongi kemenangan dari 2 pertandingan yang mereka mainkan.

Andakara Prastawa dkk kalah atas Filipina dengan score 70-100 dan Korea Selatan 76-109 di dalam rumah sendiri pada Februari kemarin.

“Kami harus memenangi lawan Thailand buat amankan slot rangking tiga sebab jika kalah mereka yang maju, kita (Tim nasional basket Indonesia) ke-4. Sesaat Thailand baru saja sekali main, ia belum musuh Filipina. Maka memang pertandingan menantang Thailand ini penetapan sekali,” tutur manager yang akrab dipanggil Mocha ini.

“Karena itu, kami mengharap 2 orang (Brandon dan Prosper) ini bisa main. Sebab kita sudah diujung sundul,” ia memperjelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *