Tiga Rekor di Luar Nalar dalam Kemenangan AC Milan atas Juventus

Posted on

Tiga Rekor di Luar Nalar dalam Kemenangan AC Milan atas Juventus – Menyebutkan ada tiga rekor di luar nalar yang terjadi di pekan ke 31 lanjutan. Liga Italia antara tuan rumah AC Milan melawan Juventus. Dalam laga yang digelar di San Siro, Rabu (8/7/2020) dinihari WIB ini, Juventus dipecundangi AC Milan dengan skor 2-4. AC Milan tertinggal lebih dahulu 0-2 oleh Si Nyonya Tua.

Tiga Rekor di Luar Nalar dalam Kemenangan AC Milan atas Juventus

Tiga Rekor di Luar Nalar dalam Kemenangan AC Milan atas Juventus

Juventus mencetak gol di menit ke 47 oleh Adrien Rabiot, 1-0. Cristiano Ronaldo membuat Si Nyonya Tua menambah gol di menit ke 53, 2-0 Juventus unggul. Namun berondongan empat gol yang disarangkan tuan rumah kemudian, membuat Juventus kebingungan. Dimulai dari gol dari titik putih di menit ke 62 oleh Zlatan Ibrahimovic, tiga gol lainnya disarangkan anak-anak AC Milan, sehingga skor akhir menjadi 4-2 milik AC Milan.

Tiga gol diciptakan cuma dalam tempo lima menit saja (62 67 67) satu lagi 80. Dengan gol tadi, Ronaldo telah mengoleksi 26 gol di Liga Italia musim ini dan menempatkan dirinya sebagai top skorer kedua Liga Italia setelah Immobile dari Lazio dengan 29 gol. Bukan saja tak percaya apa yang terjadi dengan noda itu, kekesalan fans Si Nyonya Tua tumpah ruah di media sosial bertajuk tagar #sarriout.

Fans mencaci maki Maurizio Sarri sebagai pelatih terburuk yang pernah melatih Juventus dalam dua dekade terakhir. Fans kesal dan kecewa kepada pelatih yang dikenal sebagai perokok itu. Meski walau pun tim mereka masih bercokol di puncak klasemen sementara dan berselisih 7 poin dari peringkat ke 2 Lazio.
Banyak orang menilai AC Milan sebuah tim yang hanya bisa mengagung-agungkan kebesaran di masa silam, namun mereka belum kehilangan jati dirinya sebagai sebuah tim besar.

Milan Merupakan Tim Yang Angin Anginan

Tim sekaliber AC Milan pernah dibekuk dengan skor telak 0-5 pada Desember tahun lalu oleh Atalanta. Awal tahun ini, Milan juga kalah 2-4 dari tim sekota derby Inter Milan. Pelatih AC Milan Stefano Pioli memanfaatkan masa jeda kompetisi untuk memupuk kekompakan tim. Bergabungnya Zlatan Ibrahimovic berpengaruh besar bangkitnya AC Milan sebagai tim besar di Italia. Hasilnya, termasuk yang teranyar, mereka mencatat lima kali laga tak terkalahkan di Serie A musim berjalan.

Ya, sangat disesalkan bagi para pendukungnya. Penampilan angin-anginan AC Milan sebelum ditunda karena pandemi Covid-19, membuat mereka terpaut 14 poin dari Atalanta di posisi ke 4 yang bahkan masih menyisakan satu laga (30) lebih banyak dari Milan (31) di posisi ke 5. Asa belum tertutup bagi AC Milan. Pasukan Stefano Pioli harus mengoleksi sebanyak mungkin poin dari 7 laga tersisa, sembari berharap tentu Atalanta tergelincir di sejumlah bentroknya.

AC Milan adalah tim Italia yang paling berhasil di Liga Champions, 7 gelar mereka menikmati Si Kuping Lebar. Oleh karenanya sangat ironis sekali, jika AC Milan kini hanya bisa berharap tim strip di atasnya tersandung untuk dapat lolos ke Liga Champions musim depan. Berandai-andai Stefano Pioli bisa sukses timnya ke Liga Champions, namun Pioli tak bakalan di San Siro lagi musim depan.

Namun setidaknya dapat berbicara ke Liga Eropa

Ini dikarenakan, AC Milan sudah sepakat menunjuk pelatih asal Jerman, Ralf Rangnick (62), untuk menangani AC Milan di musim 2020/2021 nanti. Akhirnya, dapat disimpulkan tiga rekor terjadi dalam laga di atas. Inilah pertama kalinya Rossoneri membobol gawang Si Nyonya Tua dengan empat gol di Serie A, sejak terakhir kalinya di Serie A pada musim 1989 silam.

Si Nyonya Tua mengukir rekor buruk dalam pertahanannya. Coba lihat, pasukan Maurizio Sarri kecolongan tiga gol hanya dalam waktu lima menit. Inilah pertama kalinya sejak mereka berjumpa Fiorentina di Liga Italia musim 2013/2014.

Walau Zlatan Ibrahimovic diberitakan akan hengkang dari San Siro, tetapi pria asal Swedia itu menunjukkan permainan yang sangat produktif bareng Rossoneri. Ibrahimovic sudah terlibat di 8 gol (5 gol dan 3 assist) dari 9 laga bersama Rossoneri. Di paruh musim pertama, “Si Setan” cuma bisa mendapatkan 25 poin, dari 19 laga.

Tapi sejak masuknya Ibrahimovic di paruh musim kedua, AC Milan sudah mengumpulkan angka 24 poin hanya dari 12 laga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *