Final Piala Dunia 1974 Cikal Bakal Belanda Dijuluki Juara Tanpa Mahkota

Posted on

Final Piala Dunia 1974 Cikal Bakal Belanda Dijuluki Juara Tanpa Mahkota – Saat itu, Belanda dengan pelatihnya Rinus Michels, sohor dengan permainannya yang mengguncang dunia, Total Football. Sebanyak 16 negara saat itu berlaga di putaran final (berbeda dengan yang kita kenal sekarang, 32 negara). Ke 16 tadi dibagi ke dalam 4 grup. Dihasilkan 8 negara (masing-masing juara dan runner-up grup), di babak selanjutnya ke 8 negara itu dibagi lagi ke dalam 2 grup.

Final Piala Dunia 1974 Cikal Bakal Belanda Dijuluki Juara Tanpa Mahkota

Final Piala Dunia 1974 Cikal Bakal Belanda Dijuluki Juara Tanpa Mahkota

Dari fase itu, nantinya dihasilkan 2 negara juara grup yang berhak memperoleh tiket ke partai puncak. Belanda saat itu tergabung dengan Bulgaria, Swedia, dan Uruguay di grup 3. Yang menang memperoleh 2 poin (sekarang 3).

Belanda keluar sebagai juara grup 3 dengan perolehan poin 5, dua menang dan satu seri. Di babak selanjutnya, Tim Oranye berada di grup berat yang beranggotakan Argentina, Jerman Timur, dan juara bertahan Brasil. Di sinilah cikal bakal Belanda dijuluki dan menjadi kiblat sepakbola dunia dengan total football nya. Tim Oranye di bawah Rinus Michels menyikat habis tiga laga dengan kemenangan. Belanda tidak memberikan kesempatan ke 3 lawannya untuk mencetak gol sama sekali.

Brasil dan Jerman Timur identik ditaklukkan dengan skor 2-0. Sedangkan Argentina dipreteli dengan skor 4-0. Kondisi berbeda dengan Belanda yang mulus mencapai final, Jerman Barat cukup terseok-seok. Di babak pertama, Jerman Barat lolos dengan status sebagai runner-up. Di fase itu Frans Beckenbauer dkk kalah dari Jerman Timur. Padahal Jerman Timur dibekuk Belanda di fase kedua.Di partai puncak, Belanda bertemu dengan Jerman Barat. Kondisi berbeda dengan Belanda yang mulus mencapai final, Jerman Barat cukup terseok-seok. Di babak pertama, Jerman Barat lolos dengan status sebagai runner-up. Di fase itu Frans Beckenbauer dkk kalah dari Jerman Timur. Padahal Jerman Timur dibekuk Belanda di fase kedua.

Laga final digelar di Olympiastadion Munich

Belanda yang percaya diri melihat hasil-hasil sebelumnya, semakin berbunga dan nampaknya bakal lebih mudah untuk menaklukkan Jerman Barat. Pasalnya, Belanda sudah unggul 1-0 ketika laga baru saja berjalan 2 menit. Gol ini berawal ketika Johan Cruyff disenggol di kotak terlarang oleh Uli Hoeness. Johan Neeskens yang menjadi algojo melaksanakan tugasnya dengan sempurna. 1-0 Belanda unggul.

Keunggulan membuat para pemain Oranye semakin pede. Namun karenanya, kepercayaan diri berlebihan pada akhirnya menjadi boomerang. Mereka menjadi lengah. Pemain Jerman Barat yang merasa diremehkan menjadi termotivasi untuk menyamakan kedudukan.

Motivasi Jerman Barat membuahkan hasil. Jerman Barat menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol penyeimbang itu berawal dari dihentikannya Bernd Holzenbein di kotak terlarang oleh Wim Jensen. Wasit memutuskan memberikan hadiah penalti untuk Jerman Barat, padahal sebenarnya pelanggaran itu dinilai berbau diving. Algojo Paul Breitner menjalankan tugasnya dengan baik.

Atas kejadian itu, mental anak-anak asuh Rinus Michels menjadi terusik. Johan Cruyff dkk coba membuat gol lagi. Alih-alih membuat gol, Oranye malah kecolongan lagi. Gerd Mueller membuat Jerman Barat berbalik unggul di menit ke 43 menjadi 2-1. Upaya Belanda mengejar ketinggalan menjadi sia-sia. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir, skor 2-1 tetap bertahan milik Gerd Mueller dkk. Itulah cikal bakal Belanda dijuluki sebagai Juara Tanpa Mahkota.

Seorang suporter Jerman Barat dinyatakan langsung meninggal dunia karena serangan jantung begitu Belanda akan mengeksekusi hadiah tendangan penalti di menit ke 2 tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *