Dominic Calvert-Lewin, Filippo Inzaghi-nya Everton

Posted on

Dominic Calvert-Lewin tampil subur dengan Everton. Khasnya, hampir semua golnya pada musim ini lahir dari satu sentuhan. Dia dipandang seperti dengan Filippo Inzaghi.
Calvert-Lewin meneruskan waktu suburnya bersama Everton. Striker 23 tahun ini mengepak hat-trick waktu Everton menaklukkan West Ham United 4-1 di Goodison Park pada babak ke-4 Carabao Cup, Kamis (1/10/2020) pagi hari WIB.

Torehan ini adalah hat-trick ke-2 Calvert-Lewin pada musim 2020/2021. Pemain 23 tahun itu telah mengepak delapan gol cuman dari lima laga selama musim ini.

Ketajaman yang diperlihatkan Calvert-Lewin ini termasuk mengagetkan sebab di musim-musim awalnya dia tidak pernah cetak lebih dari dua digit gol untuk Everton. Tangan dingin manager Everton Carlo Ancelotti jadi kunci melejitnya perform Calvert-Lewin pada musim ini.

Don Carlo dipandang mengoles Calvert-Lewin menjadi duplikasi dari mantan striker AC Milan

Filippo Inzaghi. Masalahnya Calvert-Lewin demikian beresiko di kotak penalti walau selama laga dianya jarang-jarang kuasai bola.

“Dominic ada pada level yang baik. Ia cetak banyak gol dalam lima pertandingan ini,” tutur Ancelotti selesai laga kontra West Ham diambil dari situs resmi Everton.

“Ia berubah cepat di kotak penalti, ia betul-betul konsentrasi serta efisien, itu ialah sisi yang penting.”

Di tiga laga Liga Inggris Everton musim ini, Calvert-Lewin sering jadi pemain starter non penjaga gawang yang mencatat sentuhan paling minim. Tujuh dari delapan gol Calvert-Lewin datang dari satu sentuhan serta semua terbentuk dari dalam kotak penalti.

Type striker fox in the box seperti Calvert-Lewin ini sebetulnya telah termasuk langka sekarang ini

Itu berlangsung sebab strategi sepak bola modern yang tuntut striker dapat kuasai bola serta lebih mobile dalam bergerak.

Tetapi, Ancelotti nampaknya tidak berpedoman memahami sepak bola itu. Dia telah memperjelas akan memaksimalkan Calvert-Lewin seperti dahulu dianya manfaatkan Super Pippo.

“Saya mempunyai penyerang yang fenomenal dalam diri Inzaghi, Ia cetak 300 gol serta 210 dengan satu sentuhan,” papar Ancelotti akhir pekan lantas diambil dari One Football.

“Seorang penyerang harus konsentrasi di kotak penalti.Saya pikir Calvert-Lewin benar-benar pahami itu sebab di kotak ia mempunyai kecepatan, ia melonjak tinggi sekali, ia berkekuatan.

“Dimana ia lebih berubah, berada di sana yakni dalam kotak penalti,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *