Di MotoGP Aragon 2020, Alex Marquez naik tribune lagi. Dia bak menunjukkan keberhasilan naik tribune di MotoGP Prancis 2020 awalnya bukan bertepatan.
Yang menarik, 2 tribune awalnya buat rookie MotoGP 2020 itu dicapai di situasi yang bertentangan. Bila di Le Mans di race seri ke-9 dia meraih tribune melalui balapan basah, tribune di Aragon di hari Minggu (18/10) tempo hari disikat dalam race kering. Kedua-duanya sama melalui kesuksesan finish di urutan ke-2.

Hasil itu membuat pembalap Repsol Honda itu langsung meraih tribune dengan beruntun dalam 2 balapan terbaru dalam ajang MotoGP 2020, yang berjalan di situasi berlainan.

Tindakan Alex Marquez di Aragon secara eksklusif dapat sorotan positif. Tidak hanya karena kesuksesannya naik 9 status dari start kesebelas lalu finish ke-2 , dan juga manuvernya dalam mengasapi beberapa pembalap sampai terus mendesak Alex Rins si juara.

Bersenjatakan ban depan dengan kompon medium

AM73 sukses menjaga tingkat maksimal dari bannya untuk dengan stabil melakukan perbaikan status di tiap lap MotoGP Aragon 2020 hingga kemudian bertarung sengit dengan Alex Rins di status paling depan di beberapa lap akhir.

“Saya pengin mengucapkan terima kasih ke team sebab motorku tampil kembali mengagumkan

seperti pada Le Mans serta Misano,” kata Alex Marquez selesai balapan, seperti dikutip RedBull.com.

“Startnya tidak bagus-bagus sangat tetapi saya selanjutnya dapat bangun perlahan. Saya sangat nikmati tiap overtake di kelokan paling akhir. Itu mengagumkan.”

“Ini sebuah tribune kering, jadi saya sangat benar-benar senang,” papar juara dunia Moto2 2019 serta Moto3 2014 itu.

Melalui tambahan angka dari runtutan 2 tribune, dalam race basah di Le Mans serta race kering di Aragon,

Alex Marquez untuk sesaat sudah mengumpulkan 67 point di klasemen MotoGP 2020. Dia menyamakan perolehan point dari rookie lain, Brad Binder, yang musim ini pernah meraih kemenangan di Brno.

Valentino Rossi tidak berhasil mengakhiri balapan di MotoGP Catalunya karena jatuh di lap ke-16. Walau sebenarnya, The Doctor waktu itu sedang ada di tempat ke-2.
Rossi mengawali balapan MotoGP Catalunya di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo, Minggu (27/9/2020) malam WIB, pada tempat ke-3. Di awal-awal, pembalap team Monster Energy Yamaha itu berkompetisi dengan Fabio Quartararo merebutkan tempat ke-2 di belakang Franco Morbidelli.

Quartararo lantas mendahului Morbidelli, diikuti Rossi yang naik ke posisi ke-2. Nasib jelek selanjutnya menerpa juara dunia 9x itu di lap ke-16.

Valentino Rossi jatuh waktu ada di Turn 2. Akhirnya, rideri 41 tahun itu tidak berhasil menyelesaikan race dan mengubur mimpinya meraih tribune ke-200 di MotoGP.

MotoGP Catalunya usai dengan Quartararo keluar untuk juaranya

Ada juga tempat ke-2 serta ke-3 dihuni ganda pembalap team Suzuki Ecstar, Joan Mir serta Alex Rins.

Selesai balapan, Rossi mengutarakan kekecewaannya karena tidak berhasil finish di MotoGP Catalunya. Juara dunia 9x itu menyebutkan dianya waktu itu punyai peluang emas meraih tribune pertama, tetapi semua pupus karena crash yang dirasakannya.

“Membuat malu sekali ini hari. Saat saya ada di trek secara baik serta berasa nyaman dengan motor saya, semestinya saya dapat finish di muka,” kata Rossi, diambil dari Speedweek.

“Saya serta dapat juga menang, karena Quartararo nampak banyak melamban. Saya seharusnya bisa meraih tribune sebab saya cepat sekali,” tegasnya.

Ini jadi kali ke-3 Valentino Rossi tidak berhasil mengakhiri balapan dalam delapan race MotoGP 2020 yang telah digeber. Awalnya, pembalap Italia itu alami permasalahan mesin di MotoGP Spanyol, dan crash pada MotoGP Emilia Romagna.

Andrea Dovizioso masih menyalahkan perform motor Ducati kendaraannya. Pembalap Italia itu bercanda agar lamban asal puncaki klassemen MotoGP.
Di MotoGP 2020, Dovizioso telah tiga seri puasa tribune. Di MotoGP Emilia Romagna akhir minggu lantas, pembalap 34 tahun itu finish ke-8.

Penambahan delapan angka ini cukup buat Dovizioso untuk selalu ada di tempat paling atas klassemen MotoGP dengan 84 point. Ia masih unggul satu angka dari Fabio Quartararo serta Maverick Vinales.

Jarak dengan pembalap tempat ke-4, Joan Mir masih tetap tipis. Dovizioso unggul empat point dari pembalap Suzuki itu.

Formasi klassemen MotoGP 2020 selama ini cukup membuat Dovizioso bahagia

Tetapi, ia memperjelas jika Desmosedici GP20 kendaraannya masih perlu pembaruan.

“Lihat klassemen ini hari membuat saya ketawa. Sebab susah untuk tempati tempat pertama dengan situasi terus melamban,” kata Dovizioso di GP One.

“Tetapi, itu yang berlangsung sekarang ini. Itu lucu, tetapi kami harus tampil oke dalam beberapa balapan untuk bawa pulang point. Kami terus kerja supaya lebih bagus serta belajar menyesuaikan dibagian kami belum dapat sukses,” ia memberikan tambahan.

MotoGP 2020 akan mainkan seri ke-8, Minggu (27/9). MotoGP Catalunya yang diadakan.

Selama ini, telah ada enam juara tidak sama dalam tujuh seri yang diadakan. Andrea Dovizioso sekali memang waktu jadi yang paling cepat di MotoGP Austria.

Lima juara yang lain ada Quartararo (2 kali), Brad Binder, Miguel Oliveira, Franco Morbidelli, serta Vinales.

Bela Rossi Pernat Nilai Perombakan Susunan Pembalap di Yamaha Tak Ada Gunanya – MotoGP, Carlo Pernat, mengungkapkan masalah utama yang dihadapi Yamaha dalam beberapa tahun terakhir. Adanya perombakan dari sisi para pembalap takkan memengaruhi ketajaman Yamaha pada musim depan. Pada musim depan, tim pabrikan Yamaha telah mengangkat Fabio Quartararo.

Bela Rossi Pernat Nilai Perombakan Susunan Pembalap di Yamaha Tak Ada Gunanya

Bela Rossi Pernat Nilai Perombakan Susunan Pembalap di Yamaha Tak Ada Gunanya

Untuk menggantikan posisi Valentino Rossi. Keberadaan Quartararo sendiri cukup mengejutkan karena pembalap berpaspor Prancis itu baru genap dua tahun berada di MotoGP. Namun begitu, sosok Quartararo juga bukan sesuatu yang tidak layak. Karena Quartararo sendiri mampu menunjukkan performa terbaik selama menjalani musim debut yang gemilang di MotoGP 2019.

Karena itu, Quartararo yang awalnya ada di tim satelit Yamaha langsung diangkat ke tim pabrikan. Quartararo akan menjadi rekan setim Maverick Vinales yang juga akan tetap bertahan di tim pabrikan hingga 2022. Namun begitu, Pernat menilai adanya perubahan di susunan formasi pembalap Yamaha takkan berpengaruh besar. Cara Yamaha menggeser Valentino Rossi dari tim pabrikan diyakini Pernat takkan memberi hasil baik untuk tim asal Jepang tersebut.

Ia mengatakan bahwa perubahan besar yang harus dilakukan Yamaha adalah dari sisi YZR-M1. Menurutnya motor adalah menjadi masalah utama dari Yamaha. Karena itu, menggantikan Rossi dengan Quartararo takkan berpengaruh besar. Yamaha membuat revolusi dalam hal pembalap, merekrut Quartararo, Vinales dan Morbidelli, tetapi itu tidak cukup, sekarang mereka membutuhkan revolusi teknis,” ungkap Pernat, mengutip dari GP One.

Selama bertahun-tahun, motor ini mengalami penurunan daya saing. Ini bukan lagi masalah pembalap, saya ingin membela Valentino dari berbagai tuduhan,” tambahnya. Dengan M1 ini mereka tidak akan pernah menang Kejuaraan Dunia di musim normal,” lanjutnya. Setiap kali ada masalah yang berbeda, mereka juga bermasalah dengan keandalan mesin dan saya tidak terkejut jika beberapa pembalap memulai dari pit lane sebelum akhir musim,” pungkasnya.

Bos KTM Puas Akan Pencapaian Pebalapnya Di GP Styria – Bos tim KTM yaitu Mike. Leitner merasa puas dengan pencapaian para pebalapnya di GP Styria akhir pekan lalu. Semua pebalap dapat menunjukkan performa impresif di Sirkuit Red Bull Ring. Pada pagelaran tersebut, dua pebalap KTM yaitu Pol Espargaro dan Miguel Oliveira memang tampil begitu bersinar.

Bos KTM Puas Akan Pencapaian Pebalapnya Di GP Styria

Espargaro bahkan sempat berada di posisi terdepan sebelum akhirnya lengah memasuki putaran terakhir. Kesalahan fatal itu lantas dimanfaatkan oleh Oliveira untuk melesat di posisi terdepan dan memenangi jalannya balapan.

Dari tiga pebalap yang berhak naik ke atas podium, terdapat nama Oliveira dan Espargaro yang mewakili KTM. Hasil ini jelas membuat Leitner sebagai atasan tim merasa bangga. Pasalnya, tidak mudah untuk membuat dua pebalap sekaligus untuk menembus podium dalam satu seri. Artinya, KTM benar-benar sudah bangkit dan menunjukkan eksistensi mereka di persaingan papan atas.

Balapan yang luar biasa. Kami memiliki keempat motor dalam sepuluh besar di balapan kandang kami dan dengan dua pembalap berjuang untuk bisa meraih kemenangan,” ucap Leitner.

“Pol terus menekan dengan Jack di lap terakhir dan kami menyadari betul bahwa bahwa dua tikungan terakhir sangat penting di lintasan ini (Sirkuit Red Bull Ring). Keduanya melebar tetapi untungnya Miguel berada dalam posisi yang bagus untuk membawa pulang balapan dan kami sangat senang tentang itu,” pungkasnya sekali lagi.

Joan Mir Kembali Harapkan Hasil Maksimal di MotoGP San Marino 2020 – Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, berbicara mengenai peluangnya di MotoGP San Marino 2020. Rider asal Spanyol itu berharap bisa melanjutkan tren positif yang diraih pada dua balapan sebelumnya.

Joan Mir Kembali Harapkan Hasil Maksimal di MotoGP San Marino 2020

Joan Mir Kembali Harapkan Hasil Maksimal di MotoGP San Marino 2020

Mir mengatakan ia dan timnya bakal memanfaatkan waktu jeda kali ini untuk melakukan persiapan yang lebih matang lagi. Rekan satu tim Alex Rin situ berambisi kembali memberikan hasil maksimal bagi timnya di Sirkuit Misano. Di Misano saya akan mencoba lagi. Kami akan melakukan persiapan lebih baik demi hasil yang lebih maksimal tentunya,” ujar Mir, seperti dilansir dari laman resmi Suzuki Ecstar.

Berbicara mengenai hasil pada balapan sebelumnya, Mir mengaku cukup percaya diri dengan keecpatannya di lintasan. Hal tersebut membuatnya semakin yakin bisa bersaing di Misano pada September nanti. Saya merasa hebat sepanjang akhir pekan, dan di balapan pertama saya merasa pasti bisa menang, tetapi di restart saya harus keluar dengan ban bekas dan sangat sulit menahan pembalap lain,” sambung rekan satu tim Alex Rins tersebut.

Manajer Teknik Suzuki Ecstar, Ken Kawauchi, mengklaim timnya saat ini tengah fokus melakukan persiapan guna menyambut seri balapan berikutnya. Hasil maksimal di MotoPG San Marino pun jadi target utama pabrikan Hamamatsu tersebut. Kami harus segera melupakan hasil ini. Kami fokus pada babak berikutnya di Misano untuk melihat apakah kami bisa kembali naik podium di sana,” ujar Kawauchi.

Performa Suzuki pada dua balapan yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring sendiri sebenarnya tidak terlalu buruk. Pabrikan asal Jepang itu meraih podium kedua lewat Joan Mir di MotoGP Austria 2020 akhir pekan kemarin. Meski demikian, hasil ini tetap saja tidak sesuai dengan yang diharapkan. Seperti yang diketahui. Mir punya kecepatan yang cukup baik di Sirkuit sepanjang 4,3 kilometer tersebut.

Hal itu ia buktikan dengan raihan podium kedua pada seri MotoGP Austria 2020 yang juga dilangsungkan di Sirkuit Red Bull Ring. Pada balapan tersebut, Mir bahkan mampu memberikan tekanan bagi para pembalap Ducati yang punya motor cukup bersahabat dengan karakter lintasan.

Rossi Quartararo Tidak Tertekan kok – Usai sempat menjanjikan di awal musim, Fabio Quartararo belakangan meredup. Menurut Valentino Rossi, masalah Quartararo cenderung disebabkan oleh motornya. Pebalap Petronas Yamaha SRT itu menciptakan start bagus dengan memenangi dua seri pertama di Jerez. Dominasi Quartararo bahkan ditegaskan dengan merebut pole di masing-masing balapan.

Rossi Quartararo Tidak Tertekan kok

Alhasil, mantan Rooke of the Year itu mulai digadang-gadang sebagai salah satu kandidat serius juara MotoGP 2020, mumpung Marc Marquez absen lama akibat cedera. Namun toh Quartararo gagal konsisten, setidaknya hingga seri kelima. Berturut-turut Quartararo finis ketujuh di Brno, kemudian finis kedelapan dan ke-13 dalam dua balapan di Red Bull Ring.

Rangkaian hasil kurang sip itu memang masih menempatkan Quartararo di puncak klasemen MotoGP dengan 70 poin, tapi posisinya diancam Andrea Dovizioso (67), dan Jack Miller (56). Aku tidak tahu apakah Quartararo merasakan tekanannya, tapi kurasa dia menderita dari masalah teknis motor kami,” ungkap Rossi dilansir Speedweek. Dia impresif di Jerez, seperti selama ini sama di sepanjang kariernya, motornya berfungsi dengan baik dan dia menang dua kali.

Tapi ketika Anda memaksakan motornya maka akan sedikit lebih sulit. Menurutku sih, masalah dia lebih karena masalah teknis. Sementara itu Rossi baru sekali finis podium, di Andalusia, kemudian menghasilkan 29 poin dalam tiga balapan terakhir. Pebalap Yamaha itu akan mencoba naik podium keduanya di musim ini di Misano. Kuharap motor kami akan tampil dengan baik di lintasan-lintasan berikutnya seperti di Misano, di mana kami kompetitif pada tahun lalu. Kami mengharapkan yang terbaik,” cetus Valentino Rossi.

Marc Marquez Absen Honda Ukir Rekor Tanpa Podium di MotoGP 2020 – Tanpa Marc Marquez, lima race MotoGP 2020 lewat tanpa rider Honda di podium. Itu menjadi sebuah rekor tersendiri karena baru kali ini Honda alami dalam nyaris empat dekade. Seiring dengan masih cederanya Marquez, yang turut membuat gelar juara dunia MotoGP 2020 dipastikan lepas dari gengamannya.

Marc Marquez Absen Honda Ukir Rekor Tanpa Podium di MotoGP 2020

Tim Repsol Honda bukan cuma kesulitan meraih kemenangan tapi juga bahkan untuk naik ke atas podium. Honda tanpa podium dalam lima balapan untuk kali pertama dalam 38 tahun,” demikian artikel di situs MotoGP. Disebutkan lebih lanjut, HRC saat ini sedang menjalani laju terburuk tanpa podium semenjak kembali balapan di kelas primer pada tahun 1982. Nyaris empat dekade atau 40 tahun silam.

Sulit membantah fakta bahwa itu adalah imbas dari cederanya Marc Marquez. Bukan apa-apa, si Baby Alien MM93 sudah sedemikian dominan sejak tampil di kelas primer MotoGP pada tahun 2013. Simak saja statistik singkat Marquez di tim MotoGP Honda berikut: Ia sudah menjalani 128 race MotoGP dengan meraih 95 podium, di antaranya 56 kemenangan. Dari tujuh musim keikutsertaan di kelas primer, enam di antaranya ia tuntaskan sebagai juara dunia.

Berikut perbandingan hasil Honda di MotoGP 2020 tanpa kehadiran Marc Marquez

Alex Marquez, adik Marc Marquez yang juga rekan setimnya di Repsol Honda, berada di posisi ke-15 klasemen MotoGP untuk sementara dengan 15 poin. Raihan terbaiknya adalah finis kedelapan. Stefan Bradl, rider pengganti Marc Marquez, belum finis satu kali pun di zona poin. Dari tiga race, hasil terbaiknya adalah finis di posisi ke-17.

Cal Crutchlow, dari tim LCR Honda Castrol, baru punya tujuh poin untuk duduk di posisi ke-21 klasemen MotoGP 2020 untuk sementara. Hasil terbaiknya adalah finis ke-13 sebanyak dua kali. Takaaki Nakagami, dari tim LCR Honda Idemitsu, menjadi rider Honda yang meraih hasil terbaik sejauh ini. Ia nyaris naik podium dengan finis keempat dalam MotoGP.

Andalusia dan sempat bersaing di MotoGP Styria sebelum terusik restart akibat red flag. Ia kini duduk di posisi keenam klasemen dengan 46 poin. Dengan Marc Marquez masih harus absen sekitar 2-3 bulan lagi, dan MotoGP 2020 berakhir di Portugal pada 22 November, akankah Honda bisa naik podium musim ini

Apa Ini Penampakan Wajah Simoncelli yang Lindungi Rossi di Austria – Valentino Rossi luput dari maut di MotoGP Austria 2020. Seorang rider mengklaim Rossi dilindungi mendiang Marco Simoncelli. Ia pun bilang wajah Simoncelli kelihatan di lintasan. Sebuah insiden di sirkuit Red Bull Ring pada MotoGP Austria 2020 pada 16 Agustus lalu membuat Valentino Rossi dan Maverick Vinales nyaris jadi korban keadaan di lintasan.

Apa Ini Penampakan Wajah Simoncelli yang Lindungi Rossi di Austria

Apa Ini Penampakan Wajah Simoncelli yang Lindungi Rossi di Austria

Menyusul senggolan Johann Zarco dan Franco Morbidelli, Rossi dan Vinales yang sedang melaju di lintasan nyaris kena motor ‘terbang’ yang nyelonong ke sirkuit. Untungnya, insiden ini tak memunculkan cedera di antara para rider. Nah, seorang rider yang pernah tampil di 125cc dan Moto3 memunculkan analisis dan klaim menarik atas insiden tersebut. Orang itu adalah Jakub Kornfeil, yang kini membalap di MotoE.

Menurut rider 27 tahun asal Republik Ceko itu, Valentino Rossi luput dari maut berkat ‘perlindungan’ dari arwah Marco Simoncelli! Rossi sendiri dikenal karib dengan Simoncelli, yang secara tragis meninggal dunia di sirkuit Sepang dalam MotoGP Malaysia 2011.

Ada sesuatu yang sukar dijelaskan di lintasan karena melibatkan sesuatu di dunia dan akhirat. Karena saat motor Morbidelli melayang di depan Valentino, wajah Marco Simoncelli bisa terlihat di hutan pada latar belakang. Aku memutar ulang (video insiden) berulang kali dan hal itu senantiasa membuatku terpana,” ujar Kornfeil mengklamim, seperti dilansir sport.tn.nova.cz.

Jakub Kornfeil pun dengan tegas mengiyakan saat ditanya lebih lanjut mengenai apakah dirinya percaya pada hal-hal gaib dan merasa bahwa arwah Marco Simoncelli sudah melindungi Valentino Rossi di Red Bull Ring. Itu benar-benar bikin merinding. Video ini bisa dipotong-potong menjadi rangkaian foto dan apa yang terlihat dari situ benar-benar menarik,” ucapnya.

“Dan menurutku, sesuatu benar-benar sudah terjadi. Aku masih tetap bisa melihat wajah Marco di sana,” tutur Jakub Kornfeil, menambahkan penampakan wajah Simoncelli itu terjadi sepertseratus detik saat Rossi nyaris kena sambar motor Morbidelli.

Kemenangan Oliveira dan Catatan Sejarah yang Menyertainya – Lagi dan lagi, Sirkuit Red Bull Ring yang kali ini berubah judul menjadi GP Styria menyuguhkan sebuah drama balapan yang sangat fantastis. Semuanya menjadi anti-klimaks. Balapan dimulai, Joan Mir, Miller, dan Takaaki Nakagami mengisi slot 3 barisan terdepan. Sesaat semuanya terlihat sama, Red Flag pun berkibar. Maverick Vinales harus menjatuhkan dirinya setelah YZR-M1 yang ia kendarai memiliki masalah pada pengereman.

Kemenangan Oliveira dan Catatan Sejarah yang Menyertainya

Kemenangan Oliveira dan Catatan Sejarah yang Menyertainya

Motor pun terbakar dan menabrak pembatas udara ( air fence). Sehingga steward perlu melakukan perbaikan juga membersihkaan puing motor yang berserakan. Balapan kembali dimulai dan hanya menyisakan 12 lap lagi. Semuanya pun berubah, Mir dan Nakagami harus terlempar dari posisi tiga besar. Sementara itu Miller, Espargaro, dan Oliveira saling berebut untuk menduduki posisi puncak. Espargaro dan Miller seakan menjadi pemeran utama dalam balapan ini.

Keduanya mempertontonkan manuver-manuver yang sangat luar biasa. Keberingasan KTM RC-16 harus melawan power besar dari Desmosedici. Hingga lap terakhir pun tiba. Miller berhasil mencuri posisi puncak milik Espargaro. Sampailah di tikungan sembilan, Espargaro mencoba untuk melakukan manuver yang cukup ekstrim. Dengan kontur sirkuit yang menurun ditambah tikugan yang cukup cepat, Espargaro berhasil melakukannya. Akan tetapi tidak berhenti di situ, Miller kembali membalas manuver tersebut.

Keduanya pun akhirnya harus melebar. Oliveira yang sedari tadi menguntit di belakang tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Pembalap asal Portugal ini pada akhirnya bisa meraih kemenangan pertamanya sepanjang karirnya di MotoGP. Tentu tak ada yang menyangka Oliveira akan meraih kemenangan tersebut. Semua berjalan sangat cepat dan anti-klimaks.

Di tikungan terakhir Dikarenakan space yang cukup sempit

Dan pembalap KTM Tech3 yang satu ini adalah satu-satunya orang yang dapat memaksimalkan kesempatan tersebut. Setidaknya lewat kemenangan Oliveira di GP Styria, ada beberapa catatan yang akan tersemat indah dalam sejarah balapan MotoGP.

1. Kemenangan pertama bagi Portugal di MotoGP
Miguel Oliveira adalah pembalap Portugal pertama yang mampu memenangkan balapan di kelas MotoGP. Tentunya hal ini merupakan pencapaian yang sangat baik bagi Oliveira secara individu dan juga Portugal sebagai negara.

Oliveira merupakan harapan satu-satunya bagi negara di ujung barat Eropa sejauh ini. Mengingat tidak ada lagi yang bisa mengikuti pencapaiannya.

2. Kemenangan pertama bagi bagi Tech3

Tech3 merupakan salah satu tim independen yang telah ikut serta dalam gelaran MotoGP sejak tahun 2000 lalu. Tim asal Perancis ini selalu konsisten meraih hasil maupun prestasi yang gemilang. Bersama Yamaha, Tech3 berada puncak kesuksesannya dan meraih banyak sekali raihan podium, akan tetapi nihil kemenangan. Tim yang dipimpin oleh Herve Poncharal ini melakukan perjudian pada tahun 2019 lalu dan memutuskan untuk bekerjasama dengan tim baru KTM.

Namun perjudian tersebut berakhir manis. Setelah 20 tahun lamanya, Miguel Oliveira dan KTM berhasil mempersembahkan kemenangan pertama bagi tim ini.

3. Kemenangan pertama KTM di Red Bull Ring

Yang lebih spesialnya lagi, Oliveira berhasil membawa KTM menjuarai seri di rumahnya sendiri. Sejak diselenggarakannya MotoGP Austria tahun 2016 lalu, pabrikan tuan rumah belum pernah mencicipi satu pun kemenangan bahkan podium. Namun balapan kemarin terasa sangat spesial karena selain kemenangan, KTM juga berhasil mengisi podium ke-3 lewat pembalapnya Pol Espargaro.

4. Pembalap ke-112 yang berhasil menjuarai seri di kelas MotoGP

Pada seri Styria kemarin, MotoGP baru saja menggelar balapan ke-900 sejak pertama kali menyelenggarakan balapan pada tahun 1949. Oliveira sukses menyabet kemenagan di waktu yang sangat spesial. Selain itu Oliveira juga tercatat sebagai pembalap ke-112 yang berhasil meraih kemenangan di kelas para raja.

5. Si dokter gigi tercepat di dunia.

Kemenangan pertamanya di MotoGP sekaligus semakin mempertegas bahwa ia adalah dokter gigi tercepat di dunia. Mungkin julukan The Doctor sudah melekat pada sosok Valentino Rossi. Akan tetapi Oliveira adalah dokter sesungguhnya di MotoGP (ya, walaupun makna dari “doctor” disini juga berbeda). Kesibukannya di lintasan balap, tak lantas membuat ia mengubur cita-citanya sebagai dokter gigi. Sejauh ini Oliveira masih mengenyam pendidikan kedokteran gigi untuk merealisasikan impiannya tersebut

Honda Kehilangan Taji dengan Tampil Bersama Pebalap Kelas Dua – Sampai dengan seri ke lima MotoGP di Sirkuit Styria. Persaingan perebutan poin sangat seru dengan menempatkan banyak pebalap-pebalap yang menduduki podium. 5 seri dengan 4 orang juara yang berbeda, ini menunjukkan ketatnya persaingan antara pebalap dan juga team. Namun satu yang menjadi tanya dari ketatnya persaingan yang ada, Tim “raksasa” Repsol/Honda seperti hilang dari peredaran.

Honda Kehilangan Taji dengan Tampil Bersama Pebalap Kelas Dua

Honda Kehilangan Taji dengan Tampil Bersama Pebalap Kelas Dua

Kondisi ini tentu saja menimbulkan berbagai dugaan, sebut saja yang paling dominan adalah faktor Marc Marquez. Semenjak kecelakaan yang menimpa Marc yang menyebabkannya harus absen dari balapan dan kabar terakhir Marquez akan. Absen di musim balapan 2020 ini, prestasi tim Honda juga langsung menurun, terjun bebas dari hero to zero.

Begitu tergantungnyakah Honda pada Marquez, sehingga begitu kehilangan Marc. Pebalap pendampingnya tidak bisa mengcover, meski tiga tahun mendominasi hampir semua poin team dan. Contructor itu diraih oleh Marquez, sebelumnya memang Dani Pedrosa bisa menjadi pelapis bagi Marquez. Namun selepas cedera yang dialami Pedrosa pebalap pelapis Marquez, Jorge Lorenzo di musim lalu gagal memberikan dukungan terbaik bagi Marquez.

Dengan 0 podium dan hanya meraup 28 poin. Apalagi tahun ini pendamping Marc adalah Alex, adik Marquez sendiri yang masih sangat hijau di MotoGP, dan pengganti Marc. Stefan Bradl masih berada di level pebalap kelas dua. Team satelit Honda, LCR Honda yang diisi Nakagami dan. Crutlow juga belum bisa menjanjikan memberi tekanan pada pebalap dari team-team lain.

Lorenzo terlempar dari sepuluh besar klasemen pebalap

Dari lima seri yang telah berlangsung, dalam klasemen 5 besar hanya sekali tercatat pebalap. Honda yakni Nakagami yang berhasil masuk 5 besar, dengan meraih 13 poin atau posisi keempat di MotoGP Andalusia. Di Styria kemarin Nakagami sepertinya akan meraih podium pertama bagi Honda. Tapi sayang insiden yang dialami Vinales, yang menyebabkan balapan dihentikan sementara. Nakagami tidak mampu mempertahankan posisinya bahkan terlempar dari 5 besar, ia hanya finish diurutan ke 7.

Dari lima seri, ada 11 pebalap yang meraih podium dan 4 diantaranya meraih dua kali podium yakni Quartararo 2 podium juara, Vinales 2 podium runner up, Dovisiozo 1 juara dan 1 podium 3, lalu jack Miller satu kali meraih Podium 2 dan 3. Catatan paling tragis adalah Team repsol Honda yang merupakan raksasa MotoGP sekarang justru menjadi penghuni dasar klasemen Team dengan hanya mengoleksi 16 poin dari Alex Marquez. Klasemen dipimpin oleh Team Yamaha SRT yang meraih 102 poin dengan dua kali merebut juara seri.

Meski belum pernah meraih juara, tapi dua kali meraih runner up melalui Vinales dan sekali podium 3 oleh Rossi. Team Ducati yang meraih sekali juara dan sekali podium 3 melalui Dovisioso, bersama Danillo Petruci Ducati ada di urutan ketiga klasemen dengan 92 poin. Selanjutnya Team KTM Factory Racing dengan sekali juara melalui Brad Binder di posisi 4 dengan 82 poin. Suzuki Ecstar menduduki posisi 5 dengan 1 podium dua oleh Joan Mir (73 poin).

Selanjutnya ada team yamaha factory Racing yang meraih 93 poin

Pramac Racing Ducati menduduki klasemen 6 melalui podium dua dan tiga yang diraih oleh Jack Miller (69 poin). Team medioker KTM Tech 3 menduduki klasemen 7 dengan 1 juara melalui Olivera (56 poin).Team LCR sedikit lebih baik berada di posisi 8 dengan 53 poin dari Nakagami (46) dan Crutlow (7), lebih baik dari Team gurem penghuni peringkat 9 dan 10 Avintia Racing dan Aprilia Racing yang meraih 37 dan 22 poin.

Di posisi klasemen constructor Honda menduduki posisi kelima, hanya lebih baik dari Aprilia, klasemen konstruktor dipuncaki oleh Yamaha, disusul Ducati, KTM dan Suzuki di peringkat 4. Catatan-catatan ini menggambarkan betapa hancurnya Honda tahun ini, apakah telah terjadi kesalahan manajemen balap dari Honda dengan menyediakan tunggangan yang hanya khusus buat Marc Marquez, sebagaimana ditengarai oleh orang-orang termasuk oleh ayah dari Jorge Lorenzo, bahwa Honda RC213V hanya dirancang untuk dikendarai oleh Marc Marquez.

Namun apapun yang terjadi, sepertinya tidak akan ada kejutan yang dapat mengangkat prestasi Honda secara instan di musim ini, kecuali terjadi keajaiban dengan sembuhnya dan siap tampilnya Marc Marquez. Sebenarnya Cal Crutchlow adalah pebalap yang bisa memberikan warna bagi Honda, namun sayang kenapa musim ini dia seperti melempem dengan hanya 7 poin dari 5 seri. Seri-seri MotoGP berikutnya akan semakin seru, persaingan kian merata, tapi tidak bagi honda khususnya Repsol Honda yang lebih awal mengucapkan ciao.

Kecerdikan Oliviera dan MotoGP di Sirkuit Styria yang Penuh Drama – Kecerdikan Miguel Oliviera memanfaatkan perseteruan sengit antara Miller dan Espargaro di detik-detik terakhir balapan memberikan gelar juara motoGP seri kelima di sirkuit Styria, Austria. Di samping mendapatkan trofi Oliviera juga berhak membawa pulang The M4 mobil terbaru keluaran BMW.

Kecerdikan Oliviera dan MotoGP di Sirkuit Styria yang Penuh Drama

Kecerdikan Oliviera dan MotoGP di Sirkuit Styria yang Penuh Drama

Miguel Oliviera yang mengendarai motor KTM berarti menjadi juara di kandang KTM. Dengan menjadi juara di Styria, Austria Oliviera tercatat sebagai pebalap Portugal satu-satunya yang menjuarai seri motoGP. Satu lagi catatan Oliviera ialah menjadi pembalap yang naik ke podium pada balapan yang ke 900.

Balapan motoGP di Styria, Austria yang merupakan seri kelima 2020 diwarnai banyak drama. Pertama, Zarco yang dalam kualifikasi menempati posisi 3 tetapi dalam balapan kali ini harus rela start dari pit line sebagai hukuman dalam indisen seri sebelumnya. Zarco dinilai oleh tim panelis yang menginvestigasi insidn tersebut sebagai mengendarai dengan tidak bertanggung jawab.

Drama kedua adalah dikibarkannya bendera merah akibat insiden yang menimpa pebalap Vinales pada race ke 16. Akibatnya balapan dihentikan dan dilanjutkan kembali dengan meneruskan sisa lap. Joan Mir barangkali pebalap yang paling dirugikan dalam insiden kali ini. Pada saat terjadi crash Mir memimpin di depan tetapi setelah dilanjutkan Mir melorot dan finis di urutan ke 4.

Espargaro yang digadang-gadang menjadi juara, mengawali balapan dengan pol position, harus puas di podium 3. Sepanjang race Espargaro terlibat adu balap dan saling salip-salipan dengan Mir, Nakagami dan Miller yang akhirnya finish kedua. Begitulah balap motoGP yang penuh drama dan selalu memacu adrenalin.

Lagu Lama Ducati Sang Pembalap Legendaris – Kalau saya, ketika mendengar dan membaca istilah Ducati langsung berpikir tentang MotoGP dan pembalap legendarisnya, Casey Stoner. Sama seperti ketika mendengar dan membaca istilah Ferrari. Langsung terbayangkan sosok Fernando Alonso dan kendaraan jet darat Formula 1 berwarna merah.

Lagu Lama Ducati Sang Pembalap Legendaris

Lagu Lama Ducati Sang Pembalap Legendaris

Sama seperti Ferrari, Ducati juga identik dengan warna merah. Saya pun masih mengingat salah satu livery legendarisnya yang ditempel sponsor produk rokok terkenal. Saat itu juga, saya melihat ada pembalap yang mampu merusak dominasi pembalap legendaris lainnya, Valentino Rossi. Kala itu setiap akan menonton MotoGP cara paling mudah untuk membujuk orang tua agar merelakan remote tv dipegang anak adalah, “aku mau nonton Rossi”.

Saat itulah saya menjadi bagian dari banyak orang yang menyaksikan kehebatan Rossi. Namun, di sela-selanya ternyata ada nama Stoner. Pembalap asal Australia itu bahkan menjadi perhatian bagi orang sekitar, karena ia berasal dari negara/benua yang bersebelahan dengan Indonesia. Tidak sedikit yang berkata, “jarang-jarang ada pembalap dari luar Eropa yang begini. Apalagi tetanggaan dengan kita”. Kurang lebih begitulah yang sempat saya ingat dari momen juaranya Stoner bersama Ducati.

Stoner dan Ducati Corse menikmati gelar juara dunia di tahun 2007

Setahun sebelum sosok Jorge Lorenzo naik kelas ke MotoGP. Raihan prestasi itu kemudian menjadi dongeng, karena Ducati sampai tulisan ini ditulis tak lagi mampu merengkuh gelar juara dunia. Sejak itu, pembalap dari Yamaha dan Honda menjadi raja di akhir musim secara bergantian. Bahkan, Stoner sendiri menjadi bagian dari dominasi pabrikan Jepang di MotoGP. Penyebabnya seperti yang kita ketahui, bahwa ia memutuskan pindah ke Repsol Honda pada 2011.

Suatu keputusan yang sebenarnya patut disesali, karena Ducati memiliki kekuatan bersama Stoner. Namun, hengkangnya Stoner dari Ducati juga tak lepas dari keberadaan masalah di Ducati. Saat itu dikabarkan sudah tidak ada kesepakatan lagi antara Ducati dengan Stoner. Begitu pun dengan keadaan motor yang mulai terlihat tidak mampu lagi menyaingi Yamaha dan Honda yang memiliki ciri tersendiri. Ducati sebenarnya memiliki ciri tersendiri, yaitu kuat di lintasan lurus. Ketika beradu cepat dengan motor Ducati di trek lurus selama 15 tahun terakhir, sudah pasti motor Ducati yang menang.

Tetapi, balap MotoGP bukan seperti drag bike yang hanya mengandalkan kecepatan sekali pacu di trek lurus. Itulah yang membuat motor di MotoGP juga butuh adanya kelincahan dalam melibas tikungan, dan saat itu motor seperti Yamaha dan Honda terlihat lebih baik. Bahkan, termasuk Suzuki yang sempat vakum dari MotoGP. Suzuki juga tergolong lebih lincah di tikungan meski saat di lintasan lurus tak sekuat pabrikan rival senegaranya, apalagi Ducati.

Pemandangan ini seharusnya menjadi peringatan bagi Ducati

Motor mereka tak sempurna, bahkan meski mereka merekrut pembalap yang terlihat cocok dengan karakteristik mesin mereka. Sesuai dugaan, Ducati pun harus rela melihat Stoner langsung berjaya dengan motor barunya. Bersama Repsol Honda, Stoner langsung juara di musim. Itu adalah pemandangan yang horor bagi Ducati, karena terlihat bahwa mereka telah membuat keputusan yang salah. Mereka membiarkan pembalap andalannya pergi saat motor mereka hanya bisa dipacu untuk juara bersama Stoner.

Artinya, Ducati memiliki arogansi dalam menentukan misi di kejuaraan MotoGP. Seolah yang salah adalah pembalapnya yang tidak mampu mengendarai motor mereka, bukan mereka yang tidak mampu memberikan motor yang bisa dikendalikan oleh pembalapnya. Pandangan ini kemudian bisa terlihat gamblang ketika pasca perginya Stoner, tak ada lagi nama pembalap Ducati yang mampu bersaing di depan. Bahkan, persaingan pembalapnya justru hanya di lingkup internal. Siapa yang selalu finis paling depan dengan Ducati, maka pembalap itulah yang punya peluang bertahan lebih lama.

Ini seperti ketika di suatu seri di Amerika Serikat yang memperlihatkan adanya pertarungan sengit antara dua pembalap Ducati untuk melalui garis finis. Seolah seperti heri, heboh sendiri, begitulah Ducati saat itu. Mereka hanya mampu menciptakan pesta kecil-kecilan di lingkup internal dan semakin kesulitan untuk bersaing dengan pembalap dari pabrikan lain. Pemandangan itu semakin memuncak ketika ada insiden “serudukan”* yang dilakukan Andrea Iannone kepada Andrea Dovizioso. Dua pembalap Italia yang diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis.

Walau akhirnya Ducati bisa memecah kebuntuan juara seri dengan motor yang dipacu Andrea Iannone di Red Bull Ring

Austria, kesalahan yang dilakukan Iannone di Ducati tetap akan diingat. Bukankah orang-orang selalu memperhatikan kesalahan orang lain. Entah berimbas atau tidak, yang pasti sejak insiden itu Ducati memutuskan pisah jalan dan tetap mempertahankan Andrea Dovizioso yang saat itu masih menjadi “good man”. Bisa dikatakan begitu, karena saat itu ia tidak banyak bicara, fokus dengan balapan saja, dan terkadang terlihat inferior.

Maklum, ia saat itu belumlah seperti Jorge Lorenzo apalagi Marc Marquez yang secara konsisten bersaing di papan atas klasemen pembalap. Ia pun belum menjadi jagoan publik Italia, karena mereka masih sangat menggilai Valentino Rossi. Meski Rossi tidak menang pun flare warna kuning tetap menghiasi langit sirkuit dari tribun suporter. Hal ini wajar, karena Ducati dan pembalap Italia-nya masih malu-malu macan.

Mereka sebenarnya sudah mulai memiliki perbaikan, khususnya ketika sudah menduetkan duo Andrea itu. Namun, sepertinya untuk menjadi juara dunia bukanlah hal yang mudah. Perlu faktor-faktor tertentu yang menyertai. Salah satunya adalah pengalaman bersaing di papan atas. Dovizioso dan Iannone tidak begitu menggaransinya, karena keduanya seringkali dinomorduakan sebelum bergabung di pabrikan Ducati.

Seperti Dovi yang sebelumnya hanya menjadi pembalap kedua setelah Dani Pedrosa. Bahkan, sempat menjadi pembalap ketiga ketika Stoner bergabung dan Dovi belum cabut dari Repsol Honda. Ia pun kemudian memperkuat Yamaha Tech3 yang artinya menjadi pembalap tim satelit. Saat itu juga kariernya diprediksi akan tamat, karena ia juga cenderung kalah bersaing dengan rekannya, Cal Crutchlow. Satu-satunya keunggulan Dovi saat itu adalah kesabaran. Ia tergolong pembalap yang tekun menyisir setiap putaran di belakang pembalap lain. Ia hanya akan menyalip jika perhitungannya tepat.

Terguncangnya Rossi dengan Kecelakaan MotoGP Austria Aku Sangat Takut – Valentino Rossi benar-benar terguncang dengan kecelakaan yang terjadi di MotoGP Austria. Nyaris jadi tragedi, The Doctor mengaku sangat takut. Meski tak sampai menyebabkan jatuh korban jiwa, kecelakaan dahsyat yang terjadi di MotoGP Austria dianggap sebagai salah satu kejadian paling mengerikan di ajang MotoGP.

Terguncangnya Rossi dengan Kecelakaan MotoGP Austria Aku Sangat Takut

Terguncangnya Rossi dengan Kecelakaan MotoGP Austria Aku Sangat Takut

Hanya keberuntungan (dan takdir Tuhan) yang bisa menghindarkan Valentino Rossi dan Maverick Vinales dari potensi dijemput maut saat itu. Kecelakaan tentu saja hal yang umum dan pasti terjadi di ajang MotoGP. Benturan kencang seperti yang dialami Johann Zarco dan Franco Morbidelli bukan sekali in saja terjadi. Pun begitu motor yang bergerak liar usai terjadi benturan kencang, sudah terulang dari musim ke musim.

Namun rasanya baru kali ini sebuah kecelakaan nyaris sekali menyambar pebalap lain ‘yang tidak bersalah’. Itu terjadi ketika Motor Zarco dan Morbidelli melayang begitu dekat dengan kepala Rossi dan Vinales. Rossi mengaku sangat takut dengan apa yang terjadi di Red Bull Ring. Akhir pekan tersebut diakuinya sangat berat. Diawali dengan menyaksikan kecelakaan yang tak kalah mengerikan di Moto2, dia kemudian nyaris jadi korban motor melayang.

Itu akhir pekan yang sulit,karena kecelakaan di Moto2 yang sudah menakutkan

Saat motor Enea Bastianini berada di tengah trek dan Hafihz Syahrin melayang (usai menabraknya),” ucap Rossi dikutip dari Moto. Momen mengerikan itu diakui Rossi bisa dia lupakan saat sudah berada di atas motor untuk menjalani balapan. Sialnya, saat race baru berjalan sembilan putaran dia nyaris jadi korban kecelakaan lain. Lalu, saat kecelakaan antara Zarco dan Morbidelli terjadi dan aku melihat motornya seperti peluru mengarah ke aku dan Maverick.

Aku sangat takut. Semua jadi lebih menakutkan saat melihat lagi gambar-gambarnya,” lanjut rider 41 tahun itu. Setelah nyaris jadi korban kecelakaan brutal, banyak yang mempertanyakan bagaimana Rossi dan Vinales bisa kembali ke lintasan untuk menjalani balapan kedua (setelah sempat dihentikan sementara). Rossi bilang hal tersebut memang tidak mudah.

Lalu kami kembali membalap: mereka bilang (kami) adalah pahlawan, atau dalam kasus ini kami disebut pemberani, atau disebut gila, atau telah dipaksa kembali ke lintasan. Saya ada di sana. Tentu saja saya tak bisa pulang. Dan tak pernah berpikir untuk meninggalkannya. Kita lihat saja apa yang terjadi dalam beberapa hari mendatang,” tuntas Rossi.

Insiden Motor Melayang Sempat Bikin Rossi Ketakutan – Valentino Rossi kembali menggambarkan kejadian mengerikan di MotoGP Austria lalu. Rossi sempat ketakutan ketika motor Franco Morbidelli melayang di depannya. Di Red Bull Ring, Minggu (16/8), tabrakan terjadi antara Franco Morbidelli dan Johann Zarco di lap ke-9, jelang tikungan ke-3. Motor Morbidelli langsung terseret aspal, melayang-layang ke arah tikungan.

Insiden Motor Melayang Sempat Bikin Rossi Ketakutan

Rossi lalu melintas sebelum kemudian motor Morbidelli masuk ke lintasan. Dari tayangan ulang, terlihat jarak keduanya hanya terpisah beberapa meter. Tak cuma motor Morbidelli, motor Zarco juga sempat mengancam nyawa Rossi.

Sebab, pecahan motor Ducati milik Zarco juga melayang di depan pebalap 41 tahun itu. Setelah insiden itu, balapan dihentikan sementara sehingga Rossi punya kesempatan kembali ke paddock untuk melihat lagi tayangan ulang insiden itu.

Dalam video yang beredar di dunia maya, Rossi tampak ketakutan dan nyaris menutup mata saat melihatnya lagi. Wajar mengingat kedua motor itu nyaris mencelakakan dirinya.

Johann Zarco Dibela Agostini: Pebalap Mesti Agresif Dari gambar yang ditangkap kamera saya, itu adalah yang paling menakutkan, karena dari situ Anda tentu paham seberapa cepat motor Franco melintasi trek. Dia begitu cepat sehingga saya tidak sempat melihatnya,” ujar Rossi di akun instagramnya @valeyellow46 menceritakan lagi soal insiden tersebut.

Ketika saya kembali ke paddock, betapa terkejutnya saya melihat motor Zarco benar-benar melintas di atas kepala Maverick. Beruntung tidak ada yang terluka tapi saya harap insiden ini membuat semua orang merefleksikan diri, terutama kami pebalap,” sambungnya.

Zarco memang tidak sengaja membuat kecelakaan hebat seperti itu, tapi itu jelas kesalahan yang harus diantisipasi, karena pebalap MotoGP tidak bisa apa-apa, terutama di tengah kecepatan 310 mil per jam. Saya paham kita sebagai pebalap selalu ngotot saat balapan dan memberikan yang terbaik untuk bisa di posisi terdepan. Tapi keselamatan lawan jauh lebih penting daripada finis.”

Motor Loyo Vinales Sulit Pikirkan Gelar Juara Dunia – Maverick Vinales mengakui dirinya akan sulit bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2020. Pasalnya, motor Yamaha M1 Vinales mulai loyo. Pebalap Spanyol itu digadang-gadang sebagai salah satu kandidat juara dunia di musim ini setelah Marc Marquez absen panjang.

Motor Loyo Vinales Sulit Pikirkan Gelar Juara Dunia

Vinales pun memulai dengan menjanjikan usai menjadi runner-up di dua seri pertama di seri Spanyol dan Andalusia. Namun, masalah mulai menghinggapi Vinales sejak seri ketiga di Brno. Pada balapan itu, Vinales finis ke-15 meski start dari grid kelima.

Insiden Motor Melayang Sempat Bikin Rossi Ketakutan Situasi serupa terjadi di seri keempat di Austria pada akhir pekan lalu. Meski merebut pole yang berarti start dari urutan terdepan, Vinales memble saat balapan sehingga harus puas finis kesepuluh, dengan selisih waktu yang mencapai lebih dari 15 detik dari Andrea Dovizioso, pemenang lomba.

Saat ini Vinales nangkring di posisi ketiga klasemen sementara MotoGP dengan perolehan 48 poin, disalip Dovizioso yang mengumpulkan 56 poin dan tertinggal 19 poin dari Fabio Quartararo di puncak. Vinales kini berpacu dengan waktu untuk membereskan masalah di motornya karena ditunggu MotoGP Styria di Red Bull Ring di akhir pekan.

Soal Rival, Quartararo: Dovizioso Lebih Bahaya ketimbang Vinales Sulit dipahami mengapa aku kencang di hari Sabtu tapi di hari Minggu aku seperti jalan kaki. Ceritanya selalu sama, aku menderita saat balapan. Sulit dijelaskan, padahal aku selalu melakukan yang terbaik,” sungut Vinales dilansir Tuttomotoriweb.

Aku tidak memikirkan titel juara dunia. Sulit memikirkan bisa menang dengan seluruh kesalahan ini. Aku mencoba memaksakan motornya motornya sampai semaksimal mungkin, tapi ketika tidak berhasil maka sulit.”

“Sulit untuk menyalip pebalap lain. Aku akan mencoba sabar dan menunggu momenku. Untuk sekarang titel juara dunia sepertinya rumit dengan apa yang kami punya di bawah sadel,” keluh Maverick Vinales.

Balapan Penuh Drama Dovizioso Kuasai Kembali Red Bull Ring – Sudah jatuh tertimpa cinta eh tangga pula” bukanlah peribahasa yang pas ditujukan kepada Andrea Dovizioso, melainkan kepada Johann Zarko. Setelah terjatuh dalam sebuah insiden dengan Morbidelli, Zarko kemudian menjadi terdakwa dan sasaran kebencian para pebalap dan fans MotoGP.

Balapan Penuh Drama Dovizioso Kuasai Kembali Red Bull Ring

Balapan Penuh Drama Dovizioso Kuasai Kembali Red Bull Ring

Valentino Rossi dan Maverick Vinales yang tepat berada di belakang insiden itupun nyaris tjelaka ketiban motor Johann Zarko dan Morbidelli yang berguling-guling bak kucing bunting terinjak beling. Untunglah kedua pebalap itu lolos dari maut sehingga dapat kembali melanjutkan balapan. Tak terbayang seandainya motor Rossi terkena hantaman motor Zarko yang terbang dengan kecepatan tinggi. Orang akan berkata kepada Rossi, “sudah tertimpa tangga, terjatuh pula!”

Zarko pasti akan dibully dan didemo, termasuk oleh PA loro-siji-loro disepanjang akhir hayatnya. Memang horor banget melihat sebuah motor “nir-awak” berlari sendiri, sementara sipenunggangnya berguling-guling mengejar motor itu. Zarko ini memang termasuk biang kerok berbagai insiden dalam MotoGP, eh sebenarnya juga termasuk kala beliau ini membalap di Moto2. Ahad sebelumnya Zarko juga terlibat insiden dengan pebalap Red Bull KTM Factory, Pol Espargaro.

Namun banyak pengamat, termasuk juga mantan pebalap sohor, Casey Stoner yang menyayangkan hukuman itu karena menganggap Zarko sama sekali tidak bersalah dalam insiden tersebut. Kala itu Pol Espargaro sedikit melebar ketika melahap tikungan. Ketika Pol berusaha masuk kembali ke racingline-nya, ia tak menyadari (atau pura-pura tak menyadari) kalau Zarko ada di belakangnya (dan pastinya akan berada di racingline itu!) Benturanpun tak terhindarkan. Pol Espargaro terjengkang dengan kaki mengangkang sambil meradang, sementara Zarko melaju menuju podium tiga.

Zarko kemudian dikenakan hukuman Long lap Penalty

Entah mengapa, persoalan Zarko ini selalu terjadi ketika ia ataupun pebalap didekatnya itu melebar. Memang dalam balapan istilah sing waras ngalah atau sesama bis kota dilarang saling mendahului itu tidak ada. Namun kearifan tetaplah diperlukan agar terhindar dari tjelaka. Tiga balapan sebelumnya selalu dikuasai oleh pebalap muda belia. Dua balapan oleh Fabio Quartararo, lalu satu balapan lagi oleh Brad Binder. Dunia terkesima sementara pebalap senior kehilangan muka. Untunglah balapan seri ke-4 berlangsung di Red Bull Ring, Austria.

Sirkuit ini memang markas KTM, tetapi sirkuit ini adalah milik pebalap senior, Andrea Dovizioso Bersama Ducatinya. Akhirnya pebalap senior pun tidak terlalu lama kehilangan muka.Dovi kemudian tampil trengginas padahal ia baru saja mengumumkan perceraiannya dengan Ducati. Kasak-kusuk perceraian itu sebenarnya sudah lama berlangsung. Konon Dovi kurang perkasa tersebab kehilangan gairah oleh usia menua. Konon Ducati ingin CLBK lagi dengan “barang baru stok lama” Jorge Lorenzo. Mantan terindah yang kini “pacaran” dengan Yamaha sebagai test rider itu diplot untuk menggantikan jok empuk Dovi di Ducati.

Tanpa basa-basi, Zarko yang terkenal sebagai pebalap “paling bernafsu se-MotoGP” ini juga melontarkan harapannya agar bisa dipersunting Ducati. Maklumlah, pebalap Reale Avintia ini masih memakai mesin Ducati “KW” atau GP19 versi lawas. Padahal Dovi saat ini memakai motor tercepat se-MotoGP, yaitu Ducati GP20 versi ori. Dengan motor tercepat, Zarko hakul yakin akan bisa mengasapi seluruh pebalap MotoGP, maupun pebalap Moto2 dan Moto3 bila mereka ini mau ikutan balapan dengannya.

Satu jok mulus lainnya di Ducati sudah dipastikan menjadi milik Jack Miller

Setelah Petrux, panggilan sayang Danilo Petrucci resmi melabuhkan hatinya ke tim KTM Tech3 musim depan. Tampaknya Ducati akan mengabaikan hasrat Zarko ini. Motor agresif dengan pebalap agresif rasanya kurang pas, karena pasti akan lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Dari 2016 hingga 2019 Ducati adalah penguasa Red Bull Ring. Karakter sirkuit yang naik turun disertai trek lurus Panjang serasa berjodoh dengan karakter mesin Desmosedici yang bertenaga dan kencang.

Dovi kemudian membuktikannya lewat kemenangan ketiganya di sirkuit ini, yang sekaligus juga menjadi kemenangan kelima Ducati dalam lima tahun terakhir. Selain faktor teknis Ducati, penulis menduga ada faktor non-teknis lainnya yang berperan besar dalam kemenangan Dovi kali ini. Pertama, Dovi memang belum habis. Dovi ingin membuktikan kepada Ducati bahwa ia sesungguhnya tidak pernah kehilangan gairah dalam membalap. Dovi seperti ingin berkata kepada Ducati, kalau mereka itu telah melakukan kesalahan besar dengan melepasnya pergi.

Atas tim-tim lain di Red Bull Ring dalam lima tahun terakhir ini. Kedua, Maju-mundur perpanjangan kontrak. Alotnya perundingan kontrak antara Dovi dengan Ducati selama ini ternyata membawa pengaruh negatif terhadap penampilan Dovi. Apalagi gosipnya menyangkut tarik-ulur soal gaji Dovi di Ducati. Ketika Dovi dan Ducati akhirnya sepakat berpisah, maka tidak ada lagi beban yang mengganggu hubungan Dovi dan Ducati. Dovi akhirnya bisa fokus untuk memenangkan balapan di sirkuit favoritnya ini.

Apalagi Dovi kemudian mampu menunjukkan kepada dunia hegemoni Ducati

Ketiga, terkait mental bertanding. Tiga tahun berturut-turut Dovi menjadi runner-up Marc Marquez dalam perburuan gelar juara dunia. Dovi termasuk pebalap yang sedikit melakukan kesalahan, tetapi mental bertandingnya kurang kuat. Sebaliknya Marc kerap ceroboh dan melakukan kesalahan, tetapi mental bertandingnya sangat kuat sekali. Ternyata kemenangan Marc atas Dovi lebih ditentukan oleh faktor mental bertanding itu. Dovi tampaknya sudah bisa move-on. Masalah yang mendera selama ini kemudian dijadikan motivasi untuk menang di sirkuit ini. Kalah akan membuatnya semakin terpuruk.

Sebuah kemenangan akan menyembuhkan luka di hati dan membuat orang menghargainya kembali. Di tengah ancaman pebalap-pebalap muda, Dovi seperti terlahir kembali dan ingin menunjukkan bahwa ia adalah pebalap senior yang mampu bangkit dari keterpurukannya, dan siap untuk menjadi juara dunia baru. Keempat, Dovi memang sudah benar-benar bugar. Seperti diketahui, Dovi baru saja sembuh dari cedera bahu yang dideritanya. Di tiga seri awal, Dovi membalap dengan tidak memaksakan diri. Mungkin ia menunggu proses pemulihannya berjalan secara alamiah.

Sehabis melakukan operasi di tangannya yang patah. Akibatnya sangat fatal. Marc justru harus beristrahat lebih lama lagi. Mustahil rasanya Marc bisa meraih gelar juara dunia tahun ini dari balapan tersisa. Minggu depan balapan akan kembali berlangsung di sirkuit Red Bull Ring ini. Bayangan insiden horor kemarin itupun belum lekang dari ingatan. Lautan gravel plus Air Fence bahkan tak mampu menahan laju motor Zarko.

Sebaliknya dengan Marc Marquez yang terlalu memaksakan diri untuk membalap secepatnya

Morbidelli yang melaju kencang dari straight selepas T3 (tikungan ketiga) Remus, menuju Rossi dan Vinales yang baru saja melewati T4 Rauch. Untung saja T4 Rauch itu berbentuk “tusuk konde” yang memaksa pebalap harus melambatkan motornya. Menurut Rossi, selepas T3 kecepatan motor bisa mencapai 300 km/jam. Namun menjelang T4, pebalap harus mengerem keras hingga kecepatan motor turun ke angka 60 km/jam. Itulah sebabnya Rossi masih bisa menikmati momen saat motor Yamaha M1 Morbidelli itu melayang di atas kepalanya.

Seandainya Rossi berada di sebuah straight dengan kecepatan 280 km/jam, maka ia pasti tidak akan dapat mengantisipasi sebuah motor terbang berkecepatan 250 km/jam yang datang ke arahnya. Kini semua orang berpikir keras bagaimana caranya agar sirkuit ini bisa memberi rasa aman, terutama di sektor T3 dan T4. Dalam pandangan penulis air fence masih tetap diperlukan mengingat dinding berisi udara ini sangat aman bagi pebalap ketika terjadi benturan keras.

Mungkin ada baiknya pemasangan barikade ban berlapis-lapis seperti yang umum terdapat pada sirkuit gokart, maupun balapan F1 dulu. Walaupun tidak seaman air fence ketika terjadi benturan terhadap manusia, tapi barikade ban terbukti efektif meredam benturan keras dari motor/mobil.

Dovizioso Juara MotoGP Austria Rossi Lolos dari Kecelakaan Maut – Balapan MotoGP seri Austria yang berlangsung hari ini sungguh mengerikan. Dua kecelakaan hebat terjadi di sirkuit ini. Dimulai dengan balapan Moto2 yang melibatkan Hafidz Syahrin. Kecelakaan hebat di tikungan 1 membuat Moto2 dihentikan sementara dan dilanjutkan lagi setelah trek dibersihkan dan Syahrin dibawa ke rumah sakit.

Dovizioso Juara MotoGP Austria Rossi Lolos dari Kecelakaan Maut

Dovizioso Juara MotoGP Austria Rossi Lolos dari Kecelakaan Maut

Lalu di kelas MotoGP kecelakaan kembali terjadi. Kali ini antara Morbidelli dan Johann Zarco yang terlibat kontak di tikungan 3. Motor keduanya sampai hancur. Valentino Rossi nyaris menjadi korban terkena motor yang terbang terbanting-banting. Untung ia mengerem, kalo tetep gaspol nggak kebayang deh apa yang akan terjadi pada dirinya. Andrea Dovizioso menjadi pemenang di balapan MotoGP yang penuh drama. Agak ironis, karena kemarin, Dovizioso baru memutuskan untuk tidak melanjutkan karirnya di Ducati.

Setelah beberapa bulan keputusan lanjut tidaknya Dovi di Ducati menjadi berita yang paling ditunggu, akhirnya Dovi memutuskan pisah dengan Ducati. Joan Mir melengkapi podium dua dan Jack Miller berdiri di podium 3. Balapan berlangsung dalam 28 lap. Banyak yak arena trek sirkuit Austria ini pendek. Vinales memulai balapan dari posisi pole sementara Rossi start dari posisi 12. Lepas start, Miller meluncur ke depan. Vinales terlempar dari top 3. Tiga pembalap teratas adalah Miller, Dovizioso dan Pol Espargaro. Lap kedua, Pol bertarung dengan Dovi berebut posisi dua. Vinales catat fastest lap 1:25:016 tapi nggak beranjak dari posisi lima.

Keduanya jatuh dan motor terbanting keras

Di belakang, Rossi terjebak dalam kerumunan. Lap keempat, Binder catat fastest lap 1:24:841. Pol berhasil lewati Dovi dan naik ke posisi dua. Dovi turun ke posisi 4 setelah dilewati oleh pembalap Suzuki, Joan Mir. Lap keenam Mir duel dengan Dovi berebut posisi 3. Sementara itu Rossi naik dari posisi 8 ke posisi 6. Quartararo nyasar ke gravel. Sejak seri kemarin, motor Quartararo emang bermasalah. Miller turun dan turun, terlempar dari top 3. Pol Esparagaro ambil posisi jadi rider terdepan. Lap kesembilan mimpi buruk itu terjadilah. Zarco terlibat kontak dengan Morbidelli di tikungan 3.

Tikungan 3 ini emang bahaya, tikungannya tajam. Motor yang sedang dalam kecepatan tinggi, jatuhnya juga kecepatan tinggi. Salah satu motor terbang nyebrang trek tepat ketika Rossi lewat. Rossi sudah melihat kecelakaan emang, ia ngerem sampai 40 km per jam. Keputusan yang tepat karena ini menyelamatkan nyawanya. Di belakang, ada Vinales yang lewat juga. Balapan langsung dihentikan karena spare part motor berceceran di trek. Morbidelli sempat ditandu menuju ambulans. Namun kemudian ia terlihat berjalan kaki menaiki ambulans.

Rossi masih shock ketika masuk pitbox. Ya iya siapa yang nggak shock abis lolos dari kecelakaan maut. Very lucky Rossi. Bagian atas motor Rossi ditutupi entah apa sebabnya. Balapan dilanjutkan lagi setelah trek dibersihkan. Balapan dimulai lagi melahap 20 lap tersisa. Miller lewati Pol untuk posisi 1. 18 lap tersisa, Rossi turun dari posisi 6 ke 8 setelah dibalap Brad Binder dan Nakagami. Miller catat fastest lap 1:24:332. Pol terus turun dan terlempar dari top 3. Top 3 saat ini Miller, Dovi dan Rins. 15 lap tersisa Pol dan Rins saling salip. 12 lap tersisa Rins nyaris terpeleset dari motor.

Bersyukurnya nggak ada korban tewas di kecelakaan dahsyat ini

Tapi yang jatuh malah Pol Espargaro. Setelah melebar, Pol balik ke trek dan menutup racing line Oliveira. Oliveira gagal menghindar dan jatuhlah keduanya. Dua rider sama-sama emosi. Oliveira malah menendang kursi di pitboxnya. Semarah-marahnya Rossi, nggak pernah lho dia berbuat begini. Manner tetep kudu dijaga.
10 lap tersisa Dovi, Rins dan Miller di top 3 dan Rins crash. Ia kehilangan control ketika menikung dan out dari balapan. Sayang sekaliiiii. Top 3 jadi Dovi, Miller dan Joan Mir. Ducati vs Suzuki. Miller dipepet ketat oleh Joan Mir. Sementara Dovi menambah jarak aman dari Miller.

5 lap tersisa, Joan Mir masih setia mencari celah menyalip. Posisi saat ini adalah Dovi, Miller, Mir, Binder, Rossi dan Nakagami. Posisi ini bertahan sampai masuk lap terakhir. Dovi melenggang aman ke garis finis sementara posisi Miller terancam oleh Mir. Dua tikungan menjelang finis, Mir menyalip dari sebelah dalam dan langsung gaspol ke finis. Miller tak kuasa mengejar dan kudu puas di podium 3. Balapan kali ini sungguh luar biasa menakutkan dengan dua kecelakaan yang terjadi. Sialnya, minggu depan balapan masih berlangsung di trek yang sama. Banyak-banyak berdoa deh semoga nggak ada kecelakaan lagi dan pembalap selamat semuanya.

Positif Tiada Lagi DesmoDovi di MotoGP 2021 – Andrea Dovizioso mengawali debutnya di MotoGP bersama tim satelit Honda, JiR Team Scot MotoGP pada 2008. Pada musim perdananya, ia mengoleksi 1 podium dan bertengger di peringkat 5 klasemen akhir. Setahun kemudian, Dovi naik strata ke tim pabrikan menggantikan posisi juara dunia MotoGP 2006, Nicky Hayden.

Positif Tiada Lagi DesmoDovi di MotoGP 2021

Positif Tiada Lagi DesmoDovi di MotoGP 2021

Bersama dengan Dani Pedrosa, Dovi mengibarkan bendera Repsol Honda di musim 2009 hingga 2011. Di tahun terakhirnya bersama Honda, ia berhasil menempatkan diri di peringkat ke-3 di bawah Casey Stoner (Ducati) dan Jorge Lorenzo (Yamaha). Setelah Hayden menjadi juara dunia pada 2006, tak ada rider Honda yang mampu mempersembahkan mahkota juara dunia ke pabrikan Jepang itu. Baru setelah Casey Stoner bergabung ke squad inti Honda pada 2011, Honda kembali menjadi jawara.

Sempat membela Yamaha selama setahun, Dovi didatangkan ke Bologna untuk menemani Nicky Hayden membesut Desmosedici GP13 pada 2013. Sejak saat itu, ia tak berhenti memperbarui kontrak dengan tim yang akrab dengan kelir merah itu. Delapan tahun bersama Ducati, Andrea Dovizioso mempersembahkan 3 kali posisi runner up secara beruntun dari 2017 hingga 2019. Penampilan Dovi di MotoGP bersama 3 pabrikan berbeda –Honda, Yamaha dan Ducati– bisa dibilang cukup konsisten.

Ducati memiliki kans menjadi juara dunia setelah beberapa tahun lamanya pengembangan berada di bawah pengawasannya

Prestasi terendahnya adalah saat pertama kali bergabung dengan Ducati yakni di peringkat ke-8. Itu pun lalu ditebusnya dengan perlawanannya terhadap dominasi Marc Marquez. Dovi sempat bersitegang dengan bos Ducati Corse, Gigi Dall’Igna dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu diamini oleh manajer Dovi, Simone Batistella. Namun Batistella hanya menyebutnya sebagai ketegangan profesional yang dapat berimbas pada kemajuan proyek Ducati di MotoGP. Dall’Igna yang sejak 2013 bergabung dengan Ducati di MotoGP, merasa.

Dia menganggap Dovi harus bekerja lebih keras untuk meraih posisi prestis sebagai juara dunia. Namun Dovi justru berpendapat bahwa Dall’Igna lebih fokus pada peningkatan power Desmosedici alih-alih memperbaiki permasalahan klasik Ducati yakni kemampuan bermanuver di tikungan.

Perpanjangan kontrak Dovi di Ducati diberitakan sempat terkatung-katung beberapa lama. Masalah krusial terakhir yang menjadi hambatan adalah besaran gaji. Kepada Dovi, manajemen Ducati mengajukan syarat pemotongan gaji jika ia masih akan membela tim Itali itu pada musim depan. Tahun ini pun, terkait dengan pandemi, hal yang sama pun akan diterapkan kepada pebalap utama Ducati itu.

Tak mencapai kesepakatan, akhirnya pada hari ini (15/8) melalui Direktur Olahraganya, Paolo Ciabatti, Ducati resmi mengumumkan bahwa Ducati dan Dovizioso akan berpisah pada penghujung musim ini. Satu kursi tim pabrikan Ducati sudah pasti akan diisi oleh Jack Miller. Miller yang kini membalap untuk tim satelit Ducati, Pramac Racing, beberapa bulan lalu sudah mengantongi kontrak bersama Mission Winnow Ducati untuk menggantikan Danilo Petrucci.

Berita mundurnya Dovi tentu menimbulkan beberapa spekulasi penggantinya

Salah satu kandidat kuat adalah Johann Zarco. Zarco yang tahun lalu hampir saja mundur dari MotoGP, didatangkan ke Reale Avintia Racing yang kala itu masih menjadi tim privateer. Perekrutan pebalap Perancis itu pun penuh drama. Karel Abraham yang terusir sempat bersitegang dengan manajemen Esponsorama, badan di balik Avintia Racing, karena dirinya sudah memenuhi kewajibannya sebagai pay rider hingga 2020. Bergabungnya Zarco pun menaikkan strata.

Avintia dari tim privateer menjadi tim satelit Ducati, paling tidak selama dua tahun mendatang (hingga 2021). Mengenai Zarco, Dall’Igna sendiri berjanji akan membantunya jika ia kompetitif di atas Desmosedici*. Dan pada GP Ceko pekan lalu, secara mengejutkan Zarco mampu finish di urutan ke tiga. Jauh di depan para pebalap Ducati lainnya. Kemungkinan ke dua adalah Cal Crutchlow. Tergeser oleh kehadiran Alex Marquez di LCR Honda, Cruthlow kemungkinan akan meninggalkan Honda. Salah satunya adalah kembali ke Ducati.

Pebalap Inggris itu pada musim 2014 menjadi pebalap di Ducati meski hanya mampu mengakhiri musim di peringkat ke-13. Cruthlow mengaku bahwa hingga saat ini hubungannya dengan para punggawa Ducati seperti Ciabatti, Dall’Igna dan Tardozzi masih cukup hangat. Dan dirinya akan sangat senang jika Ducati memanggilnya untuk kembali menunggangi Desmosedici pada 2010 mendatang. Selain Zarco dan Cruthlow, ada nama lain yang merupakan rekan setim Miller di Pramac Racing, yakni Francesco Bagnaia.

Bukan tak mungkin Bagnaia direkrut karena pengalamannya bersama Ducati sejak 2019 lalu. Di Jerez dan Andalucia, ia mampu tampil impresif saat kualifikasi dengan menduduki grid ke-4 dan ke-3. Nama terakhir yang bisa disebut tak lain adalah Jorge Lorenzo. Lorenzo yang pensiun pada akhir tahun lalu mengaku telah melakukan negosiasi dengan Ducati sebagai salah satu solusi jika negosiasi dengan Dovi gagal*. X-Fuerra sebelum bergabung dengan Honda, selama 2 tahun membela Ducati bersama Dovi. Tentu menarik bisa melihat Dovi kembali bersama Ducati.

MotoGP Tiga Seri Berlalu Yamaha Yahud Honda Babak Belur – Dari 3 seri yang sudah berlangsung, Yamaha menjadi tim dengan performa paling mantap. Tiga pebalapnya berhasil menempati 3 posisi teratas klasemen sementara. Masalah di Balik Performa Yahud Yamaha. Sempat dikabarkan akan mengganti konfigurasi mesin dari 4 silinder segaris ke V4.

MotoGP Tiga Seri Berlalu Yamaha Yahud Honda Babak Belur

MotoGP Tiga Seri Berlalu Yamaha Yahud Honda Babak Belur

Yamaha akhirnya masih menggunakan mesin dengan konfigurasi lama pada musim 2020. Bersama Suzuki, pabrikan ini berjibaku menghadapi mesin-mesin V4 Honda, Ducati, KTM dan Aprilia. Pada test pra musim di sirkuit Valencia akhir tahun lalu, Valentino Rossi memberikan penilaian positif pada performa motornya*. Dibandingkan musim 2019 yang membuat performa Yamaha tak konsisten hingga pertengahan musim, mesin baru diyakini dapat mendongkrak penampilan para rider tim garputala pada musim ini.

Dari 3 seri yang sudah berlangsung, Yamaha menjadi tim dengan performa paling mantap. Tiga pebalapnya berhasil menempati 3 posisi teratas klasemen sementara. Dan semua ridernya pernah mencicipi podium. Quartarato menjadi kampiun pada seri perdana di Jerez dan seri ke dua di Andalucia, Spanyol. Sementara Maverick Vinales berhasil mengekor di posisi ke-2 di kedua seri tersebut. Pada seri ke-3 Brno, Ceko pekan lalu.

Valentino Rossi pun tak ketinggalan. Rider 41 tahun itu menguasai podium 3 di Andalucia. Namun di balik performa ciamik itu, ternyata Yamaha tengah dirundung masalah. Masalah mesin (engine failure) menggagalkan penampilan Rossi di Jerez dan Morbidelli di Andalucia. Keduanya harus mundur saat balapan berlangsung. Sementara masalah menghampiri Vinales dan Quartararo saat latihan.

Giliran Franco Morbidelli yang tampil sebagai finisher ke-3

Asumsi pun beredar, bahwa mesin Yamaha tak kuat menghadapi temperatur tinggi. Asumsi itu diperkuat dengan tak bermasalahnya Yamaha di Brno yang mempunyai suhu relatif lebih rendah dari 2 sirkuit di Spanyol. Namun hal itu ditepis bos Yamaha MotoGP, Lin Jarvis. Untuk mengetahui permasalahan sesungguhnya, Yamaha pun mengirim sampel mesin ke Jepang untuk diinvestigasi. Hingga seri ke tiga, Yamaha sudah menggunakan 3 hingga 4 mesin dari 5 jatah mesin yang bisa digunakan di musim ini.

Vinales dan Morbidelli sudah menggunakan 5 jatah mesin mereka, sementara Rossi dan Quartararo sudah membuka mesin ke empat. Menghadapi 11 seri mendatang termasuk besok di sirkuit Spielberg Austria, sanggupkah Yamaha mempertahakan performa awal musimnya? Kita lihat saja. Cidera berkepanjangan ahlinya ahli tim Honda, Marc Marquez, membuat Honda menjadi pesakitan. Tahun lalu pun sebenarnya cukup mewakili tak sehatnya performa Honda.

Hanya mendudukkan 2 pebalapnya di 10 besar klasemen akhir cukup menjadi indikator bahwa terjadi ketimpangan di squad sayap terbang. Diakui atau tidak, fakta menunjukkan bahwa Marquez adalah satu-satunya pebalap Honda yang terlihat nyaman di atas RC213V. Gap yang jauh antara Marquez dan Cal Crutchlow yang bercokol di peringkat ke-9 menguatkan hal itu. Dan kini, ketidakhadiran The Baby Alien menjadi bencana bagi Honda.

Merekrut juara dunia ke squad utama hingga kini tak membuahkan hasil positif sama sekali

Dari 3 seri yang dilakoninya, hanya sekali Alex Marquez berhasil finish di 10 besar. Mengantongi 13 poin, adik kandung Marc Marquez itu kini menempati posisi ke-13 klasemen sementara. Pebalap tim LCR Honda, Takaaki Nakagami menjalani awal musim dengan lebih baik. Secara konsisten ia mampu mengakhiri lomba di posisi 10 besar. Sementara rekan setimnya.

Cal Crutchlow nampaknya masih belum mampu tampil 100% selepas mengalami cidera pergelangan tangan jelang balap di Jerez awal bulan lalu. Manajer tim Honda, Alberto Puig menyatakan bahwa hingga kini Marquez masih fokus pada pemulihan cideranya. Ia diprediksi baru bisa turun pada seri ke-6 di sirkuit Misano 13 September mendatang.* Jika prediksi itu akurat berarti Marquez hanya mampu mengumpulkan maksimal 225 poin dari 9 seri yang dijalani.

Itu pun kalau dia konsisten memenangi seri. Sementara hingga kini, Quartararo sebagai pemimpin klasemen sudah mengantongi 59 poin diikuti Vinales dengan 42 poin. Jelas, mempertahankan gelar menjadi pekerjaan amat berat bagi Marquez dan Honda untuk saat ini. Namun bukan berarti tak mungkin. Karena semua bisa terjadi di lintasan balap.

Lihat Lagi Klasemen MotoGP 2020 Jelang MotoGP Austria – Begini gambaran persaingan di klasemen MotoGP 2020 untuk sementara. Menjelang balapan MotoGP Austria di Red Bull Ring pada akhir pekan. Persaingan kelas primer di MotoGP 2020 memasuki seri keempatnya. Pekan ini ada MotoGP Austria yang bakal dilangsungkan di sirkuit Red Bull Ring.

Lihat Lagi Klasemen MotoGP 2020 Jelang MotoGP Austria

Merujuk pada jadwal MotoGP Austria 2020, rangkaian aktivitas di lintasan akan diawali dengan sesi-sesi latihan pada hari Jumat (14/8) ini. Sesi latihan terakhir yang dilanjutkan dengan kualifikasi berlangsung Sabtu (15/8) besok, yang disusul. Kemudian dengan agenda balapan pada hari Minggu (16/8) di sirkuit Red Bull Ring, Spielberg.

Seperti halnya balapan di Jerez, sirkuit Red Bull Ring akan menjadi medan. Persaingan dalam dua seri balapan yang digelar secara berturut-turut. Jika di Jerez ada MotoGP Spanyol dan MotoGP Andalusia pada seri pertama dan kedua, Red Bull Ring punya MotoGP Austria pada pekan ini dan MotoGP Styria yang dilangsungkan pada pekan depan.

Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) berjaya dalam kedua balapan di Jerez, sedangkan MotoGP Ceko pada pekan lalu dimenangi oleh rookie Brad Binder dari tim utama KTM.

Dari tiga balapan sejauh ini sudah ada dua pemenang berbeda

Hasil-hasil itu membuat klasemen MotoGP 2020 untuk sementara ini masih dikuasai oleh Quartararo yang berada di posisi teratas dengan 59 poin hasil dari dua kemenangan dan finis ketujuh di Brno, Ceko.MotoGP Austria 2020 Hujan atau Tidak? Ini Kata Fabio Quartararo. Posisi kedua ditempati oleh Maverick Vinales dengan 42 poin. Rider Monster Energy Yamaha itu berhasil jadi runner-up dalam dua balapan di Jerez tapi tercecer ke posisi 14 di Brno.

Sementara posisi ketiga di klasemen MotoGP 2020 untuk sementara ini ditempati oleh Franco Morbidelli (31 poin), yang merupakan rekan satu tim Quartararo. Hasil-hasil sejauh ini sekaligus membuat tiga posisi teratas dikuasai oleh para rider Yamaha.

Juara bertahan Marc Marquez masih absen dalam MotoGP Austria pekan ini. Rider Repsol Honda itu menjadi satu dari tiga rider yang belum punya poin di klasemen MotoGP 2020, bersama Germany Stefan Bradl yang baru tampil satu kali di Brno sebagai pengganti Marc Marquez dan rookie Iker Lecuona dari tim KTM.

Jelang F1 GP Spanyol Mercedes Kembali Khawatirkan Masalah Ban – Mercedes mengalami masalah ban dalam dua balapan terakhir Formula 1 di Sirkuit Silverstone. Problem serupa dikhawatirkan kembali terulang di GP Spanyol akhir pekan ini. Sebelumnya di GP Inggris pada 2 Agustus lalu, Lewis Hamilton memang meraih kemenangan dengan kondisi satu ban depannya pecah.

Jelang F1 GP Spanyol Mercedes Kembali Khawatirkan Masalah Ban

Jelang F1 GP Spanyol Mercedes Kembali Khawatirkan Masalah Ban

Namun masalah itu membuat rekan setimnya, Valtteri Bottas, harus finis di urutan ke-11. Kemudian sepekan berselang di GP 70th Anniversary, masalah ban kembali menghinggapi Mercedes. Cuaca panas membuat ban mereka cepat melepuh dan membuat strategi pit stop mereka berantakan.

F1 GP Anniversary: Verstappen Raih Kemenangan Perdana Musim Ini Hal ini dimanfaatkan Max Verstappen yang akhirnya meraih kemenangan. Hamilton dan Bottas sendiri cuma finis di urutan kedua dan ketiga. Jelang balapan di Sirkuit Barcelona, Minggu (16/8), Hamilton pun ragu timnya bisa lepas dari masalah ban itu.

Pasalnya, GP Spanyol tahun ini digelar pada Agustus, bukan Mei seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, cuacanya akan lebih panas dan bisa mempengaruhi performa ban. Saya pikir di trek ini, kami akan mendapat masalah serupa seperti pekan lalu, mungkin, terutama bila kondisi cuacanya panas. Mungkin tak seburuk sebelumnya tapi tetap menjadi tantangan,” kata Hamilton, dikutip dari Crash.

Strategi Ban Jadi Kunci Kemenangan Verstappen di GP Anniversary Dengan pilihan ban yang sama seperti pekan lalu, maka akan jadi tantangan yang benar-benar serius bagi kami,” jelas driver Inggris itu. Senada, Bottas pun memperkirakan hal serupa. Ia bahkan menyebut hal ini jadi keuntungan bagi dua pebalap Red Bull Racing, yakni Verstappen dan Alexander Albon.

Saya setuju, hal itu akan jadi tantangan besar bagi kami. Saya belum lihat ramalan cuacanya, tapi kelihatannya suhu saat balapan akan hangat. Sepertinya Red Bull, mereka sangat kuat dalam balapan di cuaca panas,” jelas Bottas.

MotoGP Kian Gila Brad Binder Juarai Sirkuit Brno 2020 – Dekade lalu orang bosen nonton MotoGP karena The Doctor malang melintang merajai bapan selama bertahun-tahun. Lalu datang lagi baby alien dari planet kenthir, untuk kemudian merajai balapan pula dan membuat pebalap lain tampak seperti “jaran kepang. Sihir alien tersebut baru kemudian sirna setelah lengannya patah terbelah dua di sirkuit jerez pada perhelatan pertama seri MotoGP kemarin.

MotoGP Kian Gila Brad Binder Juarai Sirkuit Brno 2020

MotoGP Kian Gila Brad Binder Juarai Sirkuit Brno 2020

Fans baby alien MM93 kemudian gegana, gelisah galau merana dengan mengatakan kalau balapan sekarang tidak akan seru karena Marc Marquez tidak bisa ikutan. Maverick Vinales dan Dovizioso kemudian tertawa sumringah berharap ketiban rezeki dengan absennya MM93. Namun kemudian lahir pula alien baru yang membalap dengan penuh percaya diri tanpa gelisah, melibas tikungan penuh pesona tanpa cela, membuat pebalap lain tampak seperti badut jenaka. Alien baru itu diketahui bernama Fabio Quartararo.

Menjelang MotoGP Brno ini, para penggemar MotoGP hakul yakin kalau Fabio akan kembali mengasapi para seniornya itu dengan mudahnya. Namun apa yang terjadi sodara-sodara sebangsa setanah air? Pemimpin klasemen balapan yang bernama Fabio itu bahkan harus terbirit-birit dari kejaran Takaaki Nakagami untuk bisa mencapai garis finish di posisi ketujuh.

Belum sirna kekaguman khalayak pecinta Lucinta Luna, eh MotoGP kepada Fabio Quartararo, eh ternyata telah lahir pula alien baru bernama Brad Binder. Binder ini secara kasat mata kemudian mengasapi para pebalap lain jauh di belakangnya. Wow! hanya kata itu saja yang bisa terucap dari bibir hamba sahaya melihat aksi berani dari seorang Brad Binder ini. Padahal, bersama Alex Marquez yang juga adalah adik kandung dari Marc Marquez, Binder adalah rookie AKA “anak bawang” baru di kelas MotoGP tahun ini.

Musim 2019 lalu KTM kurang berhasil

Bergabung dengan KTM, Binder menjadi “bawang putih” sedangkan Alex menjadi “bawang merah” kala bergabung dengan Honda. Tanpa membuang waktu dan bensin lagi, penulis yang juga merupakan pengamat MotoGP kelas cetek bin abal-abal ini langsung membakar menyan untuk melakukan penerawangan. Yah, menyan itu diperlukan karena penulis bukanlah seorang pengamat berlisensi ataupun mantan pebalap trek-trekan tingkat RT maupun Kecamatan misalnya. Selain tidak punya SIM C, penulis ternyata juga tidak bisa mengendarai motor sport.

Sulit menjelaskan secara detail apa yang terjadi pada balapan di sirkuit Brno kemarin. Binder dengan RC16 unggul dominan atas Morbidelli, Zarco dan pebalap lainnya. RC16 kini memang semakin cepat. Apalagi setelah Dani Pedrosa menjadi test rider KTM. Pedrosa kemudian mengembangkan kemampuan KTM RC16 yang berkiblat kepada Honda RC213V ini, dengan target untuk mengunggulinya kelak. Pada 18 November 2018 lalu, KTM RC16 meraih podium pertamanya setelah Pol Espargaro berhasil finish di posisi ke-3 MotoGP Valencia.

Namun KTM belumlah secepat Honda apalagi Ducati. Tentu ada faktor lain yang membuat mereka dominan pada sirkuit ini. Itulah yang membuat penulis mengalihkan perhatian kepada konstruksi motor KTM termasuk suspensinya, dan kemudian layout dan kondisi sirkuit Brno ini. Setelah diterawang, ternyata ada benang merah yang menghubungkan kesemua faktor di atas terhadap faktor hoki Binder dan KTM, sehingga mereka bisa cuan di sirkuit ini.

Adalah fakta kalau trek sirkuit ini sudah lama tidak dilapis ulang, sehingga dari tahun ketahun kondisinya semakin memburuk. Grip ban dengan aspal menjadi problem utama di sirkuit ini. Pada lintasan tertentu ditemukan beberapa titik bumpy, trek bergelombang yang memaksa pebalap harus berhati-hati agar tidak highside. Tetapi masalah utama adalah buruknya lapisan aspal yang membuat ban kehilangan daya cengkram di permukaan aspal.

Namun pengembangan RC16 sukses karena hasilnya bisa dilihat seperti sekarang ini

Raja “tikungan cantik” sekelas Fabio Quartararo saja sampai kehilangan nyali ketika merasakan ban belakangnya melintir ketika ia melibas tikungan dengan gayanya. Ketika Fabio mencoba beradapatasi dengan tikungan tersebut agar tidak mati gaya, maka ia segera saja kehilangan pesonanya untuk kemudian dengan gampang disalip pebalap lain. Selain karena aspal Brno yang sudah lama tidak memperoleh re-surfacing, salah satunya menurut Fabio adalah karena layout Brno yang turun naik.

Perubahan elevasi membuat posisi roda belakang dan roda depan tidak lagi balance. Jadi butuh strategi dan upaya fisik tertentu untuk memberikan load/beban tambahan pada roda belakang agar motor bisa stabil. Apalagi lapisan aspal yang buruk dan bergelombang semakin menambah penderitaan. Itulah yang menurut Fabio roda belakang seperti floating atau melayang. Hal inipun sudah dirasakan Fabio sejak sesi Latihan bebas. Namun hingga akhir balapan, Fabio belum juga menemukan solusi untuk permasalahan ini.

Brno yang terletak di perbukitan dengan lintasan naik-turun ini secara umum memang bukan sirkuit yang ramah untuk motor pengusung mesin I-4 Inline seperti Yamaha dan Suzuki. Apalagi lapisan aspal Brno yang buruk membuat keunggulan I-4 Inline kala melibas tikungan cepat menjadi sia-sia. Brno adalah rumah yang nyaman bagi motor pengusung mesin V4 seperti Honda, Ducati dan KTM.

Jangan ragu dan jangan pula lupa kalau KTM bersama WP Suspension

Pada sepuluh balapan terakhir, hanya sekali saja Yamaha berhasil menjuarainya, yakni ketika Jorge Lorenzo menjadi jawara di tahun 2015. Jadi penulis angkat topi buat Morbidelli (posisi 2) Rins (posisi 4) dan Rossi (posisi 5) Sebab tanpa perjuangan keras, mustahil mereka akan bisa mencapai posisi itu.

Brno adalah kandang tim KTM. Sialnya awal Juli kemarin KTM diperbolehkan melakukan tes privat selama dua hari di Brno. Dani Pedrosa sebagai test rider KTM kemudian menjajal RC16 sampai maksimal untuk mencari mapping setup yang paling pas buat KTM di sirkuit ini. Artinya berkat masukan dari Pedrosa, kini para pebalap KTM jadi paham betul karakter Brno ini. Kapan dan dimana harus gas pol, kapan dan di titik mana harus melakukan pengereman. Dalam hal ini memang para pebalap KTM sudah unggul setengah langkah.

Mesin KTM RC16 sendiri dipersenjatai mesin konfigurasi V4 1.000cc empat silinder, mirip dengan Honda dan Ducati. Namun konstruksinya memang beda sendiri dari tim lainnya. KTM memakai sasis tubular baja, serta suspensi depan/belakang semuanya buatan WP Suspension. Sementara mayoritas pabrikan lain menggunakan sasis deltabox alumunium twin spar, plus suspensi buatan Ohlins. Dulu ada juga yang memakai suspensi buatan Showa.

rajanya balapan “garuk tanah.” Kondisi ekstrim (bagi MotoGP) Brno tentu saja belum ada apa-apanya dibanding ketika duet “sasis teralis baja- shockbreaker WP Suspension” ini harus terbanting dari ketinggian beberapa meter kala berjumpalitan di pertandingan motorcross.

Kini semua tim selain KTM memakai suspensi Ohlin

Jadi kini sekarang sudah ketemu rahasia kesuksesan Binder dan KTM di Brno ini. karakter sirkuit yang “keras” rupanya sangat tjotjok dengan sasis teralis baja dan suspensi dari WP. Dipadu dengan mesin RC16 yang kian kencang, jadinya ibarat kwetiau goreng komplit dikasih saus tiram. Catatan lainnya, hampir semua pebalap mengeluhkan kondisi sirkuit Brno. Tapi kebanyakan hanya mengomel saja tanpa mau berusaha keras mencari solusi.

Padahal mereka memakai motor tim pabrikan yang terbaik, tetapi lebih suka untuk menyalahkan kondisi sirkuit. Hal sebaliknya justru dilakukan The Doctor. Rossi justru tampak menikmati balapan tanpa mau menyalahkan kondisi trek yang buruk. Kalau penulis punya jargon, “menulis untuk senang-senang,” maka Rossi juga punya jargon, “membalap untuk senang-senang.

Tahun lalu gelar juara Marquez terputus pas lagi sayang-sayangnya. “Cintanya” dirampok Dovizioso pas di tikungan terakhir. Minggu depan Marquez belum bisa main. Dovi juga tampaknya belum bisa maksimal setelah mengalami cedera berat. Vinales juga masing angin-anginan seperti biasanya. Mungkin pertarungan seru akan terjadi diantara Fabio, Morbidelli, Binder, Zarco, Rins dan Pol Espargaro kalau beliau ini tidak crash.

KTM Bukan Pabrikan Kaleng kaleng – Pasca kemenangan. Brad Binder di GP Ceko kemarin, pabrikan KTM menjadi buah bibir pecinta balap motor diseluruh dunia. Pasalnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka tim pabrikan asal Austria itu bisa memenangi balapan di kelas premier.

KTM Bukan Pabrikan Kaleng kaleng

KTM Bukan Pabrikan Kaleng kaleng

Tentu banyak yang terkejut dengan kemenangan yang diraih oleh KTM. Karena selama ini kejuaraan motogp biasanya hanya diperebutkan oleh 3 tim pabrikan saja yaitu Honda. Yamaha dan Ducati. Sedangkan tim pabrikan lain seperti Suzuki, Aprilia dan KTM masih dianggap sebelah mata, kehadiran mereka di arena balap motogp hanya sebatas pelengkap dan tim penggembira.

KTM memang masih terbilang pendatang baru di balapan motogp. Mereka mulai masuk dan meramaikan peta persaingan di kasta tertinggi balap motor dunia ini di tahun 2017. Namun sebenarnya KTM bukanlah pendatang baru di dunia balap, mereka punya prestasi dan pengalaman yang cukup bagus di ajang Moto3 dan moto2.

Sistem penjaringan pembalap sudah tersusun dengan rapih

Mereka mempersiapkan dan mempromosikan pembalap hasil didikan dari “akademi” yang mereka buat sendiri. Binder merupakan salah satu buah yang dihasilkan dari investasi panjang KTM. Sejak kelas moto3 dan moto2, Binder merupakan pembalap tim KTM.

Dari sisi motor, paket RC16 terus mereka kembangkan secara serius. Salah satu bukti keseriusannya mereka merekrut eks pembalap Honda Dani Pedrosa untuk membantu percepatan pengembangan motor. Jalan bagi KTM memang masih sangat panjang, namun sinyal bahwa mereka akan jadi penantang serius di motogp sudah mulai terlihat. Bahkan selevel Valentino Rossipun meyakini bahwa KTM akan ikut meramaikan peta persaingan kejuaraan.

Paket motor yang semakin kompetetif yang didukung oleh para pembalap muda bertalenta memang akan menjadi ancaman serius bagi tim-tim lainnya. Dan jangan pernah dilupakan bahwa tim motogp KTM berada dibawah naungan dinasti olah raga Red Bull yang sangat menggurita di dunia olah raga saat ini. Red Bull bukan hanya jadi sponsor bagi tim olah raga, namun secara agresif mereka membeli dan mendevelop berbagai tim olah raga, seperti di sepakbola, hoki, balapan mobil, F1 dan motogp.

Sehingga banyak yang meyakini support dana yang didapatkan tim KTM dari induk Red Bull untuk paket pengembangan motor RC16 akan terus mengalir dan tidak terbatas. Red Bull tentu punya misi khusus untuk bisa memenangkan kejuaraan ini. Mereka punya gengsi, kehadirannya tentu tidak mau hanya sebatas tim pelengkap dan penggembira balapan saja. Apalagi jadi tim medioker.

Brad Binder Juara MotoGP Brno Tim Satelit Sapu Bersih Podium – Podium Brno hari ini dihiasi wajah-wajah rider yang tidak biasanya berdiri di podium. Brand Binder menjadi juara seri Republik Ceko hari ini, diikuti Franco Morbidelli di podium dua dan Johann Zarco di podium tiga. Quartararo yang dijagokan jadi juara malah nggak masuk top 5. Lagi trouble kayaknya dia.

Brad Binder Juara MotoGP Brno Tim Satelit Sapu Bersih Podium

Brad Binder Juara MotoGP Brno Tim Satelit Sapu Bersih Podium

Marc Marquez masih belum bisa mengikuti balapan karena pemulihan pasca operasi. Pecco Bagnaia juga absen setelah cedera akibat jatuh di FP1 Czech GP. Musim MotoGP 2020 banyak kepotong gara-gara pandemi. Absen balapan karena cedera akan jadi kerugian yang cukup besar.

Hari ini peraih podium Czech GP berasal dari tim satelit. Tim pabrikan sedang tak berkutik. Valentino Rossi cuma mampu finis kelima di belakang rider Suzuki, Alex Rins. Maverick Vinales malah lebih parah, ia finis ke 14. Tim Ducati juga sama nggak mampu berbuat banyak juga. Dovizioso hanya mampu finis ke 11 setelah memulai balapan dari posisi 18.

Balapan berlangsung dalam 21 lap. Johann Zarco memulai balapan dari posisi pole. Tapi saat start, Morbidelli melakukan start sempurna dan melaju ke depan. Brad Binder menyodok ke posisi 4. Lalu naik lagi ke posisi 3 di lap ketiga. Top three saat ini adalah Morbidelli, Quartararo dan Brad Binder. Lap keempat, Binder head to head dengan Quartararo berebut posisi dua. Rossi yang start dari posisi 10 masih terseok di posisi delapan. Joan Mir dan Leucona jatuh dan out dari balapan.

Lap ketujuh, Pol Espargaro menguntit Binder. Tapi Binder gaspol dan lewati Quartararo di posisi dua. Crew KTM berteriak. Quartararo tambah turun posisi setelah kena overtake Pol Espargaro. Dua rider KTM di posisi 2 dan 3, tapi podium masih jauh dari rengkuhan, wong balapan baru masuk lap kesembilan. Lap kesepuluh, Pol Espargaro melebar dan Quartararo balik lagi ke posisi 3. Pol menyentuh motor Zarco ketika sama-sama memasuki tikungan.

Apes buat Pol ia hilang keseimbangan dan berakhir di gravel

Brno selesai untuk Pol. Nggak jadi podium deh. Insiden Pol dan Zarco diinvestigasi Race Director. Hasilnya adalah, Zarco kena long lap penalty gara-gara insiden ini. Terlihat Paolo Ciabati, Sporting Director Ducati protes berat dengan hukuman ini. Lap ke 11, Zarco naik ke posisi 3 setelah lewati Quartararo. Top three saat ini adalah Morbidelli, Binder dan Zarco. Lap ke 22, Rossi naik ke posisi 6, lumayan.

Gap Morbidelli dan Binder kian tipis. Sembilan lap tersisa, Binder sukses lewati Morbidelli buat posisi 1 dan langsung gaspol membuat jarak dengan Morbidelli. Crew KTM hore hore. 7 lap tersisa, Quartararo dapat ancaman dari Alex Rins. Rins head to head dengan Quartararo berebut posisi 4. Rossi di posisi 6 nonton aja. Rins berhasil lewati Quartararo buat posisi 4. Nggak mau kalah, Rossi juga lewati Quartararo buat posisi 5. Baru bangun nih The Doctor.

5 lap tersisa, Zarco melakukan hukuman Long Lap Penalty. Bahkan setelah melakukan penalty, Zarco nggak kehilangan posisi, ia tetap di posisi 3. Pacenya bagus emang. Posisi saat ini adalah Binder, Morbidelli, Zarco, Rins, Rossi, Oliveira dan Quartararo. Kalo nggak bikin kesalahan, Binder bisa juara.
Alex Rins panas hati diasapi Zarco. Ia tempel ketat Zarco dan bersaing buat posisi tiga. Dua lap tersisa, jarak Zarco ke Rins terpaut 0,397 detik.

Sementara Binder aman dari Morbidelli, keduanya terpaut 3 detik. Sayang Rins kehabisan waktu. Garis finis di depan mata. Rins kudu puas finis keempat. Not bad Rins. Menangnya Brad Binder jadi sejarah KTM, di mana Binder adalah satu-satunya rider KTM yang menang di kelas premier. Binder juga jadi rider Afrika Selatan pertama yang menjuarai MotoGP. Congratulations Binder. Berikut hasil selengkapnya MotoGP seri Brno dan klasemen sementara MotoGP 2020

Rider Afrika Selatan Membuat Sejarah di MotoGP – GP Brno Ceko yang baru saja berlangsung beberapa jam lalu. Membuat para penonton dilayar kaca berdecak kagum, bagaimana tidak, diluar dugaan dan prediksi seri ketiga. Perhelatan balapan para raja lintasan kali ini ternyata dimenangkan oleh rider asal. Afrika Selatan yang menunggangi motor pabrikan asal negeri tetangga Republik Ceko yaitu Austria.

Rider Afrika Selatan Membuat Sejarah di MotoGP

Rider Afrika Selatan Membuat Sejarah di MotoGP

Brad Binder yang mengendarai motor KTM berhasil menjadi juara pada MotoGP disusul Franky Morbidelli dan Johan Zarco. Zarco yang strat dari posisi terdepan tidak bisa mempertahankan posisinya sejak start dimulai. Posisinya langsung diambil oleh Morbidelli yang menunggangi motor Yamaha.

Binder merupakan rookie di MotoGP musim ini, ia membalap dengan sempurna bersama motornya sehingga tak ayal ia pun. Dapat dengan mudah meraih kemenangan setelah beberapa lap dengan sabar membuntuti Morbidelli di posisi pertama. Kemenangan ini adalah yang perdana bagi KTM sejak bergabung di MotoGP 2016 silam.

Naas bagi rekan setim Binder, Pole Espargaro yang harus pupus harapan menyentuh garis finish karena motornya tersenggol Zarco sehingga ia terjatuh dan tidak dapat melanjutkan balapan.

Binder juga mencatatkan namanya sebagai pembalap Afrika Selatan pertama yang dapat menenangkan balapan di kelas utama MotoGP. Hebatnya lagi ia berhasil menang dengan motor yang masih dalam tahap pengembangan, tidak ada yang menyangka KTM dapat meraih kemenangan di seri kali ini.

Ia hanya butuh 3 balapan untuk bisa meraih kemenangan, dan ia menjadi pembalap pertama yang meraih kemenangan di musim perdananya di MotoGP setelah Marc Marquez tahun 2013 di GP Austin, Amerika.

Kemenangan ini juga membuat untuk kali pertamanya lagu kebangsaan Afrika Selatan berkumandang di podium MotoGP.

Binder kini berada di posisi kelima klasemen sementara dengan raihan 28 poin, dibawah Andrea Dovizioso yang berada di posisi keempat dengan 31 poin.

Pembuktian Master Real atau Palsu – Dunia persilatan sedang heboh saat ini. Hal ini diawali dari pernyataan yang dilakukan oleh Chintya Candranaya yang dianggap telah mendiskreditkan olahraga MMA diakun youtubenya. Video tersebut sebenarnya telah dihapus oleh Chintya di chanel youtubenya akan tetapi telah mengundang banyak reaksi para praktisi MMA Indonesia.

Pembuktian Master Real atau Palsu

Pembuktian Master Real atau Palsu

Salah seorang Youtuber ternyata sempat menyimpan video Chintya yang dianggap telah mendiskreditkan MMA. Sebelum isu ini merebak, Chintya dan gurunya Master Agus dari perguruan Harimau Utara sebenarnya sudah menimbulkan kehebohan tersendiri dengan kedigdayaannya. Bayangkan saja, Seorang master Agus mengaku pernah mengalahkan 200 orang seorann diri dan muridnya. Chintya candranaya mampu mengalahkan 40 orang dengan 5 orang mati ditempat dan sisanya kerumah sakit dan ada yang meninggal dirumah sakit.

Pernyataan yang cukup membuat para praktisi tersinggung adalah ketika Chintya mengatakan jika. MMA tidak efisien dalam pertarungan jalanan, kemudian Master Agus Two. Hundred mengatakan jika beladirinya terlalu mematikan jika harus dibawa bertarung di MMA.

Melalui Chanel youtubenya, Theo dan rekan-rekan pun mengajukan tantangan terbuka kepada Chintya dan Master Agus. Tantangan ini dimaksudkan untuk membuka kebenaran akan kesaktian yang dimiliki Chintya dan Master Agus. Hal ini sangat penting menurut Rudy Agustian demi memberi edukasi kepada masyarakat agar tidak mencerna bulat-bulat seluruh konten yang ada di Youtube.

Ada beberapa kasus yang menyatakan jika anak-anak yang terpengaruh dengan konten Chintya mengalami cedera dikaki dan tangan karena mengikuti latihan Chintya yang memukul durian hingga pecah bersama batu yang ada dibawahnya, menendang tembok dengan tulang kering dan lain sebagainya.

Pencak silat memang olah raga tradisional Indonesia yang telah diakui oleh dunia keefektifannya dalam bertahan, Akan tetapi mendiskreditkan MMA adalah sebuah bentuk kecerobohan. Karena sebagian petarung berprestasi di MMA adalah para pesilat.

Publik juga harus bisa memilah antara konten fake ataupun yang real. Jika yang dipertontonkan bukanlah hal yang normal bisa dilakukan manusia lebih baik dianggap hiburan dan jangan ditiru. Kini para praktisi dari MMA sedang melakukan perjalanan ke Lampung dengan tujuan bersilaturahmi dengan perguruan Hariamu Utara dengan dimediaisisasi oleh kepolisian setempat.

Kita tunggu saja hasil silaturahmi tersebut agar kebenaran bisa terungkap. Apakah kesaktian CC40 dan Master Agus Two Hundred adalah real or fake.

Toto Wolff Ungkap Alasan Mercedes Perpanjang Kontrak Valtteri Bottas – Kepala Tim Mercedes AMG Petronas, Toto Wolff mengaku senang karena timnya berhasil mengamankan jasa Valtteri Bottas untuk balapan Formula One (F1) musim 2021 mendatang. Ya, Bottas yang seharusnya bakal mengakhiri kontrak dengan Mercedes di akhir musim 2020, kini sudah diperpanjang selama satu tahun lagi.

Toto Wolff Ungkap Alasan Mercedes Perpanjang Kontrak Valtteri Bottas

Toto Wolff Ungkap Alasan Mercedes Perpanjang Kontrak Valtteri Bottas

Menariknya, lagi-lagi Mercedes hanya mengontrak Bottas selama satu musim saja. Hal tersebut sudah dilakukan Mercedes kepada Bottas semenjak mereka bekerja sama pada F1 2017 silam. Jadi,. Total Mercedes sudah lima kali mengontrak Bottas dengan durasi satu musim saja.

Wolff sendiri enggan memberikan alasan mengapa Mercedes melakukan hal tersebut. Satu hal yang pasti, Mercedes pastinya selalu percaya kepada Bottas dan kepercayaan itu akan terus berlanjut hingga F1 2021. Untuk alasan mengapa Mercedes akhirnya yakin mengontrak Bottas karena menurut Wolff pembalap asal Finlandia itu kini mulai berhasil memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Wolff merasa bahwa awal F1 2020 menjadi momen di mana Bottas mampu tampil sangat baik.

Karena melihat Bottas yang sudah sangat berkembang itu, Mercedes pun pada akhirnya langsung memberikan kontrak baru kepada pembalap berusia 30 tahun tersebut. Menariknya, rekan setim Bottas, Lewis Hamilton belum mendapatkan kontrak sama sekali dari Mercedes.

Berkat driver asal Inggris itu, Mercedes pun mampu mendominasi gelar juara F1 dalam beberapa tahun terakhir tersebut. Kami sangat senang Valtteri akan tetap bersama tim setidaknya satu musim lagi (bersama Mercedes). Kami rasa Valtteri berada di tahun terkuatnya dari apa yang kami lihat selama ini. Baik dalam hal performa di trek, juga secara fisik dan mental,” ungkap Wolff, dilansir dari Crash.

Padahal bisa dikatakan Hamilton adalah pembalap utama Mercedes dalam beberapa tahun terakhir

Dia berada di urutan kedua dalam kejuaraan (F1 2020), menyelesaikan musim lalu di peringkat kedua dan memainkan peran yang sangat penting dalam kinerja tim kami secara keseluruhan. Saya yakin bahwa kami memiliki pasangan pembalap terkuat di F1 hari ini,”tambah bos Mercedes tersebut.

Menandatangani Valtteri adalah langkah pertama yang penting dalam mempertahankan kekuatan ini untuk masa depan. Valtteri adalah pria yang pekerja keras dan sangat jujur serta memiliki hubungan baik dengan seluruh tim, termasuk rekan setimnya,” lanjut Wolff.

Saya menantikan untuk melihat dia terus meningkatkan standar bersama kami tahun ini dan tahun 2021,” tutupnya. Kami sangat senang Valtteri akan tetap bersama tim setidaknya satu musim lagi (bersama Mercedes). Kami rasa Valtteri berada di tahun terkuatnya dari apa yang kami lihat selama ini. Baik dalam hal performa di trek, juga secara fisik dan mental,” ungkap Wolff, dilansir dari Crash.

Dia berada di urutan kedua dalam kejuaraan (F1 2020), menyelesaikan musim lalu di peringkat kedua dan memainkan peran yang sangat penting dalam kinerja tim kami secara keseluruhan. Saya yakin bahwa kami memiliki pasangan pembalap terkuat di F1 hari ini,”tambah bos Mercedes tersebut

Menandatangani Valtteri adalah langkah pertama yang penting dalam mempertahankan kekuatan ini untuk masa depan. Valtteri adalah pria yang pekerja keras dan sangat jujur serta memiliki hubungan baik dengan seluruh tim, termasuk rekan setimnya,” lanjut Wolff. Saya menantikan untuk melihat dia terus meningkatkan standar bersama kami tahun ini dan tahun 2021,” tutupnya.

Di Piala Thomas Kita Wajib Mewaspadai Tim Malaysia nya Flandy Limpele – Beberapa media di Malaysia rupanya senang memunculkan optimisme. Malah, bila perlu, optimisme itu dimunculkan setinggi mungkin. Mungkin maksudnya agar pembacanya, yakni masyarakat di sana, juga ikut termotivasi ketika membacanya. Asal jangan kelewat pede yang malah bisa jadi senjata makan tuan. Seperti ketika menyikapi hasil undian (drawing) Piala Thomas 2020.

Di Piala Thomas Kita Wajib Mewaspadai Tim Malaysia nya Flandy Limpele

Di Piala Thomas Kita Wajib Mewaspadai Tim Malaysia nya Flandy Limpele

Media Malaysia The Star misalnya, mereka membuat judul menggoda mata yang menganggap tim. Malaysia di Piala Thomas akan dengan mudah lolos ke fase selanjutnya. “Badminton: M’sia draws easy path to knockout stages of Thomas Cup,” begitu judul The Star. Lalu, di bagian kalimat pembuka (lead)Five-time winners Malaysia will have a clear path to knockout stages of the. Thomas Cu Finals din Aarhus, Denmark, from October 3-11.

Dalam berita tersebut, The Star juga memberitakan bahwa tim putra Malaysia dapat melakukan balas dendam kepada. Indonesia usai sebelumnya kalah 1-3 di ajang Badminton Asia Team Championships pada awal Februari 2020 lalu. Meski, The Star juga menilai bahwa Indonesia adalah satu-satunya lawan yang patut diperhitungkan. Malaysia dalam Grup A Thomas Cup 2020 yang akan digelar di Denmark pada awal Oktober nanti.

Judul dan ulasan media Malaysia tersebut berbeda dengan beberapa judul dan ulasan di media Indonesia dalam menyikapi hasil undian Piala Thomas dan Piala Uber 2020 tersebut. Beberapa media di Indonesia memilih judul ‘normatif’ dengan sekadar menyampaikan informasi hasil undian Piala Thomas dan Piala Uber 2020. Seperti CNN Indonesia yang menulis judul: “Hasil Undian Thomas Uber Cup 2020: Indonesia vs Malaysia. Sulit menemukan media yang memajang judul ‘meledak’. Palingan hanya harapan agar tim Indonesia melakukan yang terbaik di Denmark pada awal Oktober nanti.

Seperti Kompas.com yang menulis judul “Piala Thomas dan Uber 202, Membawa Trofi Pulang ke Indonesia. Grup A “mudah diprediksi”, Indonesia dan Malaysia berpeluang lolos. Sebenarnya, sah-sah saja ketika media Malaysia menulis ulasan kelewat pede demi membangkitkan semangat pemain-pemain Malaysia di Piala Thomas Uber dua bulan mendatang. Terlebih, di atas kertas, bila bicara peluang tim berdasarkan materi pemain, faktor masa lalu, dan juga head to head, persaingan di Grup A Piala Thomas 2020 memang terbilang mudah untuk diprediksi.

Mewaspadai sektor ganda yang kini dilatih Flandy Limpele

Dengan akan ada dua tim yang lolos ke babak perempat final, mudah untuk menyebut Indonesia dan Malaysia lebih diunggulkan ketimbang Belanda dan Inggris. Kecuali bila hanya ada satu tim yang lolos dari tiap grup, itu akan lebih mendebarkan. Memang, apapun masih bisa terjadi di lapangan. Namun, selama ini, Belanda dan Inggris memang tak punya ‘amunisi cukup’ untuk tampil kejuaraan beregu yang memainkan lima game.

Negara Eropa yang punya kekuatan merata untuk bermain dalam lima pertandingan beregu di nomor putra adalah Denmark. Terbukti, Denmark memang menjadi satu-satunya negara Eropa yang seringkali tampil di babak penting Piala Thomas. Bila begitu, tanpa meremehkan Belanda dan Inggris, hitung-hitungan di Grup A hanya tinggal siapa yang akan menjadi juara grup, Indonesia atau Malaysia. Dan itu tentunya akan bergantung hasil pertemuan kedua negara tetangga ini.

Dalam beberapa pertemuan terakhir di kejuaraan beregu, tim putra Indonesia lebih unggul dari tim Malaysia. Di Piala Thomas 2018 di Bangkok, Thailand, Indonesia bertemu Malaysia di babak perempat final. Kala itu, Malaysia masih diperkuat beberapa pemain seniornya seperti Lee Chong Wei dan ganda Goh V Shem/Tan Wee Kiong yang merupakan peraih medali perak Olimpiade 2016. Hasilnya, tim Indonesia menang 3-1. Lalu, di final beregu putra d SEA Games 2019 di Manila, Filipina pada pertengahan Desember tahun lalu, tim putra Indonesia bertemu Malaysia di final.

Hasilnya, tim putra Indonesia jadi juara dan membawa pulang medali emas usai mengalahkan Malaysia 3-1. Pertemuan terakhir tim putra Indonesia dan Malaysia terjadi di final Badminton Asia Team Championship (BATC) alias Kejuaraan Beregu Asia yang digelar di Filipina pada 16 Februari 2020 lalu. Lagi-lagi, tim Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Sebagai informasi, di final Kejuaraan Beregu Asia 2020 tersebut, tiga kemenangan Indonesia, dua diantaranya didapat dari sektor ganda.

Cheam June Wei yang mengalahkan Jonatan Christie di game ketiga

Yakni lewat pasangan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya yang mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di game kedua. Serta Mohammad Ahsan yang mendadak dipasangkan dengan Fajar Alfian dan menjadi penentu kemenangan di game keempat atas Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Satu kemenangan lainnya diperoleh Anthony Sinisuka Ginting yang menjadi pemain pertama. Ginting menang atas tunggal putra terbaik Malaysia saat ini, Lee Zii Jia dengan straight game 22-20, 21-16. Malaysia mendapat satu kemenangan lewat tunggal putra.

Karena Indonesia sudah unggul 3-1, game kelima antara Shesar Hiren Rhustavito melawan Leong Jun Hao, tidak dimainkan. Komposisi pemain yang dimainkan di BATC 2020 itu sangat mungkin akan menjadi materi bagi kedua negara di Piala Thomas nanti. Terlebih karena tidak adanya turnamen sejak terakhir All England 2020 awal Maret lalu. Tentu akan sulit memilih pemain baru yang lebih siap. Di atas kertas, Indonesia memang berpeluang kembali menang atas Malaysia. Namun, pemain-pemain Indonesia kali ini wajib waspada.

Sebab, meski pemainnya mungkin sama, tetapi permainan, ketahanan fisik, dan mentalitas pemain-pemain Malaysia di Piala Thomas 2020 nanti, bakal berbeda. Utamanya di sektor ganda. Itu tidak lepas dari sentuhan pelatih ganda asal Indonesia, Flandy Limpele. Flandy yang spesialis ganda dan pernah empat kali tampil di Olimpiade, direkrut oleh Badminton Association of Malaysia (BAM) untuk memoles sektor ganda putra Malaysia.

Penampilan menyerang ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty yang meraih gelar Thailand Open 2019 dan runner-up French Open 2019 dan masuk rangking 10 besar dunia, tidak lepas dari polesan Flandy. Nah, di negeri jiran, fokus Flandy kini memoles ganda putra terbaik Malaysia, Aaron Chiah/Soh Wooi Yik yang kini menempati ranking 9 dunia dan juga ganda kedua, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (rangking 17 dunia).

Pelatih asal Manado berusia 46 tahun ini terbilang sukses memoles ganda putra India

Dikutip dari badmintonplanet.com, Flandy langsung memberikan latihan keras untuk pemain-pemain ganda putra Malaysia. Khusus untuk Aaron dan Soh, Flandy bahkan menambah waktu latihan selama 45 menit demi menggenjot ketahanan fisik dan juga kecepatan mereka. Chia yang merupakan peraih medali emas SEA Games 2019 bersama Soh, menyebut kehadiran Flandy yang merupakan pelatih keempat mereka, telah menghadirkan semangat baru. Dia mengaku menikmati pola latihan yang diberikan Flandy. Terlebih di masa kevakuman turnamen.

Setiap pelatih membawa pola dan perspektif masing-masing dalam latihan dan permainan. Kami menyerap yang terbaik dari setiap pola latihan pelatih dan filosofi mereka. Dalam wawancara dengan badmintonplanet.com, Flandy menyebut ada banyak hal yang perlu diperbaiki di sektor ganda putra Malaysia sebelum tampil di Piala Thomas 2020. Utamanya ketahanan fisik dan mental pemain.

Saya akan menggunakan semua pengalaman saya untuk mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik Chia/Soh. Saya akan menekankan pada disiplin dan juga kekompakan antar pemain,” ujarnya. Kehadiran Flandy di tim Malaysia memang harus diwaspadai Indonesia. Apalagi, bila merujuk hasil di BATC 2020 Februari lalu, Indonesia unggul karena dominan di dua sektor ganda. Dengan penampilan Anthony Ginting yang stabil dan bisa diandalkan sebagai pemain pertama, Indonesia tinggal mengoptimalkan dua sektor ganda lewat Marcus/Kevin, Hendra/Ahsan atau Fajar/Rian untuk memenangi total lima game.

Kejuaran beregu adalah dengan mengoptimalkan dua sektor ganda lantas mencari satu kemenangan di sektor tunggal, atau sebaliknya memenangi dua sektor tunggal dan memburu satu kemenangan di ganda putra. Seiring polesan Flandy Limpele, tim Malaysia kini tentu berharap bisa memaksimalkan dua sektor ganda putra untuk merebut poin dalam lima game.

Usai Vakum Lama Siapkah Kita Tampil di Piala Thomas dan Uber 2020 – Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Menyampaikan pengumuman penting perihal nasib penyelenggaraan Piala Thomas dan Piala Uber 2020. BWF mengumumkan pembagian grup dari kontestan Piala Thomas dan Piala Uber 2020. Termasuk ada tim Indonesia di dalamnya. Proses pengundian ditayangkan secara langsung oleh BWF dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Usai Vakum Lama Siapkah Kita Tampil di Piala Thomas dan Uber 2020

Usai Vakum Lama Siapkah Kita Tampil di Piala Thomas dan Uber 2020

Undian itu digelar tepat dua bulan sebelum Piala Thomas dan Piala Uber digelar di Aarhus, Denmark pada 3-11 Oktober 2020 mendatang. Artinya, untuk saat ini, kejuaraan beregu dua tahunan ini diproyeksikan jalan terus. Tidak dibatalkan. Untuk Piala Thomas yang diikuti oleh 16 tim beregu putra, hasil undian menempatkan tim Indonesia berada di. Grup A bersama Malaysia, Belanda, dan Inggris. Sementara untuk Piala Uber yang juga diikuti oleh 16 tim putri, tim.

Di Piala Thomas kali ini, tim putra Indonesia diunggulkan di tempat pertama. Di atas kertas, pesaing utama Indonesia di fase grup adalah Malaysia. Merujuk head to head di pertemuan sebelumnya, salah satunya di final beregu putra SEA Games 2019, tim Indonesia yang diunggulkan di tempat pertama, seharusnya bisa menang atas Malaysia. Melansir dari Badmintonindonesia.org, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menyebut, jika melihat materi pemain Indonesia saat ini.

Menurutnya, melihat kekuatan di atas kertas, Indonesia lebih unggul dari Belanda dan Inggris. Namun, Susy mengingatkan Anthony Ginting dkk untuk tidak menganggap enteng lawan. Kami punya kans. Kami mau bawa pulang Piala Thomas kembali ke Indonesia. Tapi, fokus awalnya ke babak delapan besar dulu. Khusus untuk tim Uber, Indonesia harus bekerja keras untuk menjadi juara grup B. Sebab, ini grup yang lumayan berat. Tim putri Indonesia yang menjadi unggulan kelima, harus bersaing dengan Korea dan Malaysia untuk lolos ke babak berikutnya.

Kita tahu, saat ini, Korea dan Malaysia memiliki tim putri yang cukup mumpuni selain China dan Jepang. Meski begitu, Susy optismistis tim putri Indonesia bisa lolos. Dia hanya berpesan agar Greysia Polii dan kawan-kawan bisa menjaga fokus dan bermain fight di lapangan. Korea memang kuat, tapi saya rasa peluang tetap ada. Melawan Malaysia dan Australia juga tidak boleh lengah, karena di pertandingan beregu, apapun bisa terjadi,” ujar Susy.

Pengumuman pengundian ini hanya berselang beberapa hari setelah woro woro BWF

Perihal pembatalan turnamen BWF World Tour yang sedianya akan digelar pada September mendatang. Ya, dengan alasan pandemi belum berakhir, empat turnamen yang seharusnya digelar pada September mendatang, yakni Taiwan Open (1-6 September), Korea Open (8-13 September), China Open (15-20 September), dan Japan Open (22-27 September), semuanya ditunda oleh BWF. Apa korelasi antara pembatalan turnamen BWF di bulan September dan pengundian Piala Thomas dan Piala Uber tersebut, tepatnya pengaruhnya bagi pemain-pemain Indonesia.

Sangat berpengaruh. Sebab, PP PBSI sejatinya ingin menjadikan turnamen di bulan September sebagai ajang pemanasan bagi pemain sebelum tampil di Piala Thomas dan Piala Uber di bulan berikutnya. Namun, apa mau dikata, BWF punya pertimbangan lain. Bahwa faktor kesehatan pemain, pelatih, ofisial dan semua elemen yang terlibat dalam pertandingan, menjadi pertimbangan paling penting BWF dibandingkan turnamen itu sendiri. Keputusan pembatalan turnamen-turnamen ini demi menjaga kesehatan pemain, penonton, volunteers dan anggota asosiasi.

Kami sangat kecewa karena harus membatalkan beberapa turnamen, namun keselamatan semua pihak yang terlibat adalah hal yang paling penting saat ini,” begitu pernyataan Thomas Lund, Sekretaris Jenderal BWF dalam rilis yang dimuat di situs resmi BWF. Nah, pertanyaannya, bila tidak ada turnamen pemanasan dan juga kevakuman pertandingan resmi BWF sejak Maret lalu.

Tentu saja, tampil membela negara memperebutkan trofi beregu paling bergengsi di bulutangkis tanpa bermain di turnamen selama lebih dari empat bulan, bukanlah persiapan ideal. Bisa dibayangkan, pemain-pemain merindukan ‘kesakralan’ pertandingan yang kelak bisa berakibat mereka harus beradaptasi dulu dengan situasi Piala Thomas dan Piala Uber. Mereka ditantang agar fisik dan pikiran mereka langsung klik dengan pertandingan.

PBSI siapkan turnamen simulasi

Toh, PBSI tidak akan tinggal diam. Mereka akan kembali ‘memanasi’ semangat kompetitif pemain-pemain Pelatnas agar tidak melulu berlatih dan berlatih saja. Setelah Juni-Juli, PBSI menggelar PBSI Home Tournament bekerja sama dengan MolaTV yang mempertandingkan lima sektor dengan mempertemukan pemain-pemain Pelatnas, induk olahraga bulutangkis tanah air ini kini berencana membuat ‘turnamen pemanasan’ menuju Piala Thomas/Uber 2020.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan, PBSI akan kembali menggelar kejuaraan serupa, kali ini dengan format beregu Piala Thomas dan Uber. Menurutnya, tim Indonesia perlu wadah untuk melatih kesiapan jelang perebutan supremasi bergengsi tersebut. Kebetulan kami juga belum dapat kepastian lagi mengenai kejuaraan-kejuaraan resmi dari BWF. Oleh karena itu, kami perlu simulasi untuk mematangkan kesiapan pemain kami.

Menurut Budiharto, simulasi Piala Thomas dan Uber akan dilangsungkan di Pelatnas Cipayung pada awal September 2020. Para pemain akan dikelompokkan ke dalam beberapa grup dengan menggunakan format setengah kompetisi. Dan memang, persiapan untuk tampil di turnamen beregu seperti Piala Thomas/Uber, berbeda dengan persiapan tampil di turnamen perorangan. Sebab, dalam turnamen beregu yang memainkan lima pertandingan, kemenangan tim dihitung secara akumulasi.

Artinya, bila ingin juara, tim Indonesia harus memperkuat kekompakan, kerja sama tim, dan juga rasa percaya satu sama lain. Nah, kekompakan dan percaya diri itu bisa dipupuk lewat turnamen simulasi ini. Selain itu, turnamen simulasi nanti juga penting untuk mengimplementasikan protokol kesehatan di kejuaraan. Sehingga, pemain-pemain dan ofisial tim sudah terbiasa dengan penerapannya di Piala Thomas/Uber nanti.

Rindu tim Indonesia juara Piala Thomas dan Piala Uber

Adapun beberapa protokol kesehatan yang diterapkan saat turnamen Mola TV PBSI Home Tournament dulu agar bebas dari Covid-19, para hakim servis menggunakan masker dan face shield. Khusus hakim servis, tiap mengganti shuttlecock, mereka menggunakan hand sanitizer. Pada akhirnya, lama tidak tampil di pertandingan sesungguhnya, lantas langsung di kejuaraan beregu yang penuh gengsi dan tensi, memang bukan persiapan ideal.

Namun, siap atau tidak siap, pemain-pemain Indonesia harus siap tampil maksimal dengan situasi yang ada. Toh, bukan hanya pemain-pemain Indonesia yang merasakan kevakuman turnamen selama berbulan-bulan. Indonesia malah lebih lama “puasa gelar”. Tim putri Indonesia kali terakhir juara pada edisi 1996. Kala itu, tim putri Indonesia masih berstatus ‘the dream team’. Tim putri China masih belum ada apa-apanya.

Faktanya, tim putri Indonesia yang kala itu bermaterikan pemain-pemain seperti Susi Susanty, Eliz Nathaniel/Zelin Resiana, Mia Audina, Finarsih/Lili Tampi dan Meluawati, bisa menang telak 4-1 atas China di final. Padahal, tim putri China kala itu juga diperkuat pemain top macam Ye Zhaoying, Wang Chen, dan juga Zhang Ning yang merupakan andalan di sektor tunggal, serta ratu ganda putri dunia saat itu, Ge Fei/Gu Jun. Ah ya, raihan tim Indonesia di Piala Uber 1996 itu sekaligus mempertahankan gelar. Di tahun 1994, tim putri Indonesia juga juara di rumah sendiri lewat kemenangan 3-2 atas China.

Itu momen langka. Sepanjang sejarah, hanya kala itu, tim putri Indonesia bisa juara beruntun di Piala Uber. Berselang 24 tahun sejak kemenangan di Hongkong 1996, tim putri kita kesulitan ‘berbicara’ di Piala Uber. Namun, tahun ini, dengan materi yang cukup kompetitif dan kenyang pengalaman di turnamen BWF World Tour seperti Greysia Polii/Apriani, Gregoria Mariska.

Marc Marquez Mencoba Kejar Quartararo di Brno Bisakah – Sepekan telah berlalu, dan esok Minggu (9/8), Motogp akan kembali tergelar. Kali ini tuan rumahnya adalah salah satu negara Eropa yaitu Rep. Ceko dengan sirkuit identiknya, Brno. Berhubung ini masih di awal musim kompetisi, maka balapan di MotoGP masih menyimpan banyak keseruan. Salah satunya adalah siapa yang akan menjadi juara dunianya.

Marc Marquez Mencoba Kejar Quartararo di Brno Bisakah

Marc Marquez Mencoba Kejar Quartararo di Brno Bisakah

Jauh di luar prediksi, favorit utama juara dunia, Marc Marquez justru mengawali musim dengan tanpa poin, alias 0. Berbeda dengan para pesaingnya yang sudah mengumpulkan beberapa poin.

Dua pesaing terdekat, Vinales dan Dovizioso masing-masing telah mengoleksi 40 poin dan 26 poin. Modal mereka meski belum sepenuhnya bagus, tetapi dapat digunakan untuk menahan laju Marc untuk bersaing di pacuan juara dunia.

Itu membuat gap dengan Marc lebih banyak, 50 poin. Jarak ini memang bisa disalip jika Marc konsisten meraih tiga kemenangan secara beruntun, sedangkan Quartararo kehilangan konsistensi di barisan depan.

Hanya, situasinya akan berbeda jika dalam 3 balapan ke depan, Quartararo masih bisa bersaing di depan. Minimal podium kedua. Dengan tambahan 20 poin yang diraih secara beruntun, sudah dapat membuat El Diablo mengoleksi 110 poin–dalam 5 seri, unggul 35 poin dari Marc–maksimal 75 poin jika menang terus.

Jika berkaca pada dua balapan awal, strategi balap Quartararo cukup sulit disaingi oleh pembalap lain. Vinales seringkali keteteran dalam menjaga ritme balapnya, sedangkan Dovi masih berkutat pada faktor kebugaran fisik dan setelan motor.

Ditambah dengan keberhasilan Fabio Quartararo meraih dua kemenangan seri secara beruntun

Ditambah dengan keberhasilan Fabio Quartararo meraih dua kemenangan seri secara beruntun

Ini yang membuat Fabio Quartararo bisa ngacir di depan tanpa tersentuh pembalap lain. Dua hal yang bisa mengganjal lajunya di balapan Brno nanti dan sirkuit lain adalah karakter sirkuit dan Marc Marquez.

Karakter layout di Brno tentu sedikit berbeda dengan Jerez. Namun, sirkuit ini setidaknya masih ramah untuk karakter motor Yamaha. Hal ini dikarenakan ada sekitar 4 tikungan yang harus dilibas dengan kecepatan yang bagus saat berada di jalur tersebut.

Namun, jika merujuk pada rekam jejak pemenang di sirkuit tersebut, Marc Marquez adalah pemenang paling baru di sirkuit yang pertama kali menggelar balapan pada 1965. Marc juga mengukuhkan dominasi Honda di sirkuit ini yang telah 42 kali berada di podium pertama.

Marc memiliki kemampuan yang luar biasa untuk membawa motornya melibas banyak pembalap dalam waktu yang singkat.Seandainya dia tidak mengalami kecelakaan, bisa saja pemenang seri Jerez bukan Quartararo, melainkan Marc Marquez. Patokan ini pula yang membuat Marc masih dijagokan dapat langsung menyaingi Quartararo.

Dia pun diprediksi akan membiarkan Quartararo kabur duluan di awal-awal putaran sebelum kemudian ditempel ketat menjelang finis. Dengan kapasitas motornya yang (hanya) bisa dikendalikan oleh Marc, maka Quartararo bisa kembali menjadi korban pehape seperti musim 2019.

Hal ini juga selaras dengan kapasitas Honda bersama Marc jika merujuk pada balapan di Jerez

Hal ini juga selaras dengan kapasitas Honda bersama Marc jika merujuk pada balapan di Jerez

Namun, kepastian ini bisa sedikit diragukan jika Marc belum sepenuhnya fit, atau dia ingin bermain aman di balapan pertamanya pasca operasi. Meski strategi ini kurang bagus dalam kacamata kompetitif, namun untuk menjaga peluang juara masih cukup memungkinkan.

Hitung-hitungannya adalah mampu mencatatkan poin terlebih dahulu, dengan batas minimal 16 atau 20 poin–untuk level Marc. Lalu, ia perlu melihat siapa yang berada di depan. Jika itu Andrea Dovizioso atau Vinales, maka ada kemungkinan Marc akan membiarkan mereka menjadi juara Brno.

Vinales memang sebenarnya sangat diharapkan dapat memecahkan rekor buruk Yamaha yang terakhir juara seri Brno pada 2015 dengan pembalap andalannya, Jorge Lorenzo. Setelah itu, praktis hanya Honda yang superior dan sempat diselingi oleh Ducati pada 2018 lewat Dovi. Bahkan, pada musim itu dua pabrikan tersebut mengisi semua podium dengan Ducati menempatkan Dovi dan Lorenzo di urutan 1-2. Sedangkan Honda diwakili Marc Marquez (lagi).

Namun, situasinya akan diduga berbeda jika yang di depan adalah Quartararo. Bisa saja Marc akan mencoba menjegal dominasi pembalap Prancis tersebut, agar jarak poin antara dia dan Quartararo tidak terlalu jauh.

Quartararo pun diharapkan mampu berhitung untung-rugi ketika harus bersaing dengan Marc

Quartararo pun diharapkan mampu berhitung untung-rugi ketika harus bersaing dengan Marc

Karena di satu sisi dia harus menjaga tren positifnya sebagai juara seri, namun di sisi lain harus bermain aman jika ingin masih memimpin klasemen pembalap.

Jika dia mampu terus di depan hingga meraih kemenangan, maka Yamaha bisa bernapas lega, karena tren buruk mereka berhasil diakhiri oleh Quartararo. Namun, jika Quartararo melakukan kesalahan dan malah DNF, yang rugi tak hanya Yamaha tetapi juga sang pembalap.

Mereka bisa saja kembali memberikan jalan kepada Marquez untuk comeback ke jalur juara dunia. Itulah mengapa, pihak Yamaha perlu mendampingi persiapan Quartararo dengan baik termasuk mengelola untung-rugi.

Karena, ketika Marc Marquez kembali balapan, maka peluang juara pembalap Spanyol itu akan kembali terbuka, meski saat ini masih terlihat sulit. Namun, dengan kualitasnya, Marc diprediksi masih bisa menjaga asa untuk juara lagi. Dan, kampanye itu akan dimulai dari Brno. Jika Marc Marquez berhasil melalui seri tersebut dengan hasil terbaiknya, maka ada peluang baginya untuk kembali bersaing dengan para rival.

Menyuarakan Kerisauan Para Penggemar F1 di Indonesia – Bagi saya seorang penggemar F1, TV kabel adalah segalanya. Ya, itu mungkin hanyalah sedikit keluh kesah dari para penggemar F1 yang tidak bisa menyaksikan olahraga kesayangannya secara gratis. Terserah jika kalian menganggap hal tersebut berlebihan. Akan tetapi ini hanyalah upaya kecil untuk menyuarakan kerisauan yang telah saya alami selama 4 tahun terakhir.

Menyuarakan Kerisauan Para Penggemar F1 di Indonesia

Menyuarakan Kerisauan Para Penggemar F1 di Indonesia

Balapan F1, memanglah tidak sepopuler MotoGP ataupun sepakbola. Setidaknya hal itu dibuktikan dengan tidak adanya media televisi lokal yang mau berspekulasi untuk menyiarkannya. Kontras dengan apa yang terjadi kurang lebih sepuluh tahun lalu, saya masih bisa menjadi saksi ketatnya persaingan juara dunia antara Vettel, Alonso, dan Webber. Konfrontasi Vitali Petrov di balapan terakhir sangat efektif menahan lajur Alonso sehingga tidak bisa memperbaiki posisinya. Alonso sangat marah, tetapi Vettel begitu ceria, kebertolak belakangan yang dramatis menghiasi terangnya lampu yang menyinari setiap sudut Sirkuit Yas Marina.

2011, 2012, 2013, dua media televisi ternama secara bergantian sempat memfasilitasi keinginan pecinta F1 di tanah air. Akan tetapi tahun 2014 pada akhirnya F1 menghilang dari pertelevisian Indonesia. Entah mengapa, yang jelas kebutuhan saya akan hiburan dari ajang balap ini sirna dalam seketika. Sedih, itu relatif, tergantung dilihat dari perspektif mana saya memaknainya. Jika dilihat berdasarkan kacamata para pencari hiburan yang pragmatis, tentu tidak. MotoGP pun sudah cukup untuk membuat akhir pekan saya berwarna.

Tetapi apabila dilihat berdasarkan pendalaman akan esensi dari balapan itu sendiri, tentu saya sedih. Bagi saya menonton balapan bukan hanya sekedar hiburan pragmatis. Dimana menyaksikan jagoan saya menang, kemudian pergi tidur dengan wajah tersenyum. Bro, itu saja tidak cukup. Saya suka sajian persaingan yang terimplikasi nyata diatas aspal sirkuit. Saya suka mendengar deru mesin yang berisik. Bahkan saya suka cara setiap pembalap dalam menikung. MotoGP dan F1 memiliki perbedaan yang sangat mencolok untuk masalah ini. Sehingga referensi yang saya dapatkan setiap pekannya akan sangat beragam, meski itu hanya di layar kaca.

Kehilangan satu balapan maka hilang pula referensi serta pengalaman tersebut

Hingga saya menyadari bahwasannya stigma mayoritas masyarakat akan balap jet darat sangat berbeda. Semakin lara, ketika menyadari bahwasannya saya berada dalam kelompok yang minoritas dalam bersudut pandang. Terbukti ketika saya dan para pecinta balapan F1 yang lain kini harus mengalah dan menerima kenyataan bahwa tidak ada satu pun televisi Indonesia yang bersedia menyiarkan ajang balap ini.

Pada dasarnya ada 3 persoalan mendasar di balik tidak disiarkannya ajang balap F1 di televisi Indonesia, antara lain. Sebagai ajang balap mobil paling bergengsi di dunia, membuat FIA jumawa untuk mematok harga hak siar yang sangat tinggi. Diketahui salah satu televisi dari Italia Sky Sports saja rela menggelontorkan uang sebanyak 30 juta pound demi hak siar ajang balap ini. Tentunya dengan harga yang sangat tinggi, menjadi pertimbangan yang cukup memberatkan bagi televisi Indonesia.

Dengan biaya hak siar yang tinggi, tidak sebanding dengan rating yang tidak menjanjikan. Berdasarkan catatan sepanjang tahun 2019 lalu, penonton televisi ajang balap F1 dari seluruh dunia selama satu musim hanya mencapai 471 juta pasang mata saja. Sangat jauh jika dibandingkan pada tahun 2008 lalu yang mencapai 600 juta pasang mata. Selain biaya hak siar yang tinggi, penurunan jumlah penonton yang signifikan membuat pelaku industri televisi Indonesia enggan menyiarkannya. Saya memiliki pendapat bahwasannya dominasi Mercedes sudah sangat keterlaluan.

Di satu sisi itu adalah prestasi yang tak terbantahkan, akan tetapi di sisi lain hal tersebut sedikit menggeser makna dari sebuah kompetisi. Saya pribadi cukup jengah dengan dominasi tim pabrikan asal Jerman ini karena dominasinya seakan abadi. Pengembangan mereka seperti satu tahun lebih unggul dari tim maupun pabrikan lain. Entah mungkin karena teknologi serta pendanaan yang lebih unggul atau faktor lainnya.

Selamat untuk fans tim Mercedes karena kalian bisa terus tidur nyenyak di hampir setiap akhir pekan

Tapi saya hanya ingin mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah salah satu faktor yang membuat balapan F1 sedikit tersisihkan. Dominasi satu tim dan pembalap membuat suguhan-suguhan menarik dalam persaingan pun menjadi minim. Itulah yang membuat F1 kehilangan tempat di hati masyarakat Indonesia dan juga sebagian masyarakat dunia.

Coba komparasikan dengan MotoGP. Balapan ini memiliki stigma yang positif di negara kita. Ditambah lagi bumbu-bumbu persaingan yang jauh lebih menarik untuk memancing spekulasi dan perdebatan. Dalam konteks ini MotoGP berhasil berbicara dalam segi entertain, aspek lain yang bisa dikatakan tabu akan tetapi sangat penting dari hanya sekedar deru mesin belaka. Sementara di ajang balap F1, dramatisasi yang terjadi tidaklah ekstrim, bahkan cenderung datar dan membosankan. Stigma inilah yang terlanjur melekat sehingga suguhan-suguhan yang menarik pun tidaklah cukup untuk membuat banyak masyarakat.

Indonesia rela meluangkan waktunya selama hampir dua jam menyaksikan ajang balap ini. Di sisi lain, Michael Schumacher bersama Ferrari pernah melakukan hal yang sama di masa lalu, atau dominasi McLaren di awal 90-an dengan prestasi yang mentereng bersama Senna dan Prost. Akan tetapi substansi persaingan pada saat itu masih sangat lekat. Tidak seperti saat ini yang bisa dikatakan sedikit kendor. Itulah sedikit keluh kesah yang saya alami saat ini. Beruntung sekali adanya TV kabel serta koneksi Wi-fi yang membuat fasilitas dalam menyaksikan balapan F1 masih bisa terpenuhi.

Bagi kalian yang tidak memiliki fasilitas tersebut, anggap saja artikel ini mewakili keresehan kalian. Satu artikel sama sekali tidak sebanding dengan kesulitan dan perjuangan kalian untuk menyaksikan ajang balap jet darat di akhir pekan. Akan tetapi saya hanya berharap dengan adanya artikel ini bisa menjadi awal positif untuk mengembalikan hal-hal yang kini telah hilang.

Hasil Kualifikasi F1 GP Inggris 2020 Lewis Hamilton Jadi yang Tercepat – Sesi kualifikasi seri ketiga kejuaraan dunia Formula One (F1) musim 2020 yang berlangsung di Grand Prix (GP) Inggris telah rampung dilangsungkan, Sabtu (1/8/2020) malam WIB. Dalam sesi ini, pembalap Tim Mercedes AMG Petronas, yakni Lewis Hamilton, jadi yang tercepat.

Hasil Kualifikasi F1 GP Inggris 2020 Lewis Hamilton Jadi yang Tercepat

Hamilton sendiri memang menjalani pekan balap di F1 GP Inggris 2020 dengan performa yang cukup menjanjikan. Sempat menempati posisi kelima pada sesi latihan bebas pertama, Hamilton berhasil memperbaiki catatannya di FP2 dengan menghuni posisi dua.

Sementara pada sesi FP3, Hamilton kembali jadi pembalap dengan catatan waktu terbaik kedua. Ya, dalam sesi tersebut, The Boss –julukan Hamilton– harus puas 0.138s dari rekan setimnya, yakni Valtteri Bottas.

Akan tetapi ketika menjalani sesi kualifikasi F1 GP Inggris 2020, Hamilton mampu tampil begitu mendominasi. Ya, pada Q1 F1 GP Inggris 2020, Hamilton mampu mencatatkan waktu terbaik dalam satu putaran, 1 menit 25.900 detik.

Lewis Hamilton Berharap Bisa Balapan Tiga Tahun Lagi di F1. Hamilton mencatatkan waktu terbaiknya kala turun di sesi kualifikasi F1 GP Inggris 2020, saat menjalan Q3. Ya, pada sesi Q3, pembalap berusia 35 tahun tersebut berhasil mencatatkan waktu 1 menit 24.303 detik.

Hamilton pun berhak memulai balapan di F1 GP Inggris 2020 dari posisi paling depan. Sementara di posisi kedua, terdapat nama Bottas. Ya, Tim Mercedes memang cukup mendominasi jalannya sesi kualifikasi F1 GP Inggris 2020.

Sedangkan pada posisi ketiga terdapat pembalap Tim Red Bull-Honda, yakni Max Verstappen. Tepat di belakang Verstappen, terdapat nama driver muda milik Tim Scuderia Ferrari, Charles LeClerc. Sementara pembalap Tim McLaren-Renault, Lando Norris, melengkapi lima besar sesi kualifikasi F1 GP Inggris 2020.

Hasil buruk justru didapat oleh pembalap Tim Renault, Daniel Ricciardo, di sesi kualifikasi F1 GP Inggris 2020, dengan hanya menempati posisi kedelapan. Hasil hampir serupa juga didapatkan oleh pembalap Tim Ferrari lainnya, yaitu Sebastian Vettel, yang harus puas memulai balapan F1 GP Inggris 2020 dari posisi ke-10.

Berikut Hasil Lengkap Kualifikasi F1 GP Inggris 2020:

1 44 Lewis Hamilton MERCEDES 1:25.900 1:25.347 1:24.303 22

2 77 Valtteri Bottas MERCEDES 1:25.801 1:25.015 1:24.616 17

3 33 Max Verstappen RED BULL RACING HONDA 1:26.115 1:26.144 1:25.325 15

4 16 Charles Leclerc FERRARI 1:26.550 1:26.203 1:25.427 16

5 4 Lando Norris MCLAREN RENAULT 1:26.855 1:26.420 1:25.782 20

6 18 Lance Stroll RACING POINT BWT MERCEDES 1:26.243 1:26.501 1:25.839 20

7 55 Carlos Sainz MCLAREN RENAULT 1:26.715 1:26.149 1:25.965 20

8 3 Daniel Ricciardo RENAULT 1:26.677 1:26.339 1:26.009 19

9 31 Esteban Ocon RENAULT 1:26.396 1:26.252 1:26.209 20

10 5 Sebastian Vettel FERRARI 1:26.469 1:26.455 1:26.339 20

11 10 Pierre Gasly ALPHATAURI HONDA 1:26.343 1:26.501 12

12 23 Alexander Albon RED BULL RACING HONDA 1:26.565 1:26.545 11

13 27 Nico Hulkenberg RACING POINT BWT MERCEDES 1:26.327 1:26.566 14

14 26 Daniil Kvyat ALPHATAURI HONDA 1:26.774 1:26.744 12

15 63 George Russell WILLIAMS MERCEDES 1:26.732 1:27.092 14

16 20 Kevin Magnussen HAAS FERRARI 1:27.158 9

17 99 Antonio Giovinazzi ALFA ROMEO RACING FERRARI 1:27.164 9

18 7 Kimi Räikkönen ALFA ROMEO RACING FERRARI 1:27.366 9

19 8 Romain Grosjean HAAS FERRARI 1:27.643 9

20 6 Nicholas Latifi WILLIAMS MERCEDES 1:27.705 7

Olahraga yang Cocok Saat Pandemi Covid 19 – Apakah disaat pandemic sekarang ini masihkah kita bisa untuk berolahraga ? jawabannya masih bisa. Masih bisa berolahraga dan selalu menjaga kesahatan tubuh kita. Akan tetapi yang dimaksud masih bisa berolahraga yang bagaimana ? tentunya olahraga yang tetap menjaga dan mengikuti anjuran physical distancing yaitu jaga jarak aman dengan orang lain, antara manusia ke manusia.

Olahraga yang Cocok Saat Pandemi Covid 19

Olahraga yang Cocok Saat Pandemi Covid 19

Olahraga bisa dilakukan dimana saja tempatnya asal sesuai dengan olahraga seperti apa yang akan di jalani. Orang orang beranggapan dengan melakukan aktivitas yang berat kemudian berkeringat, seperti, bersih bersih rumah, mencuci baju, mencuci motor. Naik turun tangga yang kemudian bisa menghasilkan keringat, dianggap sama saja dengan berolahraga. Ternyata pernyataan tersebut salah, aktivitas seperti mencuci motor, mencuci baju, bersih bersih rumah, naik turun tangga, dan lain sebagainya merupakan aktivitas fisik. Lantas apa perbedaan aktivitas fisik dan berolahraga.

Perbedaan aktivitas fisik dan olahraga. Perbedaan aktivitas fisik dan olahraga, aktivitas fisik merupakan aktifitas fisik yang merujuk kepada gerakan yang membutuhkan kontraksi otot. Setiap kegiatan atau aktivitas sehari  hari memerlukan kontraksi otot seperti pada contoh sebelumnya yaitu mencuci motor, mencuci baju, naik turun tangga, bersih bersih rumah. Contoh contoh tersebut merupakan aktivitas fisik tidak bisa diberikan nama berolahraga, walaupun sama sama berkeringat dan bisa membuat badan bugar, tetapi tetap tidak bisa di namakan olahraga.

Yang terencana dan sengaja dilakukan untuk menyehatkan, menyegarkan, menjaga kebugaran badan. Seperti senam, bersepeda, renang, yoga, dan lain sebagainya. Olahraga apa yang cocok saat pandemic covid-19. Olahraga yang sangat cocok dan bisa dilakukan dirumah yakni seperti senam, senam bisa dilakukan sendiri bahkan bersama sama dengan keluarga. Senam bisa dilakukan di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Olahraga senam sangat cocok disaat wabah pandemic covid-19 seperti ini tentunya tetap mentaati anjuran phsycal distancing yaitu menjaga jarak dengan orang lain.

Sementara itu olahraga adalah bentuk khusus dari aktivitas fisik

Olahraga senam bisa membuat gerakan senam sendiri dan diiringi music dengan seseuai keinginan sendiri, jika bingung mencari gerakan cara jitu ini bisa di lakukan, dengan membuka youtube, cari video tentang senam, setelah itu letakan didepan tempat untuk bersenam, kemudian kita tirukan atau ikuti gerakan senam tersebut. Selanjutnya olahraga yang cocok saat pandemic covid-19 yang sangat simple dan sederhana bisa dilakukan di rumah adalah gym.

Push-up bisa di lakukan dirumah, rutin melakukan olahraga ini bisa menjaga otot otot tetap kencang dan tidak kendur. Kemudian sit-up, bisa juga dilakukan dirumah. Dan pul-up olahraga ini menggunakan tiang penyangga untuk bisa menganggkat badan kita, tidak perlu pergi ketempat gym, kita bisa lakukan dirumah, pakai alat seadanya seperti di pohon, jemuran pakaian, atau bahkan membuat sendiri. Olahraga tersebut sangat cocok dilakukan dirumah saat pandemic seperti ini apa lagi harus mengikuti anjuran phsycal distancing.

masih banyak lagi, olahraga yang sangat cocok dilakukan dirumah saat pandemic covid-19 seperti ini. Pandemic covid-19 tidak bisa mengehtikan kita dari yang namanya olahraga, masih bisa melakukan olahraga yang dilakukan dirumah. Jangan bingung dan merasa khawatir jika tidak bisa berolahraga. Olahraga tidak hanya dilakukan di luar rumah seperti lapangan bola, lapangan volley, bahkan stadion. Banyak juga para pemain professional sepak bola, volley, bahkan basket, menjaga kesehatan dan kebugaran mereka saat pendemi.

Jangan merasa khawatir jika tidak bisa berolahraga pada masa pandemic seperti ini, justru disaat seperti inilah kita harus menjaga kesehatan, menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan badan, karena seperti penejlasan sebelumnya, bahwa kita masih dapat berolahraga walaupun tidak diluar seperti lapangan. Kita masih dapat melakukannya di rumah. Setelah mengetahui bahwa kita masih dapat berolahraga secara rutin, perlu diingat kembali bahwa jika melakukan olahraga secara rutin akan memiliki manfaat tersendiri dalam menjaga kesehatan tubuh.

Taekwondo Seni Bela Diri Asal Korea – Ini adalah salah satu seni bela diri populer di dunia yang dipertandingkan di Olimpiade. Pengertiannya adalah seperti ini. Tae berarti “menendang atau menghancurkan dengan kaki.” Kwon berarti “tinju.” Do artinya “jalan” atau “seni.” Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai “seni tangan dan kaki” atau “jalan” atau “cara kaki dan kepalan.

Taekwondo Seni Bela Diri Asal Korea

Taekwondo Seni Bela Diri Asal Korea

Sekilas di atas telah kusampaikan arti dari beladiri asli Korea ini. Selanjutnya akan aku tuliskan mengenai perkenalanku dengan Taekwondo. Dan sosok yang membuatku mengenal dan bergelut dalamnya. Walaupun tidak sampai tuntas aku geluti.

Aku termasuk salah seorang pencetus sekaligus pendiri Tae Kwon-Do IKIP Jakarta. Sekalipun aku bukan tokoh kunci. Tapi akulah yang pertama kali mencetuskan ide untuk membuka Tae Kwon-Do di kampus FPOK IKIP Jakarta.

Di bulan-bulan awal perkuliahan kami aku berkenalan dengan sosok yang bernama Fahmy Fachrezzy. Itu terjadi kira-kira di akhir tahun delapan tiga. Antara bulan September hingga Desember. Waktu itu kami berstatus sebagai mahasiswa baru.

Kami terus menjalin pertemanan yang karib. Tambah hari kami semakin saling mengenal pribadi lepas pribadi secara lebih kental. Aku akhirnya tahu bahwa ia adalah pemegang sabuk hitam Tae Kwon-Do, Dan II Internasional. Maka aku memintanya untuk sudi membuka cabang latihan di kampus timur. Yaitu di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Jakarta.

Aku berkeinginan dan terdorong untuk menyerap ilmu beladiri asal Korea ini

Awalnya ia menolak dengan berbagai alasan. Ia segan karena masih berstatus mahasiswa baru. Kami semua masih yunior jadi kurang enak dengan para senior. Itu beberapa alasan yang ia ungkapkan padaku dan beberapa teman lainnya.

Ia akhirnya mengabulkannya juga. Itu pun atas desakan dari teman-teman yang sudah kuhasut kukompori. Kami rame-rame memvitakomplinya sehingga ia tak mampu lagi menghindar. Ia menerima permintaan sekaligus tantangan kami.

Tae Kwon-Do IKIP Jakarta pada awal berdiriannya hanya beranggotakan sembilan personil. Mereka boleh dibilang atau boleh disebut sebagai sokoguru. Mereka ibarat tiang pancang penegak organisasi atau perkumpulan ini.

Berikut adalah nama-nama yang masih kuingat: Almarhum Mohammad Taufik (FPOK — Soma), Teddy Permadi (FPOK — Soma), Naim (FPOK — D3), Zaenal Arifin (FPMIPA), Lexy (FPTK), Suwita (FPTK), Suryanto (FPTK), dan aku (FPOK — Sos).

Suwita atau yang biasa kami panggil Sabeum Ita adalah penyandang sabuk merah. Maka hanya dia satu-satunya di antara kami yang berhak mengenakan sabuk berwarna selain Sabeum Fahmy. Sisanya pemegang sabuk berwarna juga, yaitu putih.

Tae Kwon-Do IKIP Jakarta di tahun-tahun permulaan kelahirannya tak pernah masuk hitungan dalam setiap kejuaraan. Waktu itu usianya masih ‘bayi.’ Kini, ia bagai singa lapar yang sangat membahayakan bagi lawan-lawannya. Dia bagai pemangsa yang sangat buas dalam setiap pertarungan dalam setiap kejuaraan.

Lolos dari Degradasi Aston Villa Bisa Jadi Penyelamat AC Milan – Laga-laga penutup musim Premier League menampilkan tontonan yang semakin seru. Selain ingin mengetahui siapa di antara ketiga tim ini, Leicester City, Chelsea, dan Manchester United yang harus tersingkir dari zona Liga Champions. Sedangkan di papan bawah, siapa dua tim lagi yang harus terdegradasi menyusul Norwich City.

Lolos dari Degradasi Aston Villa Bisa Jadi Penyelamat AC Milan

Lolos dari Degradasi Aston Villa Bisa Jadi Penyelamat AC Milan

Bournemouth yang sebelum bentrok berada di posisi ke 19 wajib menang melawan Everton untuk tetap berada di Liga Inggris, namun itu dengan syarat Watford dan Aston Villa kalah dari Arsenal dan West Ham United. sedangkan di lain pihak Watford kalah 2-3 dari Arsenal. Aston Villa benar-benar membuat keajaiban. Aston Villa akhirnya selamat hari degradasi setelah bermain imbang 1-1 melawan West Ham United, Minggu (26/7/2020) malam, di Stadion London.

Dalam laga kunjungan ini, The Villans unggul terlebih dahulu di menit ke 84 lewat gol dari Jack Grealish. Cuma berselang satu menit kemudian, West Ham United berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol dari Andriy Yarmolenko. Jika poin akhir Bournemouth menjadi 34, maka Aston Villa mengumpulkan 35 poin. Unggul satu poin. Dengan demikian, tentunya sia-sia saja Bournemouth menang atas Everton karena di lain laga dipecundangi oleh Aston Villa.

Alhasil, Bournemouth (18) dan Watford (19) menyusul Norwich (20) terjun ke kasta kedua musim 2020/21. Mukjizat itu nyata bagi tim berjuluk The Villans. Karena pada pekan lalu nyaris hampir mustahil anak asuh Dean Smith tersebut untuk tetap bertahan bersama-sama Liverpool, Manchester City, dan lainnya di kasta tertinggi musim 2020/2021. Tatapan mereka nyaris kosong menatap sinar masa depan persepakbolaan.

Akan tetapi harapan The Villans mulai deg-degan ketika dalam tiga laga terakhirnya sebelum menghadapi West Ham mereka mencatat tanpa kekalahan. Masing-masing menang atas Arsenal dan Crystal Palace dan seri dengan Everton. Namun pada akhirnya tatapan kosong mereka berganti menjadi berseri-seri, mereka pada akhirnya tetap bersama-sama Tottenham Hotspur, Arsenal dan lain-lain di musim 2020/2021. Sementara itu, di laman resmi Aston Villa, pelatih The Villans mengatakan keberhasilan mempertahankan timnya di Premier League lebih bermakna daripada ketika dia membawa tim ini naik promosi tahun lalu.

Lebih baik ketimbang play off musim lalu kata Dean Smith

Tim ini tahun lalu memang naik promosi ke Premier League lewat jalur play off. Lebih lanjut Smith juga mengatakan bahwa musim ini adalah musim yang sulit dan dia menyatakan telah belajar banyak. Pencapaian yang luar biasa,” ujarnya. Smith juga menyadari nilai pembelian para pemainnya hanya 9,5 juta poundsterling, berbeda jauh dengan tim-tim papan atas Liga Inggris.

Sila disimak, ada tim yang diuntungkan dengan keberhasilan The Villans tetap di Premier League musim depan itu. Dialah AC Milan. Seperti mendapatkan durian runtuh, atau apa pun peribahasanya, AC Milan bakal ketiban untung. Pasalnya, dengan keberhasilan The Villans, Pepe Reina bakal dibuat permanen oleh Aston Villa. Seperti diketahui, Pepe Reina adalah penjaga gawang yang bermain di Aston Villa dengan status sebagai pinjaman dari AC Milan.

Kiper asal Spanyol (dipinjam dalam bursa transfer Januari tahun ini) memang menjadi pilar andalan Dean Smith sebagai palang pintu terakhir wilayah pertahanannya. Bayangkan kalau Pepe Reina (37) balik ke AC Milan, maka setidaknya dia hanya akan duduk di bangku cadangan di bawah kiper utama Donnarumma. Sebut saja Reina jadi permanen, maka AC Milan akan menghemat sekitar 7 juta euro (Rp 120 miliar) yang akan digunakan untuk membayar gaji Reina.

Keuntungan lainnya, AC Milan pun juga bakal mengantongi uang transfer. Uang itu dapat digunakan mereka sebagai tambahan untuk mendatangkan Sandro Tonali yang sedang diincar dari Brescia. Reina sendiri menyatakan saat ini dia masih ingin bermain dan belum berniat untuk pensiun sampai setidaknya untuk dua tahun ke depan. Catatan saat membela The Villans di Premier League, Reina membukukan dua kali clean sheet, dan jalanya kebobolan 20 kali. Kiper ini fenomenal. Kurun waktu 2005-2014 kala membela Liverpool, penampilan Reina sangat mengagumkan. Dia sempat selama tiga musim mengantongi gelar Golden Gloves (Sarung Tangan Emas) Premier League.

Dimulainya NBA pada Saat Pandemi – Pada awal tahun 2020 dunia digemparkan dengan kemunculan. Virus baru yang dapat menyebar melalui manusia ke manusia lewat air liur.

Dimulainya NBA pada Saat Pandemi

Dimulainya NBA pada Saat Pandemi

Virus ini dapat menyebabkan penderitanya seperti terkena flu. Dan akibat virus baru tersebut, banyak penundaan yang terjadi. Mulai dari konser, film hingga sampai ke acara olahraga.

NBA (National Basketball Assosiation) adalah pertandingan antar klub basket di Amerika yang berisi beragam pemain yang sangat hebat. NBA itu sendiri sudah seperti kiblat dari pemain basket atau bisa dibilang tolak ukur untuk pemain basket. Pertandingan NBA itu sendiri, sedang dalam proses perlombaan dan karena pandemi ini, Penyelenggara pertandingan tersebut harus melakukan penundaan jadwal tanding, agar para pemain dapat terhindar dari infeksi tersebut.

Untuk saat ini pertandingan NBA akan dimulai kembali pada tanggal 30 Juli 2020.

Menurut BeritaSatu.com menyebutkan bahwa pertandingan NBA akan dimulai lagi pada tanggal 30 Juli 2020, Pertandingan yang dijadwalkan akan bermain pertama ialah Tim Utah Jazz menghadapi New Orleans Pelicans. Lalu pertandingan kedua akan dilanjutkan dengan duel seri derby Kota Los Angeles, antara LA Clippers melawan LA Lakers.

Menurut Liputan6.com mengatakan bahwa NBA akan dimulai pada tanggal 30 Juli 2020 dan akan diisi dengan 22 tim dari 30 tim dan hal tersebut telah disepakati oleh Dewan Gubernur NBA (Adam Silver).

Sabar Menunggu Olimpiade Tokyo 3 Habis – Pada 7 September 2013, bertempat di gedung opera Teatro Colon, Buenos Aires, Argentina, Presiden International Olympic Committee (IOC), Jacque Rogge, mengumumkan secara resmi host Olimpiade ke-32 pada tahun 2020 dipercayakan pada Tokyo. Ibukota Jepang tersebut menyisihkan dua kandidat kuat: Istanbul (Turki) dan Madrid (Spanyol). Selama nyaris tujuh tahun tersebut, Jepang bekerja keras dan sangat serius menyiapkan dengan sangat baik semua unsur yang akan membuat Olimpiade 2020 akan terselenggara sebagai ajang olahraga terbesar, menjadi pengalaman luar biasa bagi atlet dan pendukung.

Sabar Menunggu Olimpiade Tokyo 3 Habis

Sabar Menunggu Olimpiade Tokyo 3 Habis

Ada hubungan menarik antara Indonesia dengan Jepang. Dua kali terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade, Jepang selalu ‘terkait’ saat Indonesia menyelenggarakan event Asian Games. Sebelum Olimpiade Tokyo 1964, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962. 56 tahun kemudian ‘paket’ tersebut terulang. Kini Jepang menyiapkan Olimpiade 2020, di mana dua tahun sebelumnya Indonesia menyelenggarakan Asian Games 2018.

Saya sempat berdiskusi ringan dengan Jurnalis Jepang saat makan siang di area Festival di venue GBK saat Asian Games 2018. Katanya, sejumlah Panitia Pelaksana Tokyo 2020 (TOCOG) sengaja datang ke Indonesia untuk ‘belajar’ pada INASGOC yang diketuai Erick Tohir, bagaimana melaksanakan Asian Games, yang dinilai sukses. Hal yang sama dilakukan saat Tokyo bersiap melaksanakan Olimpiade 1964, Panitia Tokyo 56 tahun lalu datang ke Jakarta untuk ‘berkonsultasi’ dengan Komite Indonesia yang menyelenggarakan Asian Games 1962 yang sangat fenomenal di zamannya karena sosok Presiden Soekarno.

Tak main-main memang, untuk mensukseskan event akbar empat tahunan ini, Pemerintah Jepang di bawah Perdana Menteri Shinzuka Abe, menggelontorkan dana sekitar 12,6 miliar dolar AS atau 176,2 triliun rupiah. Termasuk membangun awal venue utama, Stadion Nasional Jepang berkapasitas 68 ribu penonton, senilai 20 triliun rupiah. Stadion ini telah rampung dan telah diperkenalkan dengan kebanggaan pada akhir 2019. Stadion yang memprioritaskan kebutuhan atlet, penyandang disabilitas, dan semua kalangan, sesuai moto olimpiade. Diarsiteki Kengi Kuma, stadion ini berkonsep teknologi dengan sentuhan alam yang ramah lingkungan.

Desainnya nuansa natural dan dilengkapi dengan karakter Jepang yang unik

Dominan dengan ornamen kayu, terlihat dari kursi-kursi penonton yang menyimbolkan hutan hijau. Lima warna kursi yang diaplikasikan secara acak coklat, hijau tua, hijau muda, abu-abu, dan putih, menyimbolkan warnah tanah, pohon, dan langit. Menurut jadwal yang sudah disusun, Tokyo 2020 berlangsung pada 24 Juli sampai 9 Agsutus 2020. 11.090 atlet dari seluruh dunia akan datang dan bertanding di 33 cabang olahraga yang menyiapkan 339 set medali.

Olimpiade yang akan menciptakan kegembiraan dan emosi besar di seluruh Jepang dan dunia. Ribuan atlet, ofisial, dan penonton akan berkumpul di Tokyo untuk menjadi lebih dekat merayakan perbedaan. Menjadi kenangan seumur hidup untuk semua orang. Event ini merupakan simbol harapan yang bisa menyatukan dan mengubah wajah dunia. Panggung global bagi para atlet dan performa olahraga. Tak sekadar mengejar prestasi. Yang terutama adalah menjunjung sportivitas dan kemanusiaan, selain mempererat tali persaudaraan dalam wadah olahraga, yang mengajarkan karakter, mengajarkan untuk mengetahui apa rasanya menang dan kalah, dan mengajarkan tentang kehidupan.

Salah satu kedigdayaan Jepang adalah keunggulan teknologi. Oleh karena itu Olimipade Tokyo seakan menjadi etalase kemajuan teknologi tinggi yang dimiliki Jepang. Reputasi ‘matahari terbit’ sebagai salah satu negara inovator sudah teruji sebelumnnya. Saat menjadi tuan rumah Olimpiade 1964, Jepang menciptakan kereta peluru yang bernama Shinkansen. 56 tahun kemudian, selain akan memamerkan teknologi terbaru seperti transportasi bandara tanpa pengemudi dan robot penyambut kontingen. Tokyo 2020 dirancang dengan semangat pembangunan yang berkelanjutan, dengan menciptakan berbagai perlengkapan dari bahan daur ulang, seperti medali dan podium.

Penundaan memang memukul telak Jepang dan masyarakatnya

Namun segala yang telah dirancang dan dipersiapkan begitu baik, berubah total. Pada 24 Maret 2020, keputusan bersejarah telah ditetapkan, Olimpiade Tokyo 2020 terpaksa ditunda setahun. Walau pernah menghadapi ancaman akibat terorisme, boikot, dan ancaman perang, pertama kali sepanjang sejarah, Olimpade akan diselenggarakan pada tahun ganjil. Penundaan ini tentu membuat kecewa dan sulit dijelaskan dengan kata-kata bagi mereka yang telah bersiap demikian baik. Tapi penundaan merupakan keputusan yang bijaksana, karena menyangkut kesehatan semua orang yang terpenting. Keputusan rasional yang juga memastikan keadilan bagi semua atlet yang ambil bagian.

Sangat bisa dipahami, pemerintah, panitia dan seluruh unsur yang telah berkerja demikian keras menyukseskan event akbar hampir sempurna. Namun Jepang adalah negara tangguh, tidak mudah menyerah. Masyarakatnya terkenal ulet, kemauan kuat untuk bertarung, dan mampu bangkit dalam waktu tidak lama. Karakter ulet yang telah mengakar kuat sejak zaman Edo dan matang pada Restorasi Meiji. Jepang kini adalah negara modern. Dalam tempo kurang lebih satu abad, Jepang sebagai negara miskin akan sumber daya alam, dapat disejajarkan dengan negara-negara yang sudah maju sebelumnya.

Kemajuan Jepang dalam berbagai aspek sangat mencengangkan dunia. Merupakan buah kerja keras dari masyarakatnya, yang terkenal disiplin tinggi, semangat bersaing, berkompentensi, berinovasi, dilandasi dengan semangat perjuangan, dan etos kerja yang tinggi. Karakter kuat masyarakat Jepang tersebut akan teruji lagi dalam perjuangan mengatasi pandemic Covid-19. Olimpiade Tokyo 2021 akan menjadi perayaan kemanusiaan yang penuh makna.

Berdiri sebagai mercusuar harapan bagi dunia selama masa-masa sulit . Nyala api Olimpiade Tokyo 2021 akan menjadi cahaya di ujung terowongan di mana dunia akan menemukan dirinya dengan wajah baru yang lebih inklusif. Jepang mengajak kita berpikir positif dan mendapat hikmah dari penundaan ini. Olimpiade akan kembali dengan lebih baik pada tahun depan dan kita akan lebih menghargainya. Menunaikan mimpi yang tertunda.

Persaingan Hindari Degradasi di Liga Inggris Menyisakan 3 Tim – Persaingan untuk bertahan di. Premier League musim 2019/2020 menjadi menarik karena melibatkan tiga klub, yakni Aston Villa, Watford, dan Bournemouth. Laga pekan pamungkas Minggu malam WIB (26/7) mendatang bakal menjadi penentu kesuksesan ketiga klub tersebut. Untuk bertahan di Premier League atau menyusul Norwich City yang sudah memastikan tempat di Divisi Championship.

Persaingan Hindari Degradasi di Liga Inggris Menyisakan 3 Tim

Persaingan Hindari Degradasi di Liga Inggris Menyisakan 3 Tim

Aston Villa menggeser Watford dari peringkat ke-17 setelah meraih kemenangan 1-0 atas Arsenal di Villa Park Rabu (22/7) dini hari WIB. Villa yang promosi musim lalu, hasil ini merupakan catatan kemenangan keduanya dalam tiga laga terakhir. Kami tengah memiliki kepercayaan diri kami sendiri, cara kami berlatih, cara kami bermain, dan kami memiliki kepercayaan pada staf manajemen.

Jauh di lubuk hati, kami semua tetap berkomitmen tinggi dan akan melakukan yang terbaik untuk tim,” ungkap kapten tim Aston Villa, Jack Grealish seperti dinukil dari situs resmi klub. Sementara itu pada waktu yang bersamaan, Watford, harus menelan kekalahan telak dari Manchester City 0-4. Padahal Watford seperti diketahui butuh poin-poin demi menyelamatkan diri dari zona degradasi. Kekalahan dari City bikin mereka kini turun ke posisi 18, kalah selisih gol dari Aston Villa yang secara mengejutkan menang 1-0 atas Arsenal.

Kami sangat kecewa dengan hasil pertandingan ini. Padahal kami sempat berada di batas zona aman. Roh itu masih ada di sana. Kami akan terus kerahkan kemampuan untuk memasuki pertandingan terakhir dan kami harus memberikan semua yang kami punya,” pekik gelandang Watford Will Hughes selepas pertandingan yang dinukil dari situs klub.

Seperti pada uraian di atas bahwa tambahan tiga angka mengatrol posisi Aston Villa ke peringkat ke-17, sedangkan Watford lengser ke peringkat ke-18. Dengan koleksi poin sama 34 angka, Aston Villa unggul selisih gol dari Watford. Aston Villa dalam posisi yang lebih baik daripada Watford, selain posisi. Pada laga pamungkas nanti The Villans -julukan Aston Villa akan menghadapi West Ham sementara Watford akan dijamu Arsenal.

Aston Villa dan Watford Milik Peluang Lebih Besar Bertahan di Premier League

The Villans maupun The Hornets -sebutan Watford bisa bertahan di Premier League jika meraih kemenangan atas lawannya, jika salah satunya kalah tapi kalau keduanya sama-sama menang atau kalah maka selisih gol yang menjadi penentu siapa yang akan terdegradasi. Eits, jangan lupakan juga Bournemouth yang mungkin saja bisa menjadi batu sandungan bagi kedua tim ini yang sedang diatas angin dan peluang lebih besar bertahan di Premier League.

Dibandingkan Aston Villa dan Watford, peluang Bournemouth memang paling kecil. Akibat kalah 0-2 dari Southampton, Minggu (19/7), The Cherries tertahan di peringkat ke-19 dengan 31 angka. Sedikit mirip dengan Aston Villa dan Watford, Bournemouth bisa bertahan hingga pekan pamungkas jika kedua klub tersebut sama-sama kalah.

Bournemouth di laga pamungkas nanti akan menghadapi Everton di Goodison Park, mereka harus memenangkan laga tersebut dengan tidak melupakan untuk memangkas selisih gol yang lebih baik, sambil berharap Aston Villa dan Watford mengalami kekalahan pada laga-laga mereka. Bournemouth memiliki selisih gol antara memasukkan dan kebobolan adalah 27, sama dengan yang dimiliki oleh Watford. Sementara Aston Villa memiliki selisih gol yang lebih baik, yakni 26 angka.

Persaingan zona degradasi Liga Inggris musim 2019/2020 seru sampai akhir kompetisi..Menarik sih kalau ada 3 tim di persaingan zona degradasi ini yang memiliki jumlah poin yang sama di akhir musim. Drama mini klasemen akan dimulai dengan menentukan selisih gol atau pun head to head akan sangat amat vital.

Jelang MotoGP Jerez Quartararo Tercepat Insiden Honda Suzuki di Free Practise – Fabio Quartararo mengukuhkan diri sebagai pebalap tercepat pada sesi kualifikasi jelang balap perdana kelas MotoGP di sirkuit Jerez. Quartararo yang merupakan pebalap satelit Yamaha itu mencatat waktu 1’36.705, mengungguli best race record kampiun Jerez tahun lalu, Marc Marquez yang hanya menorehkan waktu 1’38.051. Hal ini menjadi sinyalemen bahwa dirinya masih menjadi rival potensial terutama bagi Marquez dalam memperebutkan posisi terdepan. Pantas saja Yamaha kesengsem dan menggaetnya ke tim pabrikan pada 2021 – 2022 mendatang.

Jelang MotoGP Jerez Quartararo Tercepat Insiden Honda Suzuki di Free Practise

Jelang MotoGP Jerez Quartararo Tercepat Insiden Honda Suzuki di Free Practise

Sebelumnya, pebalap 21 tahun itu dinyatakan bersalah karena menggunakan komponen ilegal pada Yamaha R1-nya saat menjalani latihan di Sirkuit Paul Ricard, Perancis. Alhasil, panitia memotong durasi latihannya di free practise 1 sebanyak 20 menit. Meski begitu, tetap saja dia menjadi yang tercepat di kualifikasi.

Di posisi start ke dua tampil pebalap tim pabrikan Yamaha, Maverick Vinales. Hanya berselisih 0.109 detik dari Quartararo, Vinales nampaknya ingin kembali mengulangi kesuksesannya di 2019 yang berhasil menapaki podium. Tentu tahun ini dia tak hanya menargetkan podium ke-3 namun menjadi juara. Sementara itu Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez hanya menempatkan diri di starting grid ke tiga setelah sempat tampil tercepat di sesi free practice 1 dan 4. Sesi free practise ke-3 diwarnai insiden yang melibatkan Marc Marquez dan pebalap Suzuki, Alex Rins.

Saat di-overtake Marquez di salah satu tikungan. Insiden itu mengundang perhatian FIM-steward untuk menginvestigasinya. Namun dalam rilisnya di MotoGP.com, diputuskan bahwa insiden itu tak akan ditindaklanjuti setelah dilakukan review. Hal itu membuat manager Suzuki Ecstar, Davide Brivio kecewa. Menurutnya, Marquez seharusnya melambatkan laju motornya sebab sebelum insiden itu marshall telah melambaikan bendera kuning. Brivio pun beranggapan bahwa the Baby Alien dengan sengaja menghalangi laju Rins.

Rins terlihat kesal dengan mengangkat tangan kiri dan memukul tangki motornya

Tahun lalu, Marquez bersaing ketat dengan Rins untuk memperebutkan podium teratas. Pada akhir lomba, perolehan kedua pebalap Spanyol itu hanya berselisih 1 poin dimana Marquez memimpin dengan 70 poin. Pada seri perdana ini, Rins justru akan absen akibat cedera yang dialaminya. Dia mengalami crash hebat saat melintasi tikungan 11. Spesialis traumatologi MotoGP, Dr. Mir menjelaskan bahwa Rins mengalami dislokasi bahu kanan.

Kali ini Rins hanya mampu start di posisi ke delapan, 1 grid di bawah Andrea Dovizioso. Pramac Racing Selamatkan Muka Ducati Absennya pebalap andalan Ducati. Andrea Dovizioso di barisan depan tak membuat Ducati tersisihkan dari peta persaingan. Sebab duet Pramac Racing, Francesco Bagnaia dan Jack Miller mampu menempatkan diri di grid ke empat dan ke lima. Tahun depan, Miller sudah dipastikan akan menjadi pebalap di tim pabrikan setelah Danillo Petrucci dilepas oleh Mission Winnow.

Pebalap Autralia itu akan meneruskan catatan perjalanan Aussie di tim utama setelah Casey Stoner dan Troy Bayliss undur diri dari kancah MotoGP. Sementara itu, negosiasi antara Ducati dan Dovizioso nampaknya berjalan alot. Bahkan sempat muncul isu bahwa Ducati akan kembali mendatangkan Jorge Lorenzo ke paddock-nya. Namun hal itu diluruskan oleh Direktur Olahraganya, Paolo Ciabatti. Ciabatti justru menyebut 2 nama lain yang akan menjadi opsi jika negosiasi dengan Dovi gagal. Yakni rekan setim Miller, Franscesco Bagnaia dan pebalap Avintia Racing, Johann Zarco.

Mengapa Kenya Jago di Lari Marathon Ini Penjelasannya – Beberapa bulan lalu saya pernah menulis di Kompasiana soal pelari Jamaika yang jago dalam lari jarak pendek. Tulisan itu bisa dibaca di sini. Kini, saya menulis soal negara Kenya yang jago dalam lari marathon. Ada beberapa hal yang bisa menjelaskan mengapa Kenya jago di lari jarak jauh tersebut. Rekor dunia lari marathon untuk putra saat ini dipegang pelari Kenya, Eliud Kipchoge. Dia membuat rekor pada tahun 2016 di ajang Berlin Marathon.

Mengapa Kenya Jago di Lari Marathon Ini Penjelasannya

Mengapa Kenya Jago di Lari Marathon Ini Penjelasannya

Saat itu, waktu yang ditempuh Kipchoge adalah 2 jam, 1 menit, 39 detik. Sekadar diketahui, Kipchoge juga adalah peraih medali emas marathon Olimpiade 2016. Sebelum dipecahkan Kipchoge, rekor dunia lari marathon putra juga dipegang pelari Kenya. Di tahun 2011, Patrick Makau membuat rekor lari marathon dengan waktu 2 jam, 03 menit, 28 detik. Pada 2013, Wilson Kipsang memecahkan rekor Makau dengan catatan 2 jam, 3 menit, 23 detik. Pada Dennis Kimetto pada 2014 memecahkan rekor Kipsang dengan catatan 2 jam, 2 menit, 57 detik.

Sampai kemudian rekor Kimetto dipecahkan Kipchoge. Artinya, sejak 2011, rekor lari marathon putra selalu dipegang pelari dari Kenya. Di sektor putri pun saat ini rekor lari marathon dipegang pelari Kenya. Mary Jepkosgei Keitany membuat rekor baru lari marathon pada 2017 dengan catatan 2 jam, 17 menit, dan 1 detik. Mary melakukannya di lari marathon yang hanya diikuti pelari putri. Kemudian, Brigid Kosegi yang juga dari Kenya membuat rekor baru pada 2019. Dia membuat rekor lari marathon 2 jam, 14 menit, dan 4 detik. Namun, Brigid melakukannya pada lari marathon yang tak hanya diikuti pelari wanita.

Pelari Kenya yang merajai marathon membuat saya mencari tahu mengapa mereka bisa berjaya. Saya kemudian mendapatkan jawabannya di medium.com. Setidaknya ada tiga alasan mengapa Kenya sangat bagus di lari marathon. Pertama, pelari Kenya memiliki kaki yang ramping. Dijelaskan bahwa kaki pelari Kenya lebih ringan 400 gram dari pelari Eropa. Rampingnya kaki ini diketahui bisa membuat penghematan energy 8 persen saat berlari. Keunggulan genetik ini membuat pelari Kenya lebih unggul untuk lari jarak jauh seperti marathon.

Di Olimpiade 2016 lalu pelari Kenya Jemima Sumgong menyabet medali emas

Kedua, faktor geografis Kenya yang merupakan negara pegunungan. Pegunungan melintas dari utara ke selatan yang rata-rata tinggi datarannya 1.500 meter di atas permukaan laut. Lari di dataran tinggi memang menyulitkan karena oksigen tipis. Tapi, jika terbiasa akan membuat tubuh beradaptasi. Dijelaskan jika berlari di dataran tinggi tubuh manusia akan memproduksi lebih banyak sel darah merah untuk menangkap oksigen yang terbatas. Paru-paru kemudian akan meningkatkan kapasitas untuk menghirup lebih banyak udara. Akibatnya, pelari Kenyta itu memiliki paru-paru yang lebih kuat.

Ketiga adalah desakan kemiskinan. Kemiskinan membuat orang di Kenya ingin keluar dari lingkaran itu. Salah satu caranya adalah menjadi pelarui. Mereka bekerja keras menjadi pelari profesional. Mereka pun bekerja keras untuk berlatih menjadi pelari. Cerita dari Kenya dan juga Jamaika yang pernah saya tulis, kiranya jadi pelajaran penting bagi Indonesia. Saya pikir di Indonesia ada daerah yang memiliki ketinggian yang bagus. Misalnya di Papua.

Saya masih ingat saat klub sepak bola Persiwa masih main di kasta tertinggi Liga Indonesia. Salah satu kesulitan lawan ketika main di Wamena adalah tipisnya oksigen. Itu berarti bahwa di sana juga potensi melahirkan pelari jarak jauh. Indonesia adalah negara yang luas dengan banyak kelebihan. Jika apa yang terjadi di Kenya, Jamaika, dan negara lain dipelajari, maka bisa bermanfaat bagi dunia atletik Indonesia. Saatnya Indonesia melirik atletik karena lebih murah dan lebih mudah, daripada olahraga lain yang butuh peralatan mahal.

Dengan sumber daya manusia yang melimpah, Indonesia potensial menjadi lumbung pelari. Asal jangan memunculkan atlet “lari dari kenyataan

Marc Marquez Memang Edan Fabio Quartararo Juarai MotoGP Jerez – Hanya ada dua nama pebalap yang layak diancungi dua jempol pada perhelatan MotoGP Jerez kemarin. Siapa lagi kalau bukan Fabio Quatararo sang jawara baru MotoGP dan Marc “alien” Marquez sang raja jalanan sejati. Marc sendiri memang tidak berhasil mencapai garis finish karena crash empat lap menjelang finish. Tapi apa yang dipertunjukkan Marc selama balapan di udara panas itu kemudian menjadi atraksi yang sangat menakjubkan bagi pecandu MotoGP di seluruh jagad raya.

Marc Marquez Memang Edan Fabio Quartararo Juarai MotoGP Jerez

Marc Marquez Memang Edan Fabio Quartararo Juarai MotoGP Jerez

Fabio sendiri kemudian membuat beberapa rekor baru setelah berhasil menjuarai GP Jerez yang juga menjadi seri pembuka MotoGP tahun 2020 ini. Jerez adalah kemenangan pertamanya di MotoGP setelah melalui balapan ke-20. Jerez adalah Kemenangan pertamanya dari pole position grid terdepan. Fabio menjadi pebalap termuda ke-8 yang memenangkan race GP setelah Marc Marquez, Freddie Spencer, Norick Abe, Dani Pedrosa, Randy Mamola, Jorge Lorenzo dan Mike Hailwood.

Fabio menjadi pebalap Perancis pertama yang juara race MotoGP 4 tak. Yamaha untuk kali pertama meraih kemenangan dari posisi pole setelah 18 kali gagal. Sebelumnya Maverick Vinales menjadi pebalap Yamaha terakhir yang mampu meraih kemenangan MotoGP dari posisi pole di sirkuit Le Mans pada 2017. Bagi penulis sendiri kemenangan Fabio ini tidaklah mengejutkan, mengingat penampilannya yang begitu ciamik tahun lalu. Dalam pandangan penulis, saat ini hanya Fabio seorang yang akan menjadi pesaing utama Marc Marquez. Bukan dari segi skill semata tentunya, tetapi lebih kepada faktor mental bertanding.

Sensasional! Setelah melewati 20 balapan Fabio akhirnya berhasil meraih gelar pertama, yang seharusnya sudah diraihnya tahun lalu. Mungkin terkesan berlebihan, tapi praktis hanya Marc Marquez saja saat ini yang dapat menahan laju Fabio. Dan itu kemudian terbukti pada balapan di Jerez ini. Seandainya Marc tidak crash, maka ia akan berjuang sekuat tenaga untuk menahan Fabio meraih gelar pertamanya ini.

Dalam hal mental bertanding, penulis bahkan menganggap Fabio sedikit lebih unggul daripada Marc

Fabio adalah penyebab utama terjatuhnya Marc, karena Marc sendiri terlalu memaksakan diri untuk mengejar Fabio. Marc (yang sejak tiga tahun lalu) terlihat begitu matang dan penyabar, justru tak dapat menahan emosi untuk secepatnya mengejar Fabio. Padahal masih ada empat lap tersisa untuk mengejarnya. Mungkin kalau Dovi dan vinales yang berada di depannya, Marc tidak akan terlalu ngotot untuk mengejar mereka. Baginya yang penting bisa podium, cukuplah. Itulah yang dilakukan Marc beberapa tahun ini.

Bermain konsisten untuk podium dan tidak terlalu memaksakan diri untuk selalu menjadi pemenang. Tapi itu rupanya tidak berlaku bagi Fabio, sebab Fabio adalah “musuh masa depan paling berbahaya” bagi Marc. Untuk itu Marc tidak akan pernah mengalah untuk Fabio. Ada orang yang mengatakan kalau Marc memang sengaja membiarkan Fabio di depan untuk kemudian dilibasnya pada lap-lap akhir. Padahal sejatinya tidak begitu.

Pada beberapa balapan tahun lalu, Marc awalnya memang sengaja membuntuti Fabio untuk menganalisa riding style Fabio. Tapi pada akhirnya Marc mengakui kalau pada speed corner (tikungan cepat) Fabio memang lebih cepat dari dirinya. Selain karena karakter mesin I-4 Yamaha yang memang lebih smooth di tikungan dari pada V4 Honda maupun Ducati, Fabio memiliki kemampuan yang setara Lorenzo pula kala melibas tikungan cepat. Hal lain yang membuat Marc harus mewaspadai Fabio adalah mental bertandingnya.

Fabio selalu mampu menjaga racing line-nya dengan rapat. Marc hanya menang pengalaman saja plus bantuan kecepatan V4 Honda ketika keluar dari tikungan. Sebenarnya penulis sendiri sangat berharap dapat melihat duel kedua superstar ini di Jerez kemarin, tapi sayang tidak terkabul. Yah memang hanya soal waktu saja bagi Fabio untuk meraih gelar pertamanya untuk kemudian menyejajarkan dirinya dengan para legenda lainnya. Kini kepercayaan dirinya semakin kuat dan tentu saja akan semakin sulit bagi Marc untuk dapat menaklukkannya.

Perjudian Vinales memakai ban soft-soft (depan-belakang) nyaris membawa petaka

Vianles beruntung bisa finis kedua berkat pengalaman dan kepiawaiannya, dan tentunya kesialan yang menimpa Marc. Awalnya ban soft-soft itu mampu membawa Vinales memimpin balapan setelah ia berhasil memperdayai Fabio. Akan tetapi Marc kemudian memaksanya harus berjuang keras mempertahankan posisinya. Cuaca panas Jerez kemudian menggerus ban depan Vinales dengan cepatnya. Ia kemudian terpaksa harus merelakan posisinya kepada Fabio.

Fabio yang pada 10 lap pertama cenderung biasa-biasa saja, kemudian mulai menunjukkan taringnya dengan meninggalkan Vinales jauh di belakang. Memang agak menggelikan melihat motor “M1 KW” (Tim satelit Yamaha) meninggalkan “M1 Ori” (Tim pabrikan Yamaha) di belakangnya. Jangan bandingkan juga dengan “mbah Rossi” yang jauh di belakang Fabio.

Berita teranyar, konon Tim Petronas Yamaha (tempat Fabio bernaung saat ini) belum bisa menjanjikan satu tempat bagi “mbah Rossi” tahun depan. Memang sedih melihat “cara Rossi mempermalukan dirinya sendiri.” Dia ternyata sudah benar-benar habis! Bukan salahnya juga sebab usia memang tidak bisa dibohongi. Seandainya kita bisa melihat wajah Rossi ketika di-overtake Marc Marquez dengan mudahnya.

Dua kali Marc melakukan kesalahan. Pertama pada lap ke-5 ketika ia ingin capat-cepat meninggalkan Vinales. Marc paham pasti akan terjadi perebutan posisi kedua antara Vinales, Fabio dan Miller. Marc juga tahu, walaupun memakai ban depan soft, Vinales tidak akan menyerah begitu saja. Jadi Marc ingin secepatnya menjauh dari rombongan mereka itu agar nantinya tidak menjadi ancaman baginya. Marc tidak takut kepada Vinales (dengan ban soft-nya itu) dan Miller, tetapi kepada Fabio.

Kalau di lap ke-20 ia bisa berjarak sekitar 5 detik dari Fabio, maka Fabio mungkin tidak akan memaksakan diri untuk mengejarnya lagi. Dovi tak percaya pada apa yang dilihatnya itu. Mentalnya segera hancur lebur. Tak lama kemudian justru Dovi yang terjatuh sendiri dalam sebuah laka tunggal! Gelar juara dunia Moto GP 2017 pun raib dari genggaman Dovi.

Libas Hungaroring Hamilton Samai Rekor Schumacher – Sensasional adalah kata yang tepat untuk menggambarkan pencapaian pebalap Inggris, Lewis Hamilton setelah ia berhasil menjuarai GP F1 Hungaria 2020. Ini menjadi gelar kedelapan bagi Hamilton di sirkuit Hungaroring, Hungaria ini. Dengan demikian Hamilton menyamai rekor Michael Schumacher yang juga berhasil merebut delapan kali juara pada sirkuit yang sama.

Libas Hungaroring Hamilton Samai Rekor Schumacher

Libas Hungaroring Hamilton Samai Rekor Schumacher

Pada sesi kualifikasi sehari sebelumnya Hamilton juga menorehkan sejarah setelah berhasil meraih pole position ke-90 baginya sepanjang karir balapnya di F1. Rekor ini lebih gila lagi karena jauh melampaui pencapaian para legenda seperti Michael Schumacher (68), Ayrton Senna (65), Sebastian Vettel (57), dan Jim Clark (33). Sesi kualifikasi Hungaroring 2020 ini juga membuat kejutan setelah dua mobil Racing Point berhasil menduduki posisi tiga dan empat, di belakang duo Mercedes tentunya.

Akan halnya mobil tim kuda jingkrak, Ferrari, berada di posisi lima dan enam. Disusul Red Bull, duo Mc Laren dan Alpha Tauri untuk melengkapi sepuluh besar pebalap. Hujan deras yang membasahi sirkuit sebelum balapan berlangsung juga menambah semarak jalannya balapan. Hujan sebenarnya sudah berhenti ketika balapan akan berlangsung. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh tim Haas. Kevin Magnussen dan Romain Grosjean kemudian masuk pit untuk mengganti ban dengan tipe slick pada saat akhir formasi lap. Sementara 18 mobil lainnya tetap menggunakan ban intermediate yang jelas lebih lambat dari ban slick.

Masih ada beberapa rekor Schumacher lagi yang ingin dipecahkan oleh Hamilton

Haas memang adalah tim kecil. Akan tetapi kecerdasan lewat strategi jitu seperti ini kemudian memberi angka pertama bagi tim gurem ini. Salut Sementara itu tim Mc Laren yang sukses mereguk madu kenikmatan lewat dua seri balapan sebelumnya, kini harus kembali ke dunia nyata setelah “berhasil” merebut dua angka lewat Carlos Sainz Jr. Rekan setimnya Lando Norris justru bernasib malang setelah tertahan dan kehilangan banyak waktu di lintasan pit yang ramai di awal-awal balapan. Start dari pole Hamilton langsung melesat dengan mulus meninggalkan para seterunya. Start lamban dari Bottas kemudian membuatnya menderita. Dari posisi dua ia terpaksa turun ke posisi enam, sementara Perez juga harus turun dari posisi empat ke posisi tujuh.

Kalau ada yang berduka, pasti ada juga yang bersuka. Verstappen yang tadinya start dari posisi tujuh kemudian melesat ke posisi tiga di belakang Lance Stroll yang juga naik ke posisi dua. Sementara duo Ferrari kini melesat ke posisi empat dan lima. Lap-4. Strategi Haas mengganti ban ke tipe slick di awal balapan kemudian terbukti jitu. Hamilton kemudian masuk pit untuk mengganti ban. Langkah Hamilton kemudian diikuti semua pebalap lainnya.

Sementara itu terjadi senggolan antara Carlos Sainz dengan Nicholas Latifi di lintasan pit. Ban kiri belakang Latifi tertusuk mobil Sainz, membuat mobilnya kemudian melintir di T1 (tikungan pertama) Lap-5. Tiada disangka tiada diduga, kini duo Haas tadi sudah berada di posisi tiga dan emprat.

Kini susunan pebalap adalah Hamilton, Verstappen, Magnussen, Grosjean, Stroll, Leclerc, Bottas, Perez, Vettel dan Albon. Dimana Leclerc menjadi satu-satunya pebalap dari sepuluh besar yang memakai ban kompon soft. Lap-7. Stroll berhasil overtake Grosjean di tikungan. Kini Stroll berada di posisi empat. Lap-10. Bottas kini menapak ke posisi enam setelah berhasil mengasapi Leclerc. Lap-17. Stroll kini naik ke posisi tiga setelah berhasil overtake Magnussen. Sementara itu Bottas naik ke posisi empat setelah kemudian berhasil mengasapi Magnussen pula.

Vettel bahkan harus tertahan 9,2 detik di pit boxnya sendiri karena lintasan pit yang ramai

Gelar juara di Hungaroring Ini menjadi kemenangan ke-86 bagi Hamilton sepanjang karir balapannya di F1 bersama tim Mc Laren dan Mercedes. Perolehan Hamilton masih terpaut lima lagi dari rekor abadi Michael Schumacher yang mengantungi 91 kemenangan sepanjang karir balapnya di F1. Hamilton adalah pemegang enam juara dunia F1, sementara Schumacher adalah pemegang delapan gelar juara dunia F1. Artinya Hamilton butuh dua gelar lagi untuk menyamai prestasi Schumacher. Kalau tahun ini dan tahun depan Hamilton bisa juara dunia, maka ia akan menyamai prestasi Schumacher.

Rekor kedua milik Michael Schumacher yang dapat dipatahkan oleh Lewis Hamilton tahun ini adalah finish podium terbanyak. Dengan total 155 podium yang ia cetak bersama tim Benetton, Ferrari, dan Mercedes, Michael Schumacher merupakan pemegang rekor finish podium terbanyak sepanjang sejarah F1. Lewis Hamilton yang kini memiliki total 153 podium bersama tim McLaren dan Mercedes, hanya perlu setidaknya tiga kali naik podium untuk menggeser rekor Schumacher. Yang terakhir adalah rekor pole position terbanyak dalam balapan yang sama.

Baik Lewis Hamilton dan Michael Schumacher saat ini sama-sama memegang rekor 8 pole position berturut-turut di balapan yang sama; Hamilton di F1 Australia dan Schumacher di F1 Jepang. Sayang balapan F1 Australia 2020 yang merupakan pembuka musim F1 dibatalkan karena pandemi Covid-19. Jadi Hamilton harus menunggu F1 Australia tahun depan untuk memecahkan rekor tersebut.

MotoGP Jerez El-Diablo Digdaya Marquez Apes dan KTM yang Kian Mantap – Fabio Quartararo pecah telur. Sirkuit Jerez menjadi saksi kemenangan pertama pebalap berpaspor Perancis itu. Mengawali start dari posisi pertama, Quartararo sempat bertarung melawan calon tandemnya tahun depan, Maverick Vinales. Dan seperti biasa, yang selalu bertarung di grup depan yakni sang juara bertahan, Marc Marquez. El-Diablo yang pada hari pertama free practice diganjar pemotongan durasi latihan selama 20 menit mampu mempertahankan ritme dan konsisten berada di grup depan.

MotoGP Jerez El-Diablo Digdaya Marquez Apes dan KTM yang Kian Mantap

Perlawanan Yamaha terhadap Honda diawali oleh Vinales yang selama beberapa lap memimpin jalannya lompa, hingga Marquez mengambil alih. Malang menimpa the Baby Alien. Saat mempertahankan posisi dari rongrongan Vinales, motornya terlihat kehilangan traksi saat melewati tikungan 4. Namun luar biasa, meski dalam sudut kemiringan yang sempit, Marquez hanya kehilangan kendali selama sekian detik dan mampu kembali menguasai motornya. Kembali ke track setelah melintasi gravel, Marquez mendarat di depan sang adik, Alex yang berada di posisi ke-16.

Sementara itu, pertarungan memperebutkan podium teratas terjadi antara Vinalez, Quartararo dan pebalap Pramac Racing, Jack Miller. Miller yang start dari posis ke-5 ditempel oleh rekan setimnya, Francesco Bagnaia. Miller akhirnya kehilangan podium setelah Andrea Dovizioso menyodok di lap akhir dan Bagnaia pun harus tergeser oleh pebalap Petronas, Franco Morbidelli dan pebalap KTM, Pol Espargaro. Podium pertama pun akhirnya dikuasai oleh Fabio Quartararo dengan catatan waktu 41:23.796. Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso menyusul di podium ke-2 dan ke-3 dengan gap masing-masing +4.603 dan +5.946 dari catatan waktu Quartararo.

Regis Laconi di sirkuti Valencia di GP 500cc pada tahun 1999

Dengan capaiannya ini, Fabio Quartararo menjadi pebalap Perancis yang mampu menjuarai kelar utama setelah kemenganan. Selain kemenangan pebalap satelit Yamaha, ada hal luar biasa yang terjadi di sirkuit legendaris ini. Yakni jatuhnya Marc Marquez. Penyelamatan yang dilakukannya saat mengalami selip di awal lomba tak membuatnya keluar dari persaingan.

Terlempar dari urutan ke-10 di tak membuatnya kesulitan untuk kembali ke depan. Perlahan namun pasti, pemilik 6 gelar juara dunia MotoGP itu mendekati posisi Vinales yang sudah ditinggalkan Quartararo. Malang tak bisa ditolak, di tikungan 4, Marquez terjatuh dan harus keluar pertandingan. Beberapa saat kemudian, dia tampak ditandu dengan leher dibalut neck holder sembari memegangi lengan kanannya. Belum ada keterangan resmi mengenai cidera yang dialaminya. Bisa jadi cideranya cukup parah terlihat dari kerasnya dia terjatuh dari tunggangannya.

Pabrikan Austria nan ambisius ini terlihat makin mantap saja. Salah satunya berkat bergabungnya mantan loyalis Repsol Honda, Dani Pedrosa sebagai pebalap penguji. Ambisi KTM untuk memperbesar peluangnya bersaing dengan pabrikan Jepang nampaknya membuahkan hasil, paling tidak di awal musim ini. Pol Espargaro yang start dari grid ke ke-7 mampu bertarung di bagian depan meski belum menyentuh 3 besar. Di penghujung balapan, Espargaro mampu bertengger di posisi ke-6 sementara pebalap satelit KTM Tech 3, Miguel Oliviera, finish di posisi ke-8. Namun KTM harus segera mempersiapkan pengganti Espargaro untuk musim 2021. Sebab, pebalap 29 tahun itu resmi menggeser Alex Marquez dari jok RC212v di Repsol Honda Team.

Pebalap Mission Winnow Ducati, Danillo Petrucci disebut akan mengisi posisi yang ditinggalkan Espargaro. Sebagaimana diberitakan, Petrucci tergusur dari tim pabrikan Ducati dan digantikan oleh Jack Miller.