Positif Tiada Lagi DesmoDovi di MotoGP 2021 – Andrea Dovizioso mengawali debutnya di MotoGP bersama tim satelit Honda, JiR Team Scot MotoGP pada 2008. Pada musim perdananya, ia mengoleksi 1 podium dan bertengger di peringkat 5 klasemen akhir. Setahun kemudian, Dovi naik strata ke tim pabrikan menggantikan posisi juara dunia MotoGP 2006, Nicky Hayden.

Positif Tiada Lagi DesmoDovi di MotoGP 2021

Positif Tiada Lagi DesmoDovi di MotoGP 2021

Bersama dengan Dani Pedrosa, Dovi mengibarkan bendera Repsol Honda di musim 2009 hingga 2011. Di tahun terakhirnya bersama Honda, ia berhasil menempatkan diri di peringkat ke-3 di bawah Casey Stoner (Ducati) dan Jorge Lorenzo (Yamaha). Setelah Hayden menjadi juara dunia pada 2006, tak ada rider Honda yang mampu mempersembahkan mahkota juara dunia ke pabrikan Jepang itu. Baru setelah Casey Stoner bergabung ke squad inti Honda pada 2011, Honda kembali menjadi jawara.

Sempat membela Yamaha selama setahun, Dovi didatangkan ke Bologna untuk menemani Nicky Hayden membesut Desmosedici GP13 pada 2013. Sejak saat itu, ia tak berhenti memperbarui kontrak dengan tim yang akrab dengan kelir merah itu. Delapan tahun bersama Ducati, Andrea Dovizioso mempersembahkan 3 kali posisi runner up secara beruntun dari 2017 hingga 2019. Penampilan Dovi di MotoGP bersama 3 pabrikan berbeda –Honda, Yamaha dan Ducati– bisa dibilang cukup konsisten.

Ducati memiliki kans menjadi juara dunia setelah beberapa tahun lamanya pengembangan berada di bawah pengawasannya

Prestasi terendahnya adalah saat pertama kali bergabung dengan Ducati yakni di peringkat ke-8. Itu pun lalu ditebusnya dengan perlawanannya terhadap dominasi Marc Marquez. Dovi sempat bersitegang dengan bos Ducati Corse, Gigi Dall’Igna dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu diamini oleh manajer Dovi, Simone Batistella. Namun Batistella hanya menyebutnya sebagai ketegangan profesional yang dapat berimbas pada kemajuan proyek Ducati di MotoGP. Dall’Igna yang sejak 2013 bergabung dengan Ducati di MotoGP, merasa.

Dia menganggap Dovi harus bekerja lebih keras untuk meraih posisi prestis sebagai juara dunia. Namun Dovi justru berpendapat bahwa Dall’Igna lebih fokus pada peningkatan power Desmosedici alih-alih memperbaiki permasalahan klasik Ducati yakni kemampuan bermanuver di tikungan.

Perpanjangan kontrak Dovi di Ducati diberitakan sempat terkatung-katung beberapa lama. Masalah krusial terakhir yang menjadi hambatan adalah besaran gaji. Kepada Dovi, manajemen Ducati mengajukan syarat pemotongan gaji jika ia masih akan membela tim Itali itu pada musim depan. Tahun ini pun, terkait dengan pandemi, hal yang sama pun akan diterapkan kepada pebalap utama Ducati itu.

Tak mencapai kesepakatan, akhirnya pada hari ini (15/8) melalui Direktur Olahraganya, Paolo Ciabatti, Ducati resmi mengumumkan bahwa Ducati dan Dovizioso akan berpisah pada penghujung musim ini. Satu kursi tim pabrikan Ducati sudah pasti akan diisi oleh Jack Miller. Miller yang kini membalap untuk tim satelit Ducati, Pramac Racing, beberapa bulan lalu sudah mengantongi kontrak bersama Mission Winnow Ducati untuk menggantikan Danilo Petrucci.

Berita mundurnya Dovi tentu menimbulkan beberapa spekulasi penggantinya

Salah satu kandidat kuat adalah Johann Zarco. Zarco yang tahun lalu hampir saja mundur dari MotoGP, didatangkan ke Reale Avintia Racing yang kala itu masih menjadi tim privateer. Perekrutan pebalap Perancis itu pun penuh drama. Karel Abraham yang terusir sempat bersitegang dengan manajemen Esponsorama, badan di balik Avintia Racing, karena dirinya sudah memenuhi kewajibannya sebagai pay rider hingga 2020. Bergabungnya Zarco pun menaikkan strata.

Avintia dari tim privateer menjadi tim satelit Ducati, paling tidak selama dua tahun mendatang (hingga 2021). Mengenai Zarco, Dall’Igna sendiri berjanji akan membantunya jika ia kompetitif di atas Desmosedici*. Dan pada GP Ceko pekan lalu, secara mengejutkan Zarco mampu finish di urutan ke tiga. Jauh di depan para pebalap Ducati lainnya. Kemungkinan ke dua adalah Cal Crutchlow. Tergeser oleh kehadiran Alex Marquez di LCR Honda, Cruthlow kemungkinan akan meninggalkan Honda. Salah satunya adalah kembali ke Ducati.

Pebalap Inggris itu pada musim 2014 menjadi pebalap di Ducati meski hanya mampu mengakhiri musim di peringkat ke-13. Cruthlow mengaku bahwa hingga saat ini hubungannya dengan para punggawa Ducati seperti Ciabatti, Dall’Igna dan Tardozzi masih cukup hangat. Dan dirinya akan sangat senang jika Ducati memanggilnya untuk kembali menunggangi Desmosedici pada 2010 mendatang. Selain Zarco dan Cruthlow, ada nama lain yang merupakan rekan setim Miller di Pramac Racing, yakni Francesco Bagnaia.

Bukan tak mungkin Bagnaia direkrut karena pengalamannya bersama Ducati sejak 2019 lalu. Di Jerez dan Andalucia, ia mampu tampil impresif saat kualifikasi dengan menduduki grid ke-4 dan ke-3. Nama terakhir yang bisa disebut tak lain adalah Jorge Lorenzo. Lorenzo yang pensiun pada akhir tahun lalu mengaku telah melakukan negosiasi dengan Ducati sebagai salah satu solusi jika negosiasi dengan Dovi gagal*. X-Fuerra sebelum bergabung dengan Honda, selama 2 tahun membela Ducati bersama Dovi. Tentu menarik bisa melihat Dovi kembali bersama Ducati.

MotoGP Tiga Seri Berlalu Yamaha Yahud Honda Babak Belur – Dari 3 seri yang sudah berlangsung, Yamaha menjadi tim dengan performa paling mantap. Tiga pebalapnya berhasil menempati 3 posisi teratas klasemen sementara. Masalah di Balik Performa Yahud Yamaha. Sempat dikabarkan akan mengganti konfigurasi mesin dari 4 silinder segaris ke V4.

MotoGP Tiga Seri Berlalu Yamaha Yahud Honda Babak Belur

MotoGP Tiga Seri Berlalu Yamaha Yahud Honda Babak Belur

Yamaha akhirnya masih menggunakan mesin dengan konfigurasi lama pada musim 2020. Bersama Suzuki, pabrikan ini berjibaku menghadapi mesin-mesin V4 Honda, Ducati, KTM dan Aprilia. Pada test pra musim di sirkuit Valencia akhir tahun lalu, Valentino Rossi memberikan penilaian positif pada performa motornya*. Dibandingkan musim 2019 yang membuat performa Yamaha tak konsisten hingga pertengahan musim, mesin baru diyakini dapat mendongkrak penampilan para rider tim garputala pada musim ini.

Dari 3 seri yang sudah berlangsung, Yamaha menjadi tim dengan performa paling mantap. Tiga pebalapnya berhasil menempati 3 posisi teratas klasemen sementara. Dan semua ridernya pernah mencicipi podium. Quartarato menjadi kampiun pada seri perdana di Jerez dan seri ke dua di Andalucia, Spanyol. Sementara Maverick Vinales berhasil mengekor di posisi ke-2 di kedua seri tersebut. Pada seri ke-3 Brno, Ceko pekan lalu.

Valentino Rossi pun tak ketinggalan. Rider 41 tahun itu menguasai podium 3 di Andalucia. Namun di balik performa ciamik itu, ternyata Yamaha tengah dirundung masalah. Masalah mesin (engine failure) menggagalkan penampilan Rossi di Jerez dan Morbidelli di Andalucia. Keduanya harus mundur saat balapan berlangsung. Sementara masalah menghampiri Vinales dan Quartararo saat latihan.

Giliran Franco Morbidelli yang tampil sebagai finisher ke-3

Asumsi pun beredar, bahwa mesin Yamaha tak kuat menghadapi temperatur tinggi. Asumsi itu diperkuat dengan tak bermasalahnya Yamaha di Brno yang mempunyai suhu relatif lebih rendah dari 2 sirkuit di Spanyol. Namun hal itu ditepis bos Yamaha MotoGP, Lin Jarvis. Untuk mengetahui permasalahan sesungguhnya, Yamaha pun mengirim sampel mesin ke Jepang untuk diinvestigasi. Hingga seri ke tiga, Yamaha sudah menggunakan 3 hingga 4 mesin dari 5 jatah mesin yang bisa digunakan di musim ini.

Vinales dan Morbidelli sudah menggunakan 5 jatah mesin mereka, sementara Rossi dan Quartararo sudah membuka mesin ke empat. Menghadapi 11 seri mendatang termasuk besok di sirkuit Spielberg Austria, sanggupkah Yamaha mempertahakan performa awal musimnya? Kita lihat saja. Cidera berkepanjangan ahlinya ahli tim Honda, Marc Marquez, membuat Honda menjadi pesakitan. Tahun lalu pun sebenarnya cukup mewakili tak sehatnya performa Honda.

Hanya mendudukkan 2 pebalapnya di 10 besar klasemen akhir cukup menjadi indikator bahwa terjadi ketimpangan di squad sayap terbang. Diakui atau tidak, fakta menunjukkan bahwa Marquez adalah satu-satunya pebalap Honda yang terlihat nyaman di atas RC213V. Gap yang jauh antara Marquez dan Cal Crutchlow yang bercokol di peringkat ke-9 menguatkan hal itu. Dan kini, ketidakhadiran The Baby Alien menjadi bencana bagi Honda.

Merekrut juara dunia ke squad utama hingga kini tak membuahkan hasil positif sama sekali

Dari 3 seri yang dilakoninya, hanya sekali Alex Marquez berhasil finish di 10 besar. Mengantongi 13 poin, adik kandung Marc Marquez itu kini menempati posisi ke-13 klasemen sementara. Pebalap tim LCR Honda, Takaaki Nakagami menjalani awal musim dengan lebih baik. Secara konsisten ia mampu mengakhiri lomba di posisi 10 besar. Sementara rekan setimnya.

Cal Crutchlow nampaknya masih belum mampu tampil 100% selepas mengalami cidera pergelangan tangan jelang balap di Jerez awal bulan lalu. Manajer tim Honda, Alberto Puig menyatakan bahwa hingga kini Marquez masih fokus pada pemulihan cideranya. Ia diprediksi baru bisa turun pada seri ke-6 di sirkuit Misano 13 September mendatang.* Jika prediksi itu akurat berarti Marquez hanya mampu mengumpulkan maksimal 225 poin dari 9 seri yang dijalani.

Itu pun kalau dia konsisten memenangi seri. Sementara hingga kini, Quartararo sebagai pemimpin klasemen sudah mengantongi 59 poin diikuti Vinales dengan 42 poin. Jelas, mempertahankan gelar menjadi pekerjaan amat berat bagi Marquez dan Honda untuk saat ini. Namun bukan berarti tak mungkin. Karena semua bisa terjadi di lintasan balap.

Lihat Lagi Klasemen MotoGP 2020 Jelang MotoGP Austria – Begini gambaran persaingan di klasemen MotoGP 2020 untuk sementara. Menjelang balapan MotoGP Austria di Red Bull Ring pada akhir pekan. Persaingan kelas primer di MotoGP 2020 memasuki seri keempatnya. Pekan ini ada MotoGP Austria yang bakal dilangsungkan di sirkuit Red Bull Ring.

Lihat Lagi Klasemen MotoGP 2020 Jelang MotoGP Austria

Merujuk pada jadwal MotoGP Austria 2020, rangkaian aktivitas di lintasan akan diawali dengan sesi-sesi latihan pada hari Jumat (14/8) ini. Sesi latihan terakhir yang dilanjutkan dengan kualifikasi berlangsung Sabtu (15/8) besok, yang disusul. Kemudian dengan agenda balapan pada hari Minggu (16/8) di sirkuit Red Bull Ring, Spielberg.

Seperti halnya balapan di Jerez, sirkuit Red Bull Ring akan menjadi medan. Persaingan dalam dua seri balapan yang digelar secara berturut-turut. Jika di Jerez ada MotoGP Spanyol dan MotoGP Andalusia pada seri pertama dan kedua, Red Bull Ring punya MotoGP Austria pada pekan ini dan MotoGP Styria yang dilangsungkan pada pekan depan.

Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) berjaya dalam kedua balapan di Jerez, sedangkan MotoGP Ceko pada pekan lalu dimenangi oleh rookie Brad Binder dari tim utama KTM.

Dari tiga balapan sejauh ini sudah ada dua pemenang berbeda

Hasil-hasil itu membuat klasemen MotoGP 2020 untuk sementara ini masih dikuasai oleh Quartararo yang berada di posisi teratas dengan 59 poin hasil dari dua kemenangan dan finis ketujuh di Brno, Ceko.MotoGP Austria 2020 Hujan atau Tidak? Ini Kata Fabio Quartararo. Posisi kedua ditempati oleh Maverick Vinales dengan 42 poin. Rider Monster Energy Yamaha itu berhasil jadi runner-up dalam dua balapan di Jerez tapi tercecer ke posisi 14 di Brno.

Sementara posisi ketiga di klasemen MotoGP 2020 untuk sementara ini ditempati oleh Franco Morbidelli (31 poin), yang merupakan rekan satu tim Quartararo. Hasil-hasil sejauh ini sekaligus membuat tiga posisi teratas dikuasai oleh para rider Yamaha.

Juara bertahan Marc Marquez masih absen dalam MotoGP Austria pekan ini. Rider Repsol Honda itu menjadi satu dari tiga rider yang belum punya poin di klasemen MotoGP 2020, bersama Germany Stefan Bradl yang baru tampil satu kali di Brno sebagai pengganti Marc Marquez dan rookie Iker Lecuona dari tim KTM.

MotoGP Kian Gila Brad Binder Juarai Sirkuit Brno 2020 – Dekade lalu orang bosen nonton MotoGP karena The Doctor malang melintang merajai bapan selama bertahun-tahun. Lalu datang lagi baby alien dari planet kenthir, untuk kemudian merajai balapan pula dan membuat pebalap lain tampak seperti “jaran kepang. Sihir alien tersebut baru kemudian sirna setelah lengannya patah terbelah dua di sirkuit jerez pada perhelatan pertama seri MotoGP kemarin.

MotoGP Kian Gila Brad Binder Juarai Sirkuit Brno 2020

MotoGP Kian Gila Brad Binder Juarai Sirkuit Brno 2020

Fans baby alien MM93 kemudian gegana, gelisah galau merana dengan mengatakan kalau balapan sekarang tidak akan seru karena Marc Marquez tidak bisa ikutan. Maverick Vinales dan Dovizioso kemudian tertawa sumringah berharap ketiban rezeki dengan absennya MM93. Namun kemudian lahir pula alien baru yang membalap dengan penuh percaya diri tanpa gelisah, melibas tikungan penuh pesona tanpa cela, membuat pebalap lain tampak seperti badut jenaka. Alien baru itu diketahui bernama Fabio Quartararo.

Menjelang MotoGP Brno ini, para penggemar MotoGP hakul yakin kalau Fabio akan kembali mengasapi para seniornya itu dengan mudahnya. Namun apa yang terjadi sodara-sodara sebangsa setanah air? Pemimpin klasemen balapan yang bernama Fabio itu bahkan harus terbirit-birit dari kejaran Takaaki Nakagami untuk bisa mencapai garis finish di posisi ketujuh.

Belum sirna kekaguman khalayak pecinta Lucinta Luna, eh MotoGP kepada Fabio Quartararo, eh ternyata telah lahir pula alien baru bernama Brad Binder. Binder ini secara kasat mata kemudian mengasapi para pebalap lain jauh di belakangnya. Wow! hanya kata itu saja yang bisa terucap dari bibir hamba sahaya melihat aksi berani dari seorang Brad Binder ini. Padahal, bersama Alex Marquez yang juga adalah adik kandung dari Marc Marquez, Binder adalah rookie AKA “anak bawang” baru di kelas MotoGP tahun ini.

Musim 2019 lalu KTM kurang berhasil

Bergabung dengan KTM, Binder menjadi “bawang putih” sedangkan Alex menjadi “bawang merah” kala bergabung dengan Honda. Tanpa membuang waktu dan bensin lagi, penulis yang juga merupakan pengamat MotoGP kelas cetek bin abal-abal ini langsung membakar menyan untuk melakukan penerawangan. Yah, menyan itu diperlukan karena penulis bukanlah seorang pengamat berlisensi ataupun mantan pebalap trek-trekan tingkat RT maupun Kecamatan misalnya. Selain tidak punya SIM C, penulis ternyata juga tidak bisa mengendarai motor sport.

Sulit menjelaskan secara detail apa yang terjadi pada balapan di sirkuit Brno kemarin. Binder dengan RC16 unggul dominan atas Morbidelli, Zarco dan pebalap lainnya. RC16 kini memang semakin cepat. Apalagi setelah Dani Pedrosa menjadi test rider KTM. Pedrosa kemudian mengembangkan kemampuan KTM RC16 yang berkiblat kepada Honda RC213V ini, dengan target untuk mengunggulinya kelak. Pada 18 November 2018 lalu, KTM RC16 meraih podium pertamanya setelah Pol Espargaro berhasil finish di posisi ke-3 MotoGP Valencia.

Namun KTM belumlah secepat Honda apalagi Ducati. Tentu ada faktor lain yang membuat mereka dominan pada sirkuit ini. Itulah yang membuat penulis mengalihkan perhatian kepada konstruksi motor KTM termasuk suspensinya, dan kemudian layout dan kondisi sirkuit Brno ini. Setelah diterawang, ternyata ada benang merah yang menghubungkan kesemua faktor di atas terhadap faktor hoki Binder dan KTM, sehingga mereka bisa cuan di sirkuit ini.

Adalah fakta kalau trek sirkuit ini sudah lama tidak dilapis ulang, sehingga dari tahun ketahun kondisinya semakin memburuk. Grip ban dengan aspal menjadi problem utama di sirkuit ini. Pada lintasan tertentu ditemukan beberapa titik bumpy, trek bergelombang yang memaksa pebalap harus berhati-hati agar tidak highside. Tetapi masalah utama adalah buruknya lapisan aspal yang membuat ban kehilangan daya cengkram di permukaan aspal.

Namun pengembangan RC16 sukses karena hasilnya bisa dilihat seperti sekarang ini

Raja “tikungan cantik” sekelas Fabio Quartararo saja sampai kehilangan nyali ketika merasakan ban belakangnya melintir ketika ia melibas tikungan dengan gayanya. Ketika Fabio mencoba beradapatasi dengan tikungan tersebut agar tidak mati gaya, maka ia segera saja kehilangan pesonanya untuk kemudian dengan gampang disalip pebalap lain. Selain karena aspal Brno yang sudah lama tidak memperoleh re-surfacing, salah satunya menurut Fabio adalah karena layout Brno yang turun naik.

Perubahan elevasi membuat posisi roda belakang dan roda depan tidak lagi balance. Jadi butuh strategi dan upaya fisik tertentu untuk memberikan load/beban tambahan pada roda belakang agar motor bisa stabil. Apalagi lapisan aspal yang buruk dan bergelombang semakin menambah penderitaan. Itulah yang menurut Fabio roda belakang seperti floating atau melayang. Hal inipun sudah dirasakan Fabio sejak sesi Latihan bebas. Namun hingga akhir balapan, Fabio belum juga menemukan solusi untuk permasalahan ini.

Brno yang terletak di perbukitan dengan lintasan naik-turun ini secara umum memang bukan sirkuit yang ramah untuk motor pengusung mesin I-4 Inline seperti Yamaha dan Suzuki. Apalagi lapisan aspal Brno yang buruk membuat keunggulan I-4 Inline kala melibas tikungan cepat menjadi sia-sia. Brno adalah rumah yang nyaman bagi motor pengusung mesin V4 seperti Honda, Ducati dan KTM.

Jangan ragu dan jangan pula lupa kalau KTM bersama WP Suspension

Pada sepuluh balapan terakhir, hanya sekali saja Yamaha berhasil menjuarainya, yakni ketika Jorge Lorenzo menjadi jawara di tahun 2015. Jadi penulis angkat topi buat Morbidelli (posisi 2) Rins (posisi 4) dan Rossi (posisi 5) Sebab tanpa perjuangan keras, mustahil mereka akan bisa mencapai posisi itu.

Brno adalah kandang tim KTM. Sialnya awal Juli kemarin KTM diperbolehkan melakukan tes privat selama dua hari di Brno. Dani Pedrosa sebagai test rider KTM kemudian menjajal RC16 sampai maksimal untuk mencari mapping setup yang paling pas buat KTM di sirkuit ini. Artinya berkat masukan dari Pedrosa, kini para pebalap KTM jadi paham betul karakter Brno ini. Kapan dan dimana harus gas pol, kapan dan di titik mana harus melakukan pengereman. Dalam hal ini memang para pebalap KTM sudah unggul setengah langkah.

Mesin KTM RC16 sendiri dipersenjatai mesin konfigurasi V4 1.000cc empat silinder, mirip dengan Honda dan Ducati. Namun konstruksinya memang beda sendiri dari tim lainnya. KTM memakai sasis tubular baja, serta suspensi depan/belakang semuanya buatan WP Suspension. Sementara mayoritas pabrikan lain menggunakan sasis deltabox alumunium twin spar, plus suspensi buatan Ohlins. Dulu ada juga yang memakai suspensi buatan Showa.

rajanya balapan “garuk tanah.” Kondisi ekstrim (bagi MotoGP) Brno tentu saja belum ada apa-apanya dibanding ketika duet “sasis teralis baja- shockbreaker WP Suspension” ini harus terbanting dari ketinggian beberapa meter kala berjumpalitan di pertandingan motorcross.

Kini semua tim selain KTM memakai suspensi Ohlin

Jadi kini sekarang sudah ketemu rahasia kesuksesan Binder dan KTM di Brno ini. karakter sirkuit yang “keras” rupanya sangat tjotjok dengan sasis teralis baja dan suspensi dari WP. Dipadu dengan mesin RC16 yang kian kencang, jadinya ibarat kwetiau goreng komplit dikasih saus tiram. Catatan lainnya, hampir semua pebalap mengeluhkan kondisi sirkuit Brno. Tapi kebanyakan hanya mengomel saja tanpa mau berusaha keras mencari solusi.

Padahal mereka memakai motor tim pabrikan yang terbaik, tetapi lebih suka untuk menyalahkan kondisi sirkuit. Hal sebaliknya justru dilakukan The Doctor. Rossi justru tampak menikmati balapan tanpa mau menyalahkan kondisi trek yang buruk. Kalau penulis punya jargon, “menulis untuk senang-senang,” maka Rossi juga punya jargon, “membalap untuk senang-senang.

Tahun lalu gelar juara Marquez terputus pas lagi sayang-sayangnya. “Cintanya” dirampok Dovizioso pas di tikungan terakhir. Minggu depan Marquez belum bisa main. Dovi juga tampaknya belum bisa maksimal setelah mengalami cedera berat. Vinales juga masing angin-anginan seperti biasanya. Mungkin pertarungan seru akan terjadi diantara Fabio, Morbidelli, Binder, Zarco, Rins dan Pol Espargaro kalau beliau ini tidak crash.

KTM Bukan Pabrikan Kaleng kaleng – Pasca kemenangan. Brad Binder di GP Ceko kemarin, pabrikan KTM menjadi buah bibir pecinta balap motor diseluruh dunia. Pasalnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka tim pabrikan asal Austria itu bisa memenangi balapan di kelas premier.

KTM Bukan Pabrikan Kaleng kaleng

KTM Bukan Pabrikan Kaleng kaleng

Tentu banyak yang terkejut dengan kemenangan yang diraih oleh KTM. Karena selama ini kejuaraan motogp biasanya hanya diperebutkan oleh 3 tim pabrikan saja yaitu Honda. Yamaha dan Ducati. Sedangkan tim pabrikan lain seperti Suzuki, Aprilia dan KTM masih dianggap sebelah mata, kehadiran mereka di arena balap motogp hanya sebatas pelengkap dan tim penggembira.

KTM memang masih terbilang pendatang baru di balapan motogp. Mereka mulai masuk dan meramaikan peta persaingan di kasta tertinggi balap motor dunia ini di tahun 2017. Namun sebenarnya KTM bukanlah pendatang baru di dunia balap, mereka punya prestasi dan pengalaman yang cukup bagus di ajang Moto3 dan moto2.

Sistem penjaringan pembalap sudah tersusun dengan rapih

Mereka mempersiapkan dan mempromosikan pembalap hasil didikan dari “akademi” yang mereka buat sendiri. Binder merupakan salah satu buah yang dihasilkan dari investasi panjang KTM. Sejak kelas moto3 dan moto2, Binder merupakan pembalap tim KTM.

Dari sisi motor, paket RC16 terus mereka kembangkan secara serius. Salah satu bukti keseriusannya mereka merekrut eks pembalap Honda Dani Pedrosa untuk membantu percepatan pengembangan motor. Jalan bagi KTM memang masih sangat panjang, namun sinyal bahwa mereka akan jadi penantang serius di motogp sudah mulai terlihat. Bahkan selevel Valentino Rossipun meyakini bahwa KTM akan ikut meramaikan peta persaingan kejuaraan.

Paket motor yang semakin kompetetif yang didukung oleh para pembalap muda bertalenta memang akan menjadi ancaman serius bagi tim-tim lainnya. Dan jangan pernah dilupakan bahwa tim motogp KTM berada dibawah naungan dinasti olah raga Red Bull yang sangat menggurita di dunia olah raga saat ini. Red Bull bukan hanya jadi sponsor bagi tim olah raga, namun secara agresif mereka membeli dan mendevelop berbagai tim olah raga, seperti di sepakbola, hoki, balapan mobil, F1 dan motogp.

Sehingga banyak yang meyakini support dana yang didapatkan tim KTM dari induk Red Bull untuk paket pengembangan motor RC16 akan terus mengalir dan tidak terbatas. Red Bull tentu punya misi khusus untuk bisa memenangkan kejuaraan ini. Mereka punya gengsi, kehadirannya tentu tidak mau hanya sebatas tim pelengkap dan penggembira balapan saja. Apalagi jadi tim medioker.

Rider Afrika Selatan Membuat Sejarah di MotoGP – GP Brno Ceko yang baru saja berlangsung beberapa jam lalu. Membuat para penonton dilayar kaca berdecak kagum, bagaimana tidak, diluar dugaan dan prediksi seri ketiga. Perhelatan balapan para raja lintasan kali ini ternyata dimenangkan oleh rider asal. Afrika Selatan yang menunggangi motor pabrikan asal negeri tetangga Republik Ceko yaitu Austria.

Rider Afrika Selatan Membuat Sejarah di MotoGP

Rider Afrika Selatan Membuat Sejarah di MotoGP

Brad Binder yang mengendarai motor KTM berhasil menjadi juara pada MotoGP disusul Franky Morbidelli dan Johan Zarco. Zarco yang strat dari posisi terdepan tidak bisa mempertahankan posisinya sejak start dimulai. Posisinya langsung diambil oleh Morbidelli yang menunggangi motor Yamaha.

Binder merupakan rookie di MotoGP musim ini, ia membalap dengan sempurna bersama motornya sehingga tak ayal ia pun. Dapat dengan mudah meraih kemenangan setelah beberapa lap dengan sabar membuntuti Morbidelli di posisi pertama. Kemenangan ini adalah yang perdana bagi KTM sejak bergabung di MotoGP 2016 silam.

Naas bagi rekan setim Binder, Pole Espargaro yang harus pupus harapan menyentuh garis finish karena motornya tersenggol Zarco sehingga ia terjatuh dan tidak dapat melanjutkan balapan.

Binder juga mencatatkan namanya sebagai pembalap Afrika Selatan pertama yang dapat menenangkan balapan di kelas utama MotoGP. Hebatnya lagi ia berhasil menang dengan motor yang masih dalam tahap pengembangan, tidak ada yang menyangka KTM dapat meraih kemenangan di seri kali ini.

Ia hanya butuh 3 balapan untuk bisa meraih kemenangan, dan ia menjadi pembalap pertama yang meraih kemenangan di musim perdananya di MotoGP setelah Marc Marquez tahun 2013 di GP Austin, Amerika.

Kemenangan ini juga membuat untuk kali pertamanya lagu kebangsaan Afrika Selatan berkumandang di podium MotoGP.

Binder kini berada di posisi kelima klasemen sementara dengan raihan 28 poin, dibawah Andrea Dovizioso yang berada di posisi keempat dengan 31 poin.

Pembuktian Master Real atau Palsu – Dunia persilatan sedang heboh saat ini. Hal ini diawali dari pernyataan yang dilakukan oleh Chintya Candranaya yang dianggap telah mendiskreditkan olahraga MMA diakun youtubenya. Video tersebut sebenarnya telah dihapus oleh Chintya di chanel youtubenya akan tetapi telah mengundang banyak reaksi para praktisi MMA Indonesia.

Pembuktian Master Real atau Palsu

Pembuktian Master Real atau Palsu

Salah seorang Youtuber ternyata sempat menyimpan video Chintya yang dianggap telah mendiskreditkan MMA. Sebelum isu ini merebak, Chintya dan gurunya Master Agus dari perguruan Harimau Utara sebenarnya sudah menimbulkan kehebohan tersendiri dengan kedigdayaannya. Bayangkan saja, Seorang master Agus mengaku pernah mengalahkan 200 orang seorann diri dan muridnya. Chintya candranaya mampu mengalahkan 40 orang dengan 5 orang mati ditempat dan sisanya kerumah sakit dan ada yang meninggal dirumah sakit.

Pernyataan yang cukup membuat para praktisi tersinggung adalah ketika Chintya mengatakan jika. MMA tidak efisien dalam pertarungan jalanan, kemudian Master Agus Two. Hundred mengatakan jika beladirinya terlalu mematikan jika harus dibawa bertarung di MMA.

Melalui Chanel youtubenya, Theo dan rekan-rekan pun mengajukan tantangan terbuka kepada Chintya dan Master Agus. Tantangan ini dimaksudkan untuk membuka kebenaran akan kesaktian yang dimiliki Chintya dan Master Agus. Hal ini sangat penting menurut Rudy Agustian demi memberi edukasi kepada masyarakat agar tidak mencerna bulat-bulat seluruh konten yang ada di Youtube.

Ada beberapa kasus yang menyatakan jika anak-anak yang terpengaruh dengan konten Chintya mengalami cedera dikaki dan tangan karena mengikuti latihan Chintya yang memukul durian hingga pecah bersama batu yang ada dibawahnya, menendang tembok dengan tulang kering dan lain sebagainya.

Pencak silat memang olah raga tradisional Indonesia yang telah diakui oleh dunia keefektifannya dalam bertahan, Akan tetapi mendiskreditkan MMA adalah sebuah bentuk kecerobohan. Karena sebagian petarung berprestasi di MMA adalah para pesilat.

Publik juga harus bisa memilah antara konten fake ataupun yang real. Jika yang dipertontonkan bukanlah hal yang normal bisa dilakukan manusia lebih baik dianggap hiburan dan jangan ditiru. Kini para praktisi dari MMA sedang melakukan perjalanan ke Lampung dengan tujuan bersilaturahmi dengan perguruan Hariamu Utara dengan dimediaisisasi oleh kepolisian setempat.

Kita tunggu saja hasil silaturahmi tersebut agar kebenaran bisa terungkap. Apakah kesaktian CC40 dan Master Agus Two Hundred adalah real or fake.

Toto Wolff Ungkap Alasan Mercedes Perpanjang Kontrak Valtteri Bottas – Kepala Tim Mercedes AMG Petronas, Toto Wolff mengaku senang karena timnya berhasil mengamankan jasa Valtteri Bottas untuk balapan Formula One (F1) musim 2021 mendatang. Ya, Bottas yang seharusnya bakal mengakhiri kontrak dengan Mercedes di akhir musim 2020, kini sudah diperpanjang selama satu tahun lagi.

Toto Wolff Ungkap Alasan Mercedes Perpanjang Kontrak Valtteri Bottas

Toto Wolff Ungkap Alasan Mercedes Perpanjang Kontrak Valtteri Bottas

Menariknya, lagi-lagi Mercedes hanya mengontrak Bottas selama satu musim saja. Hal tersebut sudah dilakukan Mercedes kepada Bottas semenjak mereka bekerja sama pada F1 2017 silam. Jadi,. Total Mercedes sudah lima kali mengontrak Bottas dengan durasi satu musim saja.

Wolff sendiri enggan memberikan alasan mengapa Mercedes melakukan hal tersebut. Satu hal yang pasti, Mercedes pastinya selalu percaya kepada Bottas dan kepercayaan itu akan terus berlanjut hingga F1 2021. Untuk alasan mengapa Mercedes akhirnya yakin mengontrak Bottas karena menurut Wolff pembalap asal Finlandia itu kini mulai berhasil memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Wolff merasa bahwa awal F1 2020 menjadi momen di mana Bottas mampu tampil sangat baik.

Karena melihat Bottas yang sudah sangat berkembang itu, Mercedes pun pada akhirnya langsung memberikan kontrak baru kepada pembalap berusia 30 tahun tersebut. Menariknya, rekan setim Bottas, Lewis Hamilton belum mendapatkan kontrak sama sekali dari Mercedes.

Berkat driver asal Inggris itu, Mercedes pun mampu mendominasi gelar juara F1 dalam beberapa tahun terakhir tersebut. Kami sangat senang Valtteri akan tetap bersama tim setidaknya satu musim lagi (bersama Mercedes). Kami rasa Valtteri berada di tahun terkuatnya dari apa yang kami lihat selama ini. Baik dalam hal performa di trek, juga secara fisik dan mental,” ungkap Wolff, dilansir dari Crash.

Padahal bisa dikatakan Hamilton adalah pembalap utama Mercedes dalam beberapa tahun terakhir

Dia berada di urutan kedua dalam kejuaraan (F1 2020), menyelesaikan musim lalu di peringkat kedua dan memainkan peran yang sangat penting dalam kinerja tim kami secara keseluruhan. Saya yakin bahwa kami memiliki pasangan pembalap terkuat di F1 hari ini,”tambah bos Mercedes tersebut.

Menandatangani Valtteri adalah langkah pertama yang penting dalam mempertahankan kekuatan ini untuk masa depan. Valtteri adalah pria yang pekerja keras dan sangat jujur serta memiliki hubungan baik dengan seluruh tim, termasuk rekan setimnya,” lanjut Wolff.

Saya menantikan untuk melihat dia terus meningkatkan standar bersama kami tahun ini dan tahun 2021,” tutupnya. Kami sangat senang Valtteri akan tetap bersama tim setidaknya satu musim lagi (bersama Mercedes). Kami rasa Valtteri berada di tahun terkuatnya dari apa yang kami lihat selama ini. Baik dalam hal performa di trek, juga secara fisik dan mental,” ungkap Wolff, dilansir dari Crash.

Dia berada di urutan kedua dalam kejuaraan (F1 2020), menyelesaikan musim lalu di peringkat kedua dan memainkan peran yang sangat penting dalam kinerja tim kami secara keseluruhan. Saya yakin bahwa kami memiliki pasangan pembalap terkuat di F1 hari ini,”tambah bos Mercedes tersebut

Menandatangani Valtteri adalah langkah pertama yang penting dalam mempertahankan kekuatan ini untuk masa depan. Valtteri adalah pria yang pekerja keras dan sangat jujur serta memiliki hubungan baik dengan seluruh tim, termasuk rekan setimnya,” lanjut Wolff. Saya menantikan untuk melihat dia terus meningkatkan standar bersama kami tahun ini dan tahun 2021,” tutupnya.

Mengintip Kekuatan Calon Lawan Indonesia di Penyisihan Grup Piala Thomas 2020 – Perhelatan Piala Thomas dan Uber akan segera dimulai. Setelah sempat ditunda, akhirnya turnamen ini akan diselenggarakan pada tanggal 3-11 Oktober 2020 di Aarhus, Denmark. Sedianya turnamen akan berlangsung tanggal 16-24 Mei kemudian diundur menjadi 15-23 Agustus 2020 namun karena belum memungkinkan juga, akhirnya kembali ditunda karena pandemi covid-19.

Mengintip Kekuatan Calon Lawan Indonesia di Penyisihan Grup Piala Thomas 2020

Menilik kiprah Indonesia di Piala Thomas dapat dibilang membanggakan.

Sejarah mencatat, hanya ada 5 negara yang pernah keluar menjadi juara di Piala Thomas yakni China, Indonesia, Jepang, Denmark, dan Malaysia. Pada turnamen Thomas Cup tahun ini, Indonesia sendiri berada di grup A bersama musuh bebuyutan serumpun Malaysia, Belanda, dan Inggris. Dalam undian yang diselenggarakan di markas BWF, Kuala Lumpur Malaysia, Indonesia ditempatkan sebagai unggulan pertama sehingga memungkinkan tim Indonesia tidak satu grup dengan negara kuat seperti China, Jepang, dan Denmark.

Sepanjang sejarah perhelatan Piala Thomas, Indonesia sudah memenangi gelar sebanyak 13 kali. Hanya kalah dari China yang sudah mengoleksi 14 gelar. Gelar terakhir tim Indonesia diraih pada tahun 2002 di Guangzhou, China. Saat itu, Taufik Hidayat dan kawan-kawan mengalahkan Malaysia di Final dengan skor 3-2. Pada kesempatan kali ini, Indonesia diperkuat skuad utama Pelatnas Cipayung diantaranya Anthony Sinisuka Ginting (peringkat 6 BWF), Jonathan Christie (7), dan Shesar Hiren Rustavito (18) di sektor tunggal putra.

Untuk sektor ganda putra, Indonesia diperkuat pasangan Marcus Gideon Fernaldi / kevin Sanjaya Sukamuljo (peringkat 1 BWF), Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan (2), dan Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto (6). Dengan komposisi yang sangat mumpuni maka tidak heran Tim beregu putra Indonesia diprediksi akan menjadi juara grup A. Tidak diragukan lagi, tim Thomas Malaysia adalah lawan terkuat digrup ini. Sepanjang sejarah perhelatan Piala Thomas, mereka telah membawa pulang gelar sebanyak 5 kali. Terakhir mereka mengalahkan tim Indonesia dengan skor 3-2 di Final Thomas Cup 1992 saat mereka menjadi tuan rumah di Kuala Lumpur.

Menilik kiprah Indonesia di Piala Thomas dapat dibilang membanggakan

Malaysia juga tercatat sebagai negara pertama yang berhasil menjuarai Piala Thomas pada tahun 1949. Malaysia sendiri ditempatkan sebagai unggulan ke-7 pada turnamen kali ini. Mereka memiliki skuad utama yang tidak dapat dipandang remeh. Sebagai tunggal utama, prestasi Lee Zii Jia tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemain berusia 22 tahun tersebut berhasil menjadi semifinalis Malaysia Master pada Januari 2020 dan Semifinalis All England 2020.

Ia pernah mengalahkan tunggal andalan Indonesia, Jonathan Christie dibabak pertama All England 2020. Oleh negaranya, ia diproyeksi menjadi the next Lee Chong Wei. Di sektor ganda putra, pasangan Aaron Chia / Soh Wooi Yik adalah finalis All England 2019. Kala itu mereka dikalahkan oleh ganda putra Indonesia Muhammad Ahsan / Hendra Setiawan di final. Jangan lupa, tim Malaysia saat ini juga ditangani pelatih top asal Indonesia yakni Hendrawan yang dipercaya memoles tunggal putra dan Flandy Limpele di ganda putra.

Pertemuan terakhir tim beregu putra Indonesia melawan Malaysia terjadi pada bulan Februari 2020 lalu. Ketika itu Indonesia berhasil membungkam Malaysia 3-1 pada Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia yang berlangsung di Manila, Filipina. Diluar Denmark, praktis sebenarnya belum ada tim Eropa lain yang mampu menembus dominasi negara-negara Asia di sektor bulutangkis putra. Inggris yang telah berpartisipasi sebanyak 15 kali di perhelatan Piala Thomas hanya pernah sekali mencatatkan diri sebagai juara 3.

Itupun terjadi 36 tahun yang lalu tepatnya di tahun 1984. Itu sekaligus menjadi prestasi terbaik tim putra Inggris sejauh ini. Pada perhelatan kali ini, Inggris berada di urutan ke-10 dalam daftar unggulan BWF. Materi pemain yang dimiliki antara lain. Tunggal putra : Toby Penty (peringkat 52 BWF), Alex Lane (133), Sam Parsons (152).

Mengingat sebenarnya gagasan Thomas Uber itu dicetuskan oleh pebulutangkis Inggris

Saat itu ia dikalahkan oleh Koki Watanabe (Jepang). Untuk ganda putra, Marcus Ellis / Chris Langride sempat menembus Perempat final All England 2020. Mereka dikalahkan oleh Vladimir Ivanov / Ivan Sozonov dengan 18-21, 21-11, 8-21. Namun sebagai catatan, mereka sempat mengalahkan ganda muda Indonesia Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto di babak 16 besar. Cukup ironis sebenarnya melihat Inggris tidak bisa berbuat banyak di turnamen Thomas Uber Cup.

Bernama Sir George Alan Thomas dan Betty Uber. Nama mereka berdua akhirnya diabadikan sebagai nama turnamen beregu putra dan putri dunia, Thomas dan Uber Cup. Belanda berada di urutan ke-14 dalam urutan unggulan yang dipakai untuk drawing pembagian grup Thomas Cup. Dengan komposisi pemain yang dimiliki, rasanya Belanda memang sulit untuk lolos dari penyisihan grup.

Nama-nama diatas memang kurang terdengar ditelinga para pecinta bulutangkis nasional. Tunggal Utama mereka, Mark Caljouw mencatatkan prestasi terbaik di tahun 2020 adalah ketika mampu menembus babak Utama All England. Sayang ia dikalahkan oleh pebulutangkis jagoan Chinese Taipei, Chou Tien Chen. Sama dengan tunggal putra, di sektor ganda putra pun pasangan Jelle Maas/ Robin Tabeling hanya mampu sampai babak pertama All England 2020. Tim putra Belanda lolos ke Thomas Cup 2020 setelah menjadi semifinalis pada turnamen beregu putra Eropa.

Dalam sejarahnya, Belanda baru mengikuti kejuaraan Thomas Cup sebanyak 2 kali, termasuk pada 2020 ini. Sebelumnya mereka melakukannya di tahun 1998. Dilihat dari materi pemain dan prestasi, rasanya Inggris dan Belanda akan sulit lolos ke babak Perempat Final. Indonesia dan Malaysia diprediksi akan lolos dari grup ini. Maka menarik untuk ditunggu hasilnya, apakah Indonesia akan mampu keluar sebagai juara grup atau hanya runner up.

Usai Vakum Lama Siapkah Kita Tampil di Piala Thomas dan Uber 2020 – Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Menyampaikan pengumuman penting perihal nasib penyelenggaraan Piala Thomas dan Piala Uber 2020. BWF mengumumkan pembagian grup dari kontestan Piala Thomas dan Piala Uber 2020. Termasuk ada tim Indonesia di dalamnya. Proses pengundian ditayangkan secara langsung oleh BWF dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Usai Vakum Lama Siapkah Kita Tampil di Piala Thomas dan Uber 2020

Usai Vakum Lama Siapkah Kita Tampil di Piala Thomas dan Uber 2020

Undian itu digelar tepat dua bulan sebelum Piala Thomas dan Piala Uber digelar di Aarhus, Denmark pada 3-11 Oktober 2020 mendatang. Artinya, untuk saat ini, kejuaraan beregu dua tahunan ini diproyeksikan jalan terus. Tidak dibatalkan. Untuk Piala Thomas yang diikuti oleh 16 tim beregu putra, hasil undian menempatkan tim Indonesia berada di. Grup A bersama Malaysia, Belanda, dan Inggris. Sementara untuk Piala Uber yang juga diikuti oleh 16 tim putri, tim.

Di Piala Thomas kali ini, tim putra Indonesia diunggulkan di tempat pertama. Di atas kertas, pesaing utama Indonesia di fase grup adalah Malaysia. Merujuk head to head di pertemuan sebelumnya, salah satunya di final beregu putra SEA Games 2019, tim Indonesia yang diunggulkan di tempat pertama, seharusnya bisa menang atas Malaysia. Melansir dari Badmintonindonesia.org, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menyebut, jika melihat materi pemain Indonesia saat ini.

Menurutnya, melihat kekuatan di atas kertas, Indonesia lebih unggul dari Belanda dan Inggris. Namun, Susy mengingatkan Anthony Ginting dkk untuk tidak menganggap enteng lawan. Kami punya kans. Kami mau bawa pulang Piala Thomas kembali ke Indonesia. Tapi, fokus awalnya ke babak delapan besar dulu. Khusus untuk tim Uber, Indonesia harus bekerja keras untuk menjadi juara grup B. Sebab, ini grup yang lumayan berat. Tim putri Indonesia yang menjadi unggulan kelima, harus bersaing dengan Korea dan Malaysia untuk lolos ke babak berikutnya.

Kita tahu, saat ini, Korea dan Malaysia memiliki tim putri yang cukup mumpuni selain China dan Jepang. Meski begitu, Susy optismistis tim putri Indonesia bisa lolos. Dia hanya berpesan agar Greysia Polii dan kawan-kawan bisa menjaga fokus dan bermain fight di lapangan. Korea memang kuat, tapi saya rasa peluang tetap ada. Melawan Malaysia dan Australia juga tidak boleh lengah, karena di pertandingan beregu, apapun bisa terjadi,” ujar Susy.

Pengumuman pengundian ini hanya berselang beberapa hari setelah woro woro BWF

Perihal pembatalan turnamen BWF World Tour yang sedianya akan digelar pada September mendatang. Ya, dengan alasan pandemi belum berakhir, empat turnamen yang seharusnya digelar pada September mendatang, yakni Taiwan Open (1-6 September), Korea Open (8-13 September), China Open (15-20 September), dan Japan Open (22-27 September), semuanya ditunda oleh BWF. Apa korelasi antara pembatalan turnamen BWF di bulan September dan pengundian Piala Thomas dan Piala Uber tersebut, tepatnya pengaruhnya bagi pemain-pemain Indonesia.

Sangat berpengaruh. Sebab, PP PBSI sejatinya ingin menjadikan turnamen di bulan September sebagai ajang pemanasan bagi pemain sebelum tampil di Piala Thomas dan Piala Uber di bulan berikutnya. Namun, apa mau dikata, BWF punya pertimbangan lain. Bahwa faktor kesehatan pemain, pelatih, ofisial dan semua elemen yang terlibat dalam pertandingan, menjadi pertimbangan paling penting BWF dibandingkan turnamen itu sendiri. Keputusan pembatalan turnamen-turnamen ini demi menjaga kesehatan pemain, penonton, volunteers dan anggota asosiasi.

Kami sangat kecewa karena harus membatalkan beberapa turnamen, namun keselamatan semua pihak yang terlibat adalah hal yang paling penting saat ini,” begitu pernyataan Thomas Lund, Sekretaris Jenderal BWF dalam rilis yang dimuat di situs resmi BWF. Nah, pertanyaannya, bila tidak ada turnamen pemanasan dan juga kevakuman pertandingan resmi BWF sejak Maret lalu.

Tentu saja, tampil membela negara memperebutkan trofi beregu paling bergengsi di bulutangkis tanpa bermain di turnamen selama lebih dari empat bulan, bukanlah persiapan ideal. Bisa dibayangkan, pemain-pemain merindukan ‘kesakralan’ pertandingan yang kelak bisa berakibat mereka harus beradaptasi dulu dengan situasi Piala Thomas dan Piala Uber. Mereka ditantang agar fisik dan pikiran mereka langsung klik dengan pertandingan.

PBSI siapkan turnamen simulasi

Toh, PBSI tidak akan tinggal diam. Mereka akan kembali ‘memanasi’ semangat kompetitif pemain-pemain Pelatnas agar tidak melulu berlatih dan berlatih saja. Setelah Juni-Juli, PBSI menggelar PBSI Home Tournament bekerja sama dengan MolaTV yang mempertandingkan lima sektor dengan mempertemukan pemain-pemain Pelatnas, induk olahraga bulutangkis tanah air ini kini berencana membuat ‘turnamen pemanasan’ menuju Piala Thomas/Uber 2020.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan, PBSI akan kembali menggelar kejuaraan serupa, kali ini dengan format beregu Piala Thomas dan Uber. Menurutnya, tim Indonesia perlu wadah untuk melatih kesiapan jelang perebutan supremasi bergengsi tersebut. Kebetulan kami juga belum dapat kepastian lagi mengenai kejuaraan-kejuaraan resmi dari BWF. Oleh karena itu, kami perlu simulasi untuk mematangkan kesiapan pemain kami.

Menurut Budiharto, simulasi Piala Thomas dan Uber akan dilangsungkan di Pelatnas Cipayung pada awal September 2020. Para pemain akan dikelompokkan ke dalam beberapa grup dengan menggunakan format setengah kompetisi. Dan memang, persiapan untuk tampil di turnamen beregu seperti Piala Thomas/Uber, berbeda dengan persiapan tampil di turnamen perorangan. Sebab, dalam turnamen beregu yang memainkan lima pertandingan, kemenangan tim dihitung secara akumulasi.

Artinya, bila ingin juara, tim Indonesia harus memperkuat kekompakan, kerja sama tim, dan juga rasa percaya satu sama lain. Nah, kekompakan dan percaya diri itu bisa dipupuk lewat turnamen simulasi ini. Selain itu, turnamen simulasi nanti juga penting untuk mengimplementasikan protokol kesehatan di kejuaraan. Sehingga, pemain-pemain dan ofisial tim sudah terbiasa dengan penerapannya di Piala Thomas/Uber nanti.

Rindu tim Indonesia juara Piala Thomas dan Piala Uber

Adapun beberapa protokol kesehatan yang diterapkan saat turnamen Mola TV PBSI Home Tournament dulu agar bebas dari Covid-19, para hakim servis menggunakan masker dan face shield. Khusus hakim servis, tiap mengganti shuttlecock, mereka menggunakan hand sanitizer. Pada akhirnya, lama tidak tampil di pertandingan sesungguhnya, lantas langsung di kejuaraan beregu yang penuh gengsi dan tensi, memang bukan persiapan ideal.

Namun, siap atau tidak siap, pemain-pemain Indonesia harus siap tampil maksimal dengan situasi yang ada. Toh, bukan hanya pemain-pemain Indonesia yang merasakan kevakuman turnamen selama berbulan-bulan. Indonesia malah lebih lama “puasa gelar”. Tim putri Indonesia kali terakhir juara pada edisi 1996. Kala itu, tim putri Indonesia masih berstatus ‘the dream team’. Tim putri China masih belum ada apa-apanya.

Faktanya, tim putri Indonesia yang kala itu bermaterikan pemain-pemain seperti Susi Susanty, Eliz Nathaniel/Zelin Resiana, Mia Audina, Finarsih/Lili Tampi dan Meluawati, bisa menang telak 4-1 atas China di final. Padahal, tim putri China kala itu juga diperkuat pemain top macam Ye Zhaoying, Wang Chen, dan juga Zhang Ning yang merupakan andalan di sektor tunggal, serta ratu ganda putri dunia saat itu, Ge Fei/Gu Jun. Ah ya, raihan tim Indonesia di Piala Uber 1996 itu sekaligus mempertahankan gelar. Di tahun 1994, tim putri Indonesia juga juara di rumah sendiri lewat kemenangan 3-2 atas China.

Itu momen langka. Sepanjang sejarah, hanya kala itu, tim putri Indonesia bisa juara beruntun di Piala Uber. Berselang 24 tahun sejak kemenangan di Hongkong 1996, tim putri kita kesulitan ‘berbicara’ di Piala Uber. Namun, tahun ini, dengan materi yang cukup kompetitif dan kenyang pengalaman di turnamen BWF World Tour seperti Greysia Polii/Apriani, Gregoria Mariska.