7 Pemain bulutangkis Hebat Dunia Pensiun di 2020, Ada dari Indonesia

Posted on

 

7 pemain bulutangkis hebat dunia pensiun pada 2020. Sebab wabah virus Corona, mereka tidak menanti gelaran besar. Ini jejerannya.
Sudah diketahui, Olimpiade Tokyo 2020 seharusnya berjalan 24 Juli sampai 9 Agustus. Tetapi, pandemi COVID -19 yang belum berkurang sampai satu tahun tetakhir membuat beberapa pihak berkaitan seperti International Olympic Committee (IOC) dan tuan-rumah, Jepang, untuk mengundurkan agendanya jadi 23 Juli-8 Agustus 2021.

Dari situs BWF, terdaftar ada 7 pemain bulutangkis yang mengatakan pensiun pada 2020. Satu salah satunya berawal dari tanah air.

Siapa sajakah?

1. Lin Dan

Lin Dan satu diantara pemain bulutangkis tunggal putra yang dihormati. Banyak yang menginginkan olahragawan asal China itu dapat menyelesaikan profesinya dengan tampil di Olimpiade Tokyo, yang multievent paling besar kelimanya.

Awalnya, dia sudah mengumpulkan dua medali emas Olimpiade 2008 Beijing dan 2012 London nomor tunggal putra.

Tetapi dia lalu memutus pensiun sesudah Olimpiade 2020 diputuskan diundur sampai tahun depannya. China berkesempatan cuman turunkan Shi Yu Qi dan Chen Long di nomor tunggal putra.

Sepanjang musim perpisahannya, prestasi Lin Dan pun tidak begitu bagus. Dia kalah 4x dari 4 laga yang dijalani di tahun ini. Walau demikian, dia masih jadi legenda hidup bulu tangkis bersama Taufik Hidayat dkk.

2. Tontowi Ahmad

Tontowi Ahmad umumkan pensiun dari bulu tangkis pada Mei 2020. Juara Olimpiade 2016 Rio de Janeiro bersama Liliyana Natsir itu menggantung raket sebab pengin lebih dekat sama keluarga.

Dia berargumen telah tidak mempunyai motivasi besar seperti dahulu dan berasa cukup berprestasi. Awalnya, Tontowi sudah mengumpulkan titel juara dunia 2013 dan 2017, dan tiga mahkota All England beruntun (2012, 2013, 2014).

Tontowi sempat diinginkan dapat kembali tampil di Olimpiade Tokyo. Setelah ditinggalkan Liliyana, dia pernah dipertemukan oleh beberapa olahragawan muda seperti Winny Oktavina Kandow tetapi tidak berjalan lancar. Selanjutnya diganti oleh Apriyani Rahayu, pun tidak berjalan lama. Hingga kemudian Tontowi umumkan dianya pensiun.

3. Ayaka Takahashi

Ayaka Takahashi adalah salah satunya ganda putri paling punya pengaruh di perbulutangkisan dunia. Performanya bisa juga disebut memberikan imbas besar atas supremasi Jepang di bidang ganda putri sekarang ini.

Berpasangan dengan Misaki Matsutomo, dia cukup stabil di rangking hebat 10 dunia. Mereka sering jadi momok ganda putri Indonesia sebab permainan Takahashi dan Matsutomo yang ulet dan tidak gampang ditaklukkan.

Kemampuan permainan raket Takahashi ada di belakang lengkapi permainan depan Matsutomo. Tetapi sayang akhir Oktober lalu dia memilih untuk menggantung raket.

Dia berasa kesusahan dengan hasil kompetisi yang diraihnya pada 2019 ditambahkan dengan adanya banyak penangguhan kompetisi 2020 dan Olimpiade.

Dengan begitu, pucuk profesinya adalah emas Olimpiade di Rio 2016. Disamping itu, Piala Uber 201u dan perunggu Kejuaraan Dunua dan satu gelar All England.

Baca juga : Valentino Rossi Membuat Andrea Dovizioso Berasa seperti Figuran

4. Mathias Boe dan Carsten Mogensen

Mathias Boe dan Carsten Mogensen bermain dengan pasangan yang lain sepanjang satu tahun saat sebelum mereka memilih untuk pensiun. Boe pensiun terlebih dahulu, lalu dituruti Mogensen beberapa waktu setelah itu. Itu sesudah penyelenggaraan Piala Thomas yang berguling di Aarhus gagal diselenggarakan tahun ini.

Baik Boe atau Mogensen pernah jadi pasangan terhebat dunia sepanjang satu dasawarsa.
Mereka memakai style bulu tangkis yang cerdas dan bermain cepat.

Kegemerlapan mereka terlihat sesudah secara stabil ada di rangking lima sepanjang dasawarsa paling akhir. Meskipun umur mereka telah masuk kepala tiga tetapi mereka sanggup menyeimbangi permainan beberapa pemain muda.

Antara kesuksesan mereka yang paling mencolok adalah perak Olimpiade 2012 London dan Kejuaraan Dunua 2013. Dan hat-trick di World Superseries Finals (2012, 2011, 2012) dan dua gelar All England.

5. Mads Conrad-Petersen

Conrad adalah pemain yang mempunyai banyak pasangan. Tetapi ia tersukses waktu bermitra dengan Mads Pieler Kolding. Duet ini sering ada di step akhir kompetisi seperti pada Malaysia, India, Prancis, dan Hong Kong.

Mereka pernah jadi juara di Kejuaraan Eropa 2016 dan 3x jadi runner up di gelaran yang serupa. Prncapaian paling besar dalam profesinya sesudah sukses bawa Denmark jadi juara Piala Thomas untuk pertamanya kali pada 2016.

6. Jan O Jorgensen

Jan O Jorgensen memutus pensiun pada Oktober kemarin. Kejelasan itu sesudah dia tersisih di perempat-final Denmark Open 2020 yang adalah kompetisi terakhir kalinya.

Pemain Denmark yang pernah tempati rangking dua dunia itu akhiri profesinya pada gelaran yang cukup mempunyai peristiwa penting dalam kehidupannya.

Jan O sendiri merupaka pemain bulutangkis yang mempunyai kemauan baja. Dia adalah orang Eropa pertama yang memenangi Indonesia Open 2014 sejauh kompetisi itu diadakan dan China Open 2016.

Dia raih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2015, dan adalah unggulan tunggal putra Eropa habis zaman Peter Gade. Pria berumur 32 tahun itu jadi salah stau pemain yang perjuangkan Denmark merangkul Piala Thomas untuk pertamanya kali.

7. Chau Hoi Wah

Chau adalah pebulu tangkis pemain Hong Kong yang memutus pensiun pada Juni 2020. Dia menggantung raket sesudah hampir 15 tahun bersaing di dunia bulu tangkis.

Bersama Lee Chun Hei, Chau adalah ganda kombinasi pertama dari Hong Kong China yang memenangi Kejuarana Bulu tangkis Asia.

Dia peraup perunggu Kejuaraan Dunu 2017 dan super series di Australia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *